
"eh,iya mas.." ungkap Ratih yang membuyarkan fokus nya karena suara Dafa.
"kamu sedang apa dek?"Dafa penasaran dengan hal yang membuat Ratih terlalu fokus.
"hehe,,hanya lagi menonton drama aja mas." ungkapnya sambil nyengir yang agak malu karena sudah sibuk dengan dunianya sendiri.
"ha?nonton drama?sini coba mas liat. seberapa bagus sih drama nya sampai-sampai kamu tidak mendengarkan panggilan mas." Dafa yang langsung beranjak keatas ranjang dan duduk berdampingan dengan Ratih.
"ya ampun mas,jangan dekat-dekat seperti ini. oh jantung ku. tolong jangan meledak." Ratih yang hanya bisa menerima permintaan Dafa yang juga penasaran dengan tontonan nya.
"Ratih, mana dia?Ratih?hai!!" Dafa menyadarkan Ratih yang sudah sibuk dengan pikirannya sendiri gara-gara kedekatannya dengan Dafa saat ini.
"aah??iya mas?apa kata mas tadi??"Ratih yang tidak fokus dan tidak mendengarkan perintah Dafa.
"kamu melamun?kamu lagi mikirin apa??lanjut Dafa
"ngak mas,aku lagi tiba-tiba mengingat teman aku dulu." alasan Ratih sekenanya.
"mana earphone nya?pinjam mas yang satu lagi."
"aa,earphone. ini mas" Ratih memberikan bagian lain dari earphone nya sehingga mereka mendengarkan drama itu dengan jarak yang sangat dekat.
"mmh,,harumnya. apa ya parfum mas Dafa?sangat lembut dan nyaman.aku suka aku suka berlama-lama di samping mas dafa" Ratih hanya sibuk dengan pikiran nya dengan aroma tubuh Dafa dan tidak lagi fokus dengan apa yang ia tonton.
"apakah sekarang headline nya author suamiku lebih ganteng dengan aktor Korea?atau suamiku mengalihkan dunia per KPop an ku." Ratih yang terus sibuk dengan imajinasinya.
"ohmayygoood, Ratih simpan imajinasi kamu. sadar lah, mas Dafa sudah mencintai kekasihnya. kamu itu bukan siapa-siapa di hati nya."hati dan pikiran nya yang saling bertolak belakang. hatinya menginginkan Dafa tapi logikanya menyadarkan akan kenyataan yang ada.
"eh,iya mas. ceritanya lucu,penuh tantangan dan juga romantis." jelas Ratih yang sambil menatap wajah serius Dafa.
"oh mas Dafa, suami ku mengalihkan dunia ku." kata-kata puitis nya Ratih terus bermunculan lagi. biasanya kata-kata itu muncul ketika dia baper dengan apa yang ditontonnya dan hal menakjubkan yang dilihatnya.
"oh tuhan,paling kan hatinya hanya untuk ku seorang. alun ingin dia jadi imam dunia akhirat ku. cinta pertama dan terakhirku."tanpa sadar kata-kata puitis itu terus mengalir dengan sendirinya. namun hal itu hanya Ratih dan tuhan saja yang tau.
tiba-tiba, Ratih melihat gelagat tidak biasa dari wajah mas Dafa. Ratih melihat hal itu. Ratih tahu, adegan yang ditampilkan merupakan adegan romantis. tiba-tiba Dafa melirik Ratih dan mata mereka pun saling bertaut. tatapan Dafa yang membuat Ratih seperti terhipnotis. perlahan Dafa mendekat, Ratih hanya bisa membeku dengan kedekatan yang hampir tidak berjarak itu.
cup~
Dafa melihat respon Ratih yang ternyata melihat semburat merah di pipinya dan lagi ia ulangi
cup~
Dafa pun, melihat apakah ada penolakan dari Ratih. namun hal itu membuat Dafa semakin melancarkan aksinya untuk mendapatkan hal lebih dari istrinya.
"maaas~" lenguhan Ratih yang seperti kehabisan oksigen karena aktivitas mereka. lalu Dafa menghentikan nya agar saling menghirup udara lagi. namun, kening mereka tetap saling beradu satu sama lain.
"dek,mas menginginkan hak mas malam ini"lanjut Dafa.
"mmmh,"anggukan kecil Ratih yang juga menginginkan hal yang sama.
bersambung~