My Boss Is Ice Cold

My Boss Is Ice Cold
Chapter 12



Setelah pulang dari makan siang Ciki kembali bergulat dengan komputer. Dia kembali fokus mengerjakan tugas yang di perintahkan oleh Bossnya, Kini dia kembali bertenaga untuk mengerjakan pekerjaannya setelah mengisi perutnya. Saking fokusnya bekerja dia tidak sadar kalau hari sudah mulai gelap.


Ciki merentangkan tangannya untuk merenggangkan otot ototnya. Di tambah jari jarinya yang terus beradu dengan keyboard dan matanya yang terus terusan fokus pada file file yang berada di komputernya. Ciki menghela nafas dalam dalam. Dia menatap di sekitarnya.


"Ya ampun, mereka semua kemana ?" tanya Ciki terkejut. Dia langsung melihat jam tangan yang melingkar di tangan kanannya. Ternyata waktu sudah menunjukan pukul delapan malam.


"Hoam! Ternyata gue lembur tanpa gue sadari!" seru Ciki. Terlalu fokus mengerjakan pekerjaan sampai dia tidak sadar dengan waktu. Ciki menyembulkan kepalanya dari papan kubinel, matanya menatap ke ruangan Adit. Ternyata ruangan manusia es itu masih terang. Ciki menghela nafas lega, setidaknya dia tidak sendirian.


setelah mengeprint file file, Ciki segera membawanya ke ruangan Adit.


Tok! Tok! Tok!


Ketukan pintu tak juga di tanggapi dengan makhluk yang ada di dalam sana, Ciki menggerutu dalam hati. Kehilangan kesabaran setelah mengetuk pintu berulang kali dan masih belum ada jawaban dari dalam sana, Ciki pun memberanikan diri membuka pintu ruangan Adit.


Kalaupun dia harus di marahi oleh Bossnya yang super galak, Itu urusan belakang. Ciki tidak peduli lagi karena dia sudah kehilangan kesabarannya. Dia bisa menutup kupingnya serapat mungkin apa bila Bossnya memarahinya. Ciki menatap meja kantor Adit, tidak ada siapapun di sana. Ciki menatap sekitar, matanya terpaku pada sofa di mana ada sosok pria terlelap tidur di sana.


"Eh... Malah molor. Gue kerja sampai jari jariku keriting semua dia malah molor, enak bener hidupnya nih makhluk kutub satu." Gerutu Ciki sembari meletakkan kertas hasil kerjanya seharian itu di atas meja kebesaran Adit.


"Membicarakan atasan yang sedang tidur, Itu bukan sikap yang baik, Nona CITRA KIRANA." ujar Adit, dia terbangun karena ocehan sekertarisnya itu.


Ciki tergejolak kaget." Astagfirullah. Suara dari mana itu ? pasti dari alam gaib."


"Sekertaris Ciki." Seketika tubuh Ciki berubah kaku.


Dia udah dengar omongan gue dong tadi ?


Gue harus gimana ini ? gumam Ciki.


Ciki menoleh ke arah Adit dan terkejut. Ternyata pri itu sudah ada di belakangnya, benar benar seperti hantu yang berjalan tidak menapak. Pikir Ciki.


"Kamu siapa ?" Tanya Ciki. Ayolah, Bisakah Bossnya yang terkenal dingin mengalahkan dinginnya kutub itu di bohongi sebodoh itu.


Adit yang mengerutkan dahinya, kemudian menyeringai. " Oo.. Amnesia." Adit mangut mangut.


Ciki yang tidak mengerti dengan maksud Adit hanya mengangguk polos.


Tak!


"Aw... Sakit, Pak." Ujar Ciki sambil memegang jidatnya.


"Sudah ingat sekarang saya siapa kamu ?" Tanya Adit dengan memasang tampang puas.


Ciki mencebikkan bibirnya. " Tadi saya lupa, Pak. Soalnya kerjaan seabrek seakan mencuci otak saya." ujar Ciki. secara tidak langsung Ciki mengeluh.


Adit menghela nafas." Memori otak kamu harus segera di upgrade." Celetuk Adit.


Ciki hanya mendelik sembari mengusap dahinya yang baru saja di sentil dengan Adit. " Kamu sudah makan ?" Tanya Adit.


Ciki menggeleng lemah. " Belum, Pak. Saya lapar." Keluh Ciki lirih.


" Jangan pasang wajah memelas seperti itu, kamu kira saya tidak lapar. Menunggu itu sangat membosankan." ujar Adit.


"Bapak nungguin siapa ?" Tanya Ciki.


"Ya kamu lah. Menunggu kerjaan kamu." Ujar Adit lagi.


"Oh.. saya kira bapak nungguin saya, karena khawatir."


ujar Ciki.


" Ayo, kita makan." Tanpa menunggu persetujuan dari Ciki, Adit menarik tangan Ciki dan membawa wanita itu keluar dari ruangannya menuju parkiran mobil.


Di dalam mobil, hanya ada keheningan tercipta. Ciki hanya bisa diam saja. Bukan karena malu tapi karena rasa lapar yang menyerangnya, membuat dia sulit membuka suara.


Sekitar lima belas menit mengendarai mobil, Akhirnya mereka sampai. Adit memarkir mobilnya di parkiran McD.


"Semangat amat. Ketahuan banget laparnya." Sindir Adit.


Ciki tidak peduli lagi dengan sindiran Bossnya. Cacing perutnya terus meronta minta di isi. Ciki memutuskan keluar terlebih dahulu meninggalkan Adit yang tersenyum penuh arti.


"Dia seperti kilat kalau melihat makanan." Gumam Adit.


Adit menyusul Ciki, Ciki yang sudah memesan makanan, dan saat ini dia sedang membawa tray mencari meja. Adit melambaikan tangan ke arah Ciki. Ciki menghampiri meja Adit.


" Makanan saya mana ?" Tanya Adit.


" Saya gak pesan makanan bapak," Jawab Ciki. Dia langsung membuka Hamburger, dan segera menggigitnya dengan gigitan besar.


"Adit cukup kaget dengan cara makan Ciki, dia perempuan yang diragukan ke anggunannya. Bahkan meski pun Adit berada di hadapannya. Wanita manapun pasti akan menjaga Image di depannya. Tapi tidak dengan Ciki. Tidak seperti wanita lain yang rela kelaparan dan tidak menghabiskan porsinya. Ciki sebaliknya. Dia memakan semua makanan yang ia pesan tanpa ragu, dan tanpa menawarkan pada Adit.


"Kamu tidak memikirkan bentuk tubuhmu. Kamu tidak takut kalau nanti tidak ada pria yang melirikmu" Tanya Adit.


Ciki menatap Adit. " Saya susah gemuk, Pak. Mau makan sebanyak apa pun, badan tetap segini. Lagian Cowok yang baik itu akan menerima kekurangan kita, jangan cuman kelebihannya doang."


Adit mangut mangut." Kamu benar, saya juga mau mendapatkan wanita yang mencintai saya apa adanya, bukan karena memndang saya dari jabatan apalagi tampang saya yang gagah dari lahir ini." Ujar Adit bergurau.


Ciki tidak memungkiri perkataan Bossnya yang mengatakan kalau dirinya tampan karena memang Bossnya tampan idaman para wanita.


" Bapak masih jomblo?" Tanya Ciki menyelidiki.


"Seharusnya saya sudah menikah ?" Ujar Adit.


"Terus kenapa sekarang bapak belum menikah ? Atau bapak sudah menikah ? " Tanya Ciki penasaran.


"Saya belum menikah, Ciki. Dan untuk alasannya kamu tidak perlu tau, nanti kamu malah menggosipkan saya lagi dengan teman temanmu." Ujar Adit.


" Ya sudah kalau gak mau cerita." celetuk Ciki


Ada rasa kecewa di dalam hati Ciki saat dia tau kalau Adit pernah memiliki calon Istri. Ciki menjadi emosi tak beralasan kalau begini.


Setelah menghabiskan makanannya, mereka berdua pulang. Adit mengantar Ciki pulang ke Apartemennya karena sudah malam. Sebenarnya Ciki mau naik taxi saja di karenakan tempat tinggal Bossnya itu berlawanan arah dengan tempat tinggalnya. Tapi Adit bersikeras mengantar Ciki pulang, dia khawatir kalau Ciki pulang larut malam. Apa lagi Adit merasa ini tanggung jawabnya karena dirinya lah Ciki sampai pulang malam.


Di perjalanan pulang, Ciki merasa canggung. Pasalnya hari ini Adit sabgat berbeda, dia lebih perhatian dengan dirinya. Walaupun Ciki tidak memungkiri kalau Adit menyiksanya dengan tugas yang se abrek dan gara gara tugasnya itu sampai sampai Ciki harus lembur. Tapi tetap saja perlakuan Adit yang belum pernah ia berikan ke karyawan lain membuat Ciki senang.


Sesampainya di depan Apartemen Ciki.


"Makasih, Pak. Sudah mau anter saya."


" Iya, Sama - Sama. kamu tidak mau memanggil saya singgah ?" Ujar Adit menggoda sekertarisnya itu.


" Hah.. Bapak mau singgah ?" Tanya Ciki seperti orang kebingungan. pasalnya Bossnya itu belum pernah ia lihat berinteraksi apa lagi bercanda terlalu lama dengan karyawannya.


"Hahahaha... saya Cuman bercanda Ciki, tidak usah kaget begitu." Ujar Adit sambil tertawa melihat sekertarisnya bertingkah polos.


" Ih.. Bapak." Ujar Ciki kesal di kerjai Bossnya.


"Ya sudah, kamu masuk sana saya pulang dulu." Ujar Adit sambil berlalu meninggalkan Ciki yang masih tidak menyangka kalau Bossnya bisa tertawa lepas begitu dan bercanda. Ini adalah fenomena langka yang jarang dia lihat, apa lagi di kantor Tau sendiri kan Bossnya itu galak.


Setelah mobil Adit sudah tidak kelihatan lagi dari pandangan Ciki, dia segera masuk ke apartemennya untuk beristirahat karena ia sangat lelah.


********


Makasi banget yang udah baca jika ada kesalahan dalam penulisan (Typo) mohon koreksinya. dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak (Like dan komen) yah..


Mohon saran, komentar dan dukungannya yah.


jangan lupa baca terus kelanjutannya 😊😊😊