My Cousin is My Husband

My Cousin is My Husband
24



"ohya kamu masih berhubungan dengan Sofia?" tanya papanya.


"mmmh.."


"sekarang berhubungan sebagai teman pa" ucap Dafa setelah berpikir keras agar papa nya tidak curiga.


"syukurlah, papa harap kamu bisa lebih fokus dengan Ratih karena dia adalah istri sah kamu. sedangkan Sofia adalah orang yang ada dimasa lalu mu. siapapun yang sudah terikat dengan tali pernikahan tandanya itu adalah jodoh mu nak. jangan kamu sia-sia kan agar kamu tidak menyesal kelak. Tuhan tidak memberikan apa yang kamu inginkan tapi Tuhan memberikan apa yang kamu butuh kan." nasihat panjang lebar papanya dengan harapan anak nya bisa tersadarkan walau dia tahu perilaku kenyataan saat ini anak semata wayangnya.


"baik pa, makasih pa. akan Dafa usahakan untuk menjaga pernikahan ini terus langgeng " balas Dafa yang sedikit merasa sedikit merasa bersalah hatinya karena yang terjadi saat ini kebalikannya.


"Dafa ke atas dulu pa. papa silahkan istirahat. pasti sudah lelah melewati perjalanan yang jauh hingga mampir juga kesini." ungkap Dafa yang ingin mengakhiri percakapan yang membuatnya tidak mampu ia jawab nantinya.


"iya nak,, silahkan susul istri mu. papa juga mau mengabari mama kamu." balas papanya.


"Dafa,untuk memberikan kami cucu harus pake sinyal 5G ya.." canda nya lagi sambil mereka berdua berdiri dan melangkah ke kamar masing-masing.


Namun Dafa hanya tersenyum menanggapi perkataan papa nya. walau sebenarnya hal itu serius.


Dafa dengan perlahan membuka pintu kamar dan secara tidak sengaja langsung saling bertatapan dengan Ratih yang tiba- tiba menoleh kearah pintu.


Namun tatapan itu hanya terpaut sementara. Mereka langsung saling mengalihkan tatapan yang membuat suasana canggung di antara mereka.


hal itu hanya mereka berdua yang mengerti akan perasaan yang menggelitik hati.


"mas, air mandi sudah aku siapkan." ungkap Ratih yang mencairkan suasana di antara mereka.


"terimakasih dek. kamu ngak usah repot-repot". balas nya sambil mengambil handuk.


"tidak masalah mas.aku juga ingin mendapatkan pahala untuk menjadi seorang istri"gumamnya nya nada suara yang hingga tidak terdengar oleh Dafa.


"mas, ini pakaiannya." ungkap Ratih yang merasa agak malu dengan pemandangan yang tidak biasa dia lihat.


"terimakasih dek. kamu malu lihat mas seperti ini?" Dafa yang melihat raut wajah malu di wajah Ratih.


"mmh.."jawab malu-malu kucingnya.


"baiklah,biar Adek tidak tergoda dengan tubuh mas ini, nanti mas langsung pakai baju langsung di kamar mandi aja. biar kita sama-sama nyaman." ungkap Dafa yang hanya berpikir positif saja demi kelangsungan hubungan Mereka.


"mmmh,"anggukkan Ratih dengan senyum tipisnya.


Dafa langsung masuk lagi ke kamar mandi untuk mengganti bajunya.


sedang Ratih kembali ke ranjang mereka sambil menonton drama Korea yang sedang on-going dan memasangkan earphone agar tidak menggangu Dafa nantinya.


beberapa menit kemudian, Dafa keluar dengan pakaian tidur pilihan Ratih yang memang couple-an untuk suami istri sesungguhnya.


ketika Dafa keluar, dan melihat Ratih sibuk dengan gadgetnya. hal itu,membuat Dafa kurang senang. entah kenapa dia merasa diabaikan.


"dek, dek, Ratih!" panggilnya sampai yang ketiga kali untuk mengalihkan pandangan Ratih kepadanya.


"eh,iya mas.." ungkap Ratih yang membuyarkan focus nya karena suara Dafa.


bersambung..