
Author POV~
Akhirnya laki-laki itu berhasil menemukan kucing itu yang ternyata sedang bermain dengan kucing liar disekitar perumahan itu.
"mbak,saya sudah menemukannya"teriak sang laki-laki pada Ratih.
"iya mas,,syukur lah."balas Ratih yang posisi mereka agak jauh itu.
"mas,aku pergi ya." lanjut Ratih
"ah,iya.makasih ya mbak"ucap sang laki-laki yang tampak bahagia dan bersyukur sudah dibantu mencari peliharaan kesayangannya.
"ok mas" yang memberikan bahasa isyarat dengan tangannya.
"ohya lupa nya namanya! sepertinya dia tinggal daerah ini. kalau jodoh pasti bertemu lagi." gumamnya lelaki itu.
~
Setelah Ratih berbelanja kebutuhan nya di minimarket dekat kompleks tempat tinggalnya, ia langsung pulang.
"wah ada yang jual lotek disini. aduh jadi pengen" gumamnya dan langsung mendekati pedagangnya.
"mas,loteknya satu. ekstra pedas ya mas. terus banyakin toge nya.mie nya ngak usah banyak-banyak mas. dikit aja." ungkap Ratih panjang lebar yang membuat orang lain menatapnya.
Ratih hanya memberikan senyuman tulus nya untuk menanggapi tatapan mereka itu. kemudian dia memilih tempat duduk sembari menunggu pesanannya.
" mbak ini pesanannya."ungkap mas pedagangnya.
"baru tinggal disini ya mbak?soalnya belum pernah nampak disekitar sini"lanjutnya
"iya mas,,masih baru.ikut suami" jelasnya
"oowh,begitu pantesan."balasnya sambil memberikan uang kembalian Ratih.
"makasih ya mas." ungkap Ratih dan melangkah pergi.
"sering-sering mampir ya mbak." ucap mas lotek ketika Ratih baru beberapa langkah dari tempatnya. dan Ratih membalas dengan bahasa jempolnya yang cantik menandakan setuju ditambah dengan senyum tulusnya.
~
sesampai dirumah, Ratih langsung menyusun barang-barang yang dibelinya. kemudian ke dapur mengambil piring buat tempat lotek nya.
Dafa melangkahkan kaki nya dan mendekat kearah dapur.
"eh,mas. kamu dah bangun." sapa Ratih yang sedang membuka bungkusan lotek nya.
"iya,kok tau mas?kamu sering beli disini juga?" tanyanya
"iya,mas sering beli disana."balas Dafa
"ini buat mas?" sambil menarik piring lotek itu kearahnya.
"mmmm"pikir Ratih yang agak malu jawabnya. karena Dafa tau kalau Ratih baru siap sarapan dengan mie. ngak mungkin kan habis makan mie langsung sarapan lotek lagi?
"ngak mungkin buat kamu sarapan lagi kan"potong Dafa.
"hehe,ngak mas.ini buat kamu. karena kita ngak punya bahan-bahan masak. jadi aku pikir beliin untuk mas."jelas Ratih beralasan yang malu dibilang rakus.
"baik lah. makasih ya udah beliin sarapan buat mas."ucapnya
"ohya,tolong buatin mas kopi ya." sambung nya
"baik mas" jawabnya dan mulai membuat kopi.
"lotek ini memang terenak yang pernah ada."ungkap Dafa
"kamu ngak mau coba dek? kalau kamu mau boleh coba punya mas ini." menawarkannya kepada Ratih.
"hihi,,ngak usah mas. buat kamu aja.kamukan belum sarapan."sambil meletakkan kopi buatannya dekat Dafa.
"oke. nanti kalau ada waktu kita kesana buat makan bareng. makan ditempat biasanya lebih nikmat." jelas Dafa yang menawarkan keinginannya itu.
"boleh mas.makasih ya" balasnya dengan senyum terbaiknya
deg deg deg
tatapan mereka bertemu. "duh kenapa jantung ku tidak karuan begini ya?ucap dafa dalam hati setelah melepas tatap itu.
tenyata juga dirasakan oleh Ratih"waah jantung ku."sambil menetralkan kegugupannya dan duduk disamping meja makan Dafa.
"kenapa kamu liatin mas kayak gitu?"suara Dafa memecah keheningan diantara mereka.
"ngak mas. cuma mau liat mas makan. aku suka melihatnya." ungkap Ratih keceplosan. dan merasa malu setelah mengatakan hal itu.
"yakin, ngak ada yang mau kamu sampaikan?
"mmmh" Ratih yang terlihat berfikir mengatakan sesuatu.
bersambung~~