
(Renata dan Rendi)
Matahari sebentar lagi akan terbenam, dan akan di gantikan oleh kemunculan bulan. Semua karyawan mulai berkemas begitu pun dengan Renata.
"Gue duluan yah, Ren." Ujar Renata.
"Tunggu gue kali, Ta. Barengan, dari pada lu naik taxi." Ujar Rendi.
"Gue gak langsung pulang, ada janji ketemuan." Ujar Renata.
"Sama siapa ?" Tanya Rendi.
"Ada deh." Ujar Renata.
"Cowok apa Cewek ?" Tanya Rendi.
"Cowok. Emang kenpa sih, nanya nanya mulu ?" Ujar Renata.
"Pacar kamu ?" Tanya Rendi lagi.
"Kepo lu." Ujar Renata sembari melambaikan tangannya dan berlalu pergi dari ruangan.
Sesampainya di loby, Renata mengeluarkan handponenya dari tas sampinng miliknya itu, Ia akan menghubungi taxi online. Baru saja Renata ingin memencet tombol handpone nya, tiba tiba tangannya di cekal oleh Rendi.
"Gue antar lu aja." Ujar Rendi sembari menarik Renata menuju mobilnya.
"Ih, Ren! Lu gila yah, gue mau ketemuan sama teman kencan buta gue. Kalau lu ikut, di sangkanya lu pacar gue lagi." Ujar Renata.
"Bilang aja gue kakak lu, bereskan." Ujar Rendi.
"Terserah lu deh." Ujar Renata.
Sesampai nya di salah satu restoran, tempat kencan buta Renata, Rendi segera memarkirkan mobil nya.
"Makasih, yah. Kerena udah anterin, gue masuk dulu. Hati hati di jalan pulang jangan balap balap, oke. Bay." Ujar Renata sembari membuka pintu mobil Rendi. Baru saja ia akan melangkah kan kakinya ingin masuk ke restoran, Rendi bukan nya memutar mobilnya untuk pulang, tapi Ia malah ikut keluar dari mobilnya menuju restoran itu.
"Lu ngapain ikut ?" Tanya Renata.
"Gue juga laper kali." Ujar Rendi santai.
"Aduh, kalau dia ngira lu pacar gue gimana dong." Ujar Rebata panik.
"Lu tinggal bilang aja, kalau gue itu kakak sepupu lu. Gitu aja kok repot." Ujar Rendi sembari melangkah kan kakinya lebih dulu dari Renata.
Mau tidak mau Renata hanya pasrah, mau bagaimana lagi. Rendi orangnya kepala batu.
"Hai, kamu Ali yah ?" Tanya Renata.
"Renata ?" Tanya Ali balik.
"Iyah." Ujar Renata.
"Silahkan duduk." Ujar Ali mempersilahkan Renata untuk duduk.
"Ehem." Rendi berdehem.
"Eh, hampir lupa. Kenalin ini kakak sepupu saya, Rendi." Ujar Renata memperkenalkan Rendi ke Ali.
"Oh, iyah. Ali." Ujar Ali menjulurkan tangannya sembari tersenyum lembut.
"Rendi." Ujar Rendi datar dan jutek.
Renata menyikut pinggang Rendi, karena sikapnya yang seakan tidak bersahabat.
"Kamu mau pesan apa ?" Tanya Ali sembari menyodorkan menu makanan ke Renata.
"Steak sama jus melon saja." Ujar Renata.
"Kamu dari kerja langsung ke sini yah ?" Tanya Ali karena melihat Renata masih memakai setelan jas dan rok span selutut.
"Iyah, kebetulan kantor tempatku bekerja tidak terlalu jauh dari sini. Dan kalau pulang ke rumah dulu, keburu malem." Ujar Renata menjelaskan.
"Kalau tau begitu, saya tidak akan mengajak kamu ketemuan jam segini. Maaf yah " Ujar Rendi merasa bersalah.
"Gak apa apa, kok." Ujar Renata.
"Kamu kerja di bagian sini, perusahan apa yah ?" Ujar Rendi.
"Di perusahaan desain interior dan bangunan milik R.Adity Desain Interior dan Bangunan." Jawab Renata.
"Oyah, saya juga kerja di perusahaan milik Pak Rezky Aditya. Jodoh emang gak kemana yah." Ujar Ali sembari tersenyum.
"Kenapa saya gak pernah melihat kamu di perusahaan yah ?" Tanya Renata.
"Saya baru pindah lagi ke kantor pusat minggu ini, dulu saya di kirim ke Surabaya untuk magang di sana." Ujar Ali.
"Oh, pantas saja. Saya tidak pernah melihat kamu di kantor." Ujar Renata.
Sekitar satu jam berbincang bincang, Renata akhirnya berpamitan. Bukan apa apa, Renata kasian juga dengan Rendi yang dari tadi hanya diam.
"Kami pamit pulang dulu." Ujar Renata berpamitan.
"Bolehkah kita bertemu lagi ?" Tanya Ali, sembari tersenyum.
"Tentu saja." Ujar Renata membalas senyuman Ali.
"Lain kali kalau kita ketemu biar saya jemput, gak usah sampai merepotkan sepupu kamu. Jadi gak enak." Ujar Ali.
"Bibi mempercayakan keselamatan Renata ke saya. Jadi sudah kewajiban saya mengantar Renata kemana saja, dan saya juga harus memastikan Adik saya bertemu dengan laki laki yang baik." Ujar Rendi datar.
"Kalau begitu kami pulang dulu yah." Ujar Renata segera menarik tangan Rendi keluar sebelum Ali merasa tidak nyaman dengan sikap Rendi.
Di mobil Renata terus tersenyum, sedangkaan Rendi hanya terdiam. Ia melirik sahabat wanitanya itu.
"Kamu kelihatan senang banget, dari tadi semum senyum kaya orang gila gitu." Ujar Rendi.
"Emang keliatan yah, Ali sopan banget yah terus perhatian, humoris, cakep lagi." Ujar Renata sembari senyum senyum.
"Kamu jangan terlalu percaya sama laki laki, siapa tau dia hanya baik di depan lu aja. Laki laki mah, kalau ada maunya, semuanya juga dia lakuin." Ujar Rendi.
"Ih, sirik aja lu." Ujar Renata.
"Jangan kepala batu. Gue gak mau lu patah hati, terus bikin gue pusing karena harus ngurisin lu." Ujar Rendi.
"Ih, siapa juga yang mau di urusin sama lu." Ujar Renata.
"Tapi makasih yah, sudah antar gue." Ujar Renata sembari mencubit pipi Rendi.
"Lu mau kita nabrak pohon yah?" Ujar Rendi, Renata segera melepaskan tangannya dari pipi sahabatnya itu.
"Iyah iyah, sory." Ujar Renata.
Setelah mengantar Renata, Rendi tidak langsung pulang, melainkan ia pergi ke salah satu Bar. Renata memang Cinta pertamanya, tapi Renata terlebih dulu menganggap dirinya sebagai sahabat. Renata memang belum pernah dekat dengan laki laki manapun sebagai kekasihnya. Bahkan sahabat laki lakinya hanya Rendi lah seorang. Walaupun Renata dan Ali belum resmi berpacaran, tapi Rendi yakin tidak lama lagi mereka akan berpacaran. Di liat dari Ali yang terus menatap Renata sembari tersenyum dan juga Renata yang kalau di liat sudah mulai menyukai Ali.
Saya harus bagaimana ? Apakah saya harus egois memaksa Renata untuk menjadi kekasihnya dan menjaihi Ali, tapi rasanya nya saya tidak akan sanggup jika melihat Renata menderita karena ke egoisan saya. Tapi berpura pura baik baik saja melihat dia dengan laki laki lain tersenyum, itu tidak lah mudah. Batin Rendi. Ia mengusap wajahnya kasar. Sungguh ia tidak punya pilihan yang akan membuat dirinya merasa baik.
****
Makasi banget yang udah baca jika ada kesalahan dalam penulisan (Typo) mohon koreksinya. dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak (Like dan komen) yah..
Mohon saran, komentar dan dukungannya yah.
jangan lupa baca terus kelanjutannya 😊😊😊