
Author POV
Pasangan pengantin baru itu berjalan menuju meja makan yang telah ramai oleh saudara dari pihak mamanya Ratih. karena dari pihak papanya Ratih hanya ada mamanya Dafa yaitu mama Dina.
semua orang melihat pasangan baru yang baru saja datang dan terhenti dengan percakapan mereka.
"nak Dafa disini duduknya". ucap mama meli sebagai mama mertuanya.
"baik ma" sahut Dafa yang hanya mengikuti arahan mamanya dan diikuti juga Ratih.
"wah, Ratih memang sudah cocok sekali menjadi istri ya." ungkap bibinya dari pihak mamanya.
"Alhamdulillah. terimakasih Bi" ucap Ratih sambil menyendok nasi ke atas piring Dafa.
"terima kasih dek" ungkap Dafa yang terus memperhatikan gerakan Ratih yang terlihat sudah telaten sekali.
"cukup ni mas?mau nambah lagi sayurnya?" tanya Ratih.
"iya udah dek." balas Dafa
"wah,,the power of istri ya. sebenarnya Dafa itu kurang suka dengan sayuran. tapi mama kagum Ratih membuat Dafa tidak menolak pemberiannya." ungkap mama meli yang mengetahui kebiasaan anak semata wayang nya itu.
"beneran ma?" ucap Ratih yang terkejut dengan hal baru tentang suaminya itu.
"ma'af ma,,aku benar-benar tidak tahu" lanjut Ratih dengan tatap bersalah pada mas nya.
"iya tidak masalah. mas juga harus mulai mencoba hal baru dengan istri mas ini" balas Dafa menenangkan istrinya itu. seolah Dafa seperti menjadi seorang suami yang benar-benar perhatian kepada istrinya. agar aktingnya terlihat lebih nyata. dan hal itu membuat semua orang dimeja makan terharu dengan pasangan baru itu. dan membuat kagum setiap mata yang memandang mereka.
sarapan pagi berakhir dengan berbagai cerita dan pengalaman para orang tua. seperti sebuah reuni keluarga yang sudah lama tidak berjumpa. dan memang momen seperti ini hanya bisa terjadi di hari raya dan acara pernikahan.
~~
"ma, Dafa mau bicara sebentar" dafa yang menarik mama nya duduk di sofa dekat taman yang ada di samping rumah Ratih.
"iya nak,,ada apa?" tatap mama Dina serius
"yakin nak?kamu tidak mau ambil cuti lagi?kamu baru nikah loh." balas mamanya
"iya ma,Dafa yakin. Dafa kan cuma ambil cuti 3 hari hanya buat menemani mama ku tercinta ini." peluk Dafa mesra pada mamanya."
"iya sih nak,,tidak disangka juga kamu bisa dapat jodoh disini. baiklah,jika itu yang terbaik untuk saat ini." ucap mama
"ohya ma,,don't forget dengan janji mama ya." mengingatkan mama nya akan deal yang telah mereka buat untuk pernikahan ini.
"ok,,nanti kita bahas habis mama udah di Jakarta nanti. mama masih mau disini beberapa hari lagi. Karena mama mau reuni dulu dengan teman mama disini." ucap mama
"siap ma,,tapi mama jangan lama-lama tinggalin papa. nanti papa ganteng ada yang ambil loh." goda nya Dafa pada mamanya
"awas aja papa mu berani."ungkap mama
" kamu jagain papa mu dulu ya" lanjut mama dengan berapi-api.
"ok deh ma"menampilkan kedua jempol Dafa yang menandakan setuju dengan keinginan mamanya itu.
"kamu udah bilang sama Ratih tentang keberangkatan kamu ini?tanya mama balik.
"hihi,belum ma. ini baru mau bilang habis ketemu mama." ucap Dafa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"oke ma,aku mau bilang sama Ratih dulu keatas ya ma. mama tolong bilang juga sama mama meli dan Rendra tentang keberangkatan aku hari ini ya ma." lanjut Dafa
"iya,nanti biar mama sampaikan." sambil melepas pelukan anak nya itu.
Dafa pun berjalan dan menghilang dari pandangan mamanya untuk ke kamar menemui istrinya.
bersambung
~~