
POV author
Asisten Andi juga ikut perjalanan trip ke Paris. Dafa memiliki rencana bahwa dia bersama Sofia sedangkan Ratih akan ditemani Andi.
"nona, kita langsung chek-in saja. barusan bos mengirim pesan." ungkap asisten Andi yang memasukkan hp nya ke dalam saku celananya.
"mmh,, baik lah Andi. kita langsung chek in aja. nanti kita pasti bertemu juga." balas Ratih yang mengedarkan pandangan nya di sekitar bandara. namun yang di cari pun tidak nampak.
Ratih memilih duduk di dekat jendela. tidak beberapa lama Dafa datang mendekat.
"Ratih, kamu disini saja.mas bersama Sofia. ada yang mau mas bicarakan." ucap nya sambil berdiri tanpa memberikan kesempatan kepada Ratih untuk menjawab dan langsung pergi kearah yang ditujunya.
"aaaah, sabar..sabar.." ucap Ratih yang terus menepuk dadanya yang terasa sesak.
kemudian Ratih membuka buku diary nya. karena tidak mungkin saat ini untuk sholat. Ratih mengambil diary dan pena dari dalam tas nya.
~~
Ratih POV
Untuk diriku yang sedang berjuang menggapai kebahagiaan. kamu harus sabar dengan sikap mas Dafa saat ini.
hanya dengan tulisan ini yang mampu mengurai rasa sesak yang tak mampu kamu bendung lagi. Ratih hari ini adalah ketika kamu harus mengadakan honeymoon bersama pasangan halal mu. tapi, nyatanya kekecewaan yang kamu dapatkan. dia pergi membawa kekasih hati nya bersamaan dengan kamu.
Ratih, sepertinya kamu benar-benar tidak perlu berjuang sendiri untuk memperbaiki pernikahan ini. lupakan keinginan dan rencana kamu untuk mengambil hatinya. sungguh ini sangat menyakitkan dan harga diri sebagai pasangan halalnya. seperti telah di injak-injak.
Ratih kamu harus kuat. apapun yang terjadi, ini jalan yang harus kamu jalani. jalani saja dulu. kamu tidak boleh membuat malu keluarga kamu lagi. dulu ditinggal calon suami. dan sekarang tiba-tiba mau pisah. itu tidak mungkin. jadi bertahanlah sampai tidak ada lagi yang bisa menahan kamu dalam pernikahan ini.
sekarang manfaatkan liburan ini ke Paris. mumpung gratis. habis kan untuk menyenangkan dirimu. love self dulu, baru yang lain akan cinta sama kamu. terapkan ilmu yang kamu baca selama ini. sekarang orang tua kamu ngak ada yang membatasi kamu. suami? mana mungkin. itu adalah hal yang mustahil. jadi, dulu kalo kamu dilarang untuk pulang malam dan sekarang kamu bebas. kamu bisa manfaatkan sebaik mungkin. Ratih, raih apa yang belum bisa kamu capai. Ratih, ketika liburan ini kamu juga harus mulai membuat daftar keinginan seperti apa yang belum kamu lakukan. selagi kamu belum bekerja dan masih bebas.
kamu ngak boleh lemah. mas Dafa cuek sekarang kamu bisa juga lebih cuek lagi.
ya..setelah di pikirkan berulang kali. sangat benar keputusan aku ngak mau berjuang sendiri untuk mempertahankan pernikahan ini. lagi pula pernikahan ini tidak dilandasi cinta dan saling menghargai. apa menghargai? lihat lah mas Dafa yang terang- terangan bermesraan dengan kekasih nya. jadi tidak ada kata menghargai lagi. kalau jodoh, kami akan selalu bersama. kalau tidak, biarkan mas Dafa yang mengucapkan kata cerai itu.
Ratih, buktinya selama ini kamu tetap sendiri dan tidak pernah pacaran. jadi sendiri itu kayaknya sudah jadi kebiasaan dan takdir kamu. kamu harus ikhlas dengan hal itu. hidup tidak melulu tentang cinta dan pasangan. memang tidak bisa kamu pungkiri bahwa ada keinginan untuk memiliki anak dan membangun keluarga bahagia. tapi, apa boleh buat. keadaan yang membuat kamu harus menyerah. kamu bisa beramal untuk hal yang lain. untungnya kamu sudah jadi guru. anggap siswa mu nanti sebagai anak-anak mu. life is simple. jangan dibawa ke hati. ok.
Hai Ratih, ini untuk diri mu yang sedang gundah gulana. bukan kah sekarang hati mulai sedikit lega rasanya?? Yup. aku sudah mulai lega.
semangat untuk lembaran baru Ratih!!
~~
Author POV
Air mata Ratih jatuh begitu saja kemudian diusap dengan cepat. lalu segera memasukkan diary nya kedalam tas. Ratih memilih untuk memandang keluar jendela. tanpa sadar dia pun terlelap. karena perjalanan ke Paris akan ditempuh dalam beberapa jam ke depan.