
Vote sebelum membaca 🌻
.
.
Aksa terus mengabadikan pemandangan pantai yang sangat indah dengan kameranya, pria itu menoleh sekilas pada wanita yang berdiri di sampingnya. Melihat keterdiaman wanita itu membuat Aksa berinisiatif memotret Kim, dan langsung tersenyum lebar melihat hasilnya. Walaupun candid dan dari samping, tapi Kimberly masih cantik.
"Kau pernah ke Bali?"
Kimberly menoleh dan menggeleng pelan. "Belum, ini pertama kalinya saya ke Bali."
"Wah benarkah? Bagus kalau begitu, biar saya yang jadi pemandu liburan ini." Kekeh Aksa.
Matahari perlahan mulai turun dengan sangat indah, menciptakan perpaduan warna langit orange dan kuning dengan luar biasa. Kedua orang itu jika dilihat seperti pasangan kekasih yang sedang menikmati sunset. Apalagi Kimberly memakai pakaian pantai dengan rambut tergerai, tak tahu saja kalau wanita yang tampak peminim itu bisa bela diri.
Aksa kembali ingat kejadian kemarin saat di restoran, dimana saat itu dipenuhi dengan haru dan kebahagian baginya.
"Aksa minta maaf karena sempat membuat kalian kecewa dan sedih, perkataan Aksa kasar dan tidak baik. Kalian harus percaya kalau itu tidak sengaja Aksa ucapkan, dan ternyata malah menyakiti perasaan kalian."
Yasmin tersenyum lalu menggenggam tangan Aksa yang ada diatas meja. "Tanpa kamu minta maafpun, kami sudah memaafkanmu sayang."
"Terima kasih." Aksa tersenyum lebar pada kedua orang tuanya. "Aksa akan membuktikan semuanya, Aksa janji akan membuat kalian bahagia."
"Kami akan selalu mendukungmu."
Deburan ombak sore yang kencang tidak membuat suasana pantai sepi, malahan masih banyak yang bermain dipantai. Waktu sudah menunjukan pukul enam sore, tapi anehnya matahari belum mau untuk tertidur, sehingga membuat langit masih agak cerah.
Aksa dan Kimberly duduk diatas pasir, dekat dengan pantai. Menikmati pemandangan yang luar biasa indah dan dapat menyejukan mata.
"Saya tidak menyangka mereka memberi saya liburan, padahal saat itu saya hanya bercanda dan sudah tidak mengharapkannya lagi. Apa menurut kamu sikap saya kurang ajar?"
"Tidak, itu terkadang sering kita lakukan pada orang tua kita. Terkadang perasaan terpendam itu memang sulit diungkapkan, dan menurut saya anda hebat karena berani mengungkapkan itu. Butuh keberanian yang kuat dan mental yang siap."
"Kamu ini memang wanita pintar, saya salut."
Kim hanya tersenyum saja dan kembali menatap matahari. Wanita itu tidak menyangka akan diajak berlibur ke Bali menemani Aksa, dan anehnya hanya mereka berdua. Tentu saja awalanya Ia menolak, lagi pula menurutnya ini terlalu berlebihan. Jikapun pergi bersama keluarga besar, Kim masih menerima, tapi ini hanya berdua.
Pekerjaannya memang menjadi bodyguard Aksa, tapi ini semua seperti dikatakan diluar batas. Bukan maksud percaya diri atau berpikir berlebihan, tapi mereka sekarang terlihat seperti pasangan yang berbulan madu.
Astaga apa yang Ia pikirkan?!
"Kenapa?"
Pertanyaan Aksa membuat Kim menoleh, menatap bertanya. "Ya?"
"Kau menggeleng-geleng terus, sedang memikirkan sesuatu?"
"Em tidak."
Aksa lalu berdiri, membersihkan belakang celananya yang banyak pasir. Pria itu lalu mengulurkan tangannya pada Kim. "Ayo kita kembali ke hotel, ku dengar malam ini ada pesta barbeque di sini, kita harus bersiap-siap."
Walau ragu, tapi anehnya Kim malah menerima uluran tangan itu. Mereka berjalan berdampingan kembali ke hotel dengan berpegangan tangan. Apa sudah terlihat romantis?
***
Tok tok!
Aksa mengetuk pintu kamar Kim sebentar lalu melihat jam tangannya. Sudah pukul delapan malam, dan pesta didekat pantai sudah mulai ramai. Pria itu kembali merapihkan rambutnya sambil bercermin di ponselnya.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka membuat Aksa langsung kembali berdiri tegak, Ia merasa spechless melihat penampilan Kim. Meneguk ludah kasar saat memperhatikan dandanan Kimberly malam ini.
"Em maaf Tuan, apa ini terlalu berlebihan?"
"Kau cantik."
Perkataan itu repleks Aksa ucapkan, tapi Ia sama sekali tidak menyesal karena itu dari dalam hatinya, tidak bisa berbohong.
"Terima kasih."
Aksa lalu menggenggam tangan Kimberly membuat wanita itu terkejut. "Baiklah, ayo kita nikmati malam ini. Jangan ada batas diantara kita, dan jadilah pasanganku malam ini."
Pesta barbeque dipinggir pantai sangat ramai, mulai dari warga lokal dan luar menikmatinya. Bahan-bahan makanan dan perlengkapan disiapkan masing-masing, ada juga yang bisa disewa. Musik dj menggema meramaikan acara pada malam itu.
Memang tidak sering dilakukan pesta seperti ini, hanya diwaktu tertentu saja. Dan Aksa cukup beryukur karena saat berlibur ternyata pesta itu dilaksanakan, membuat liburannya lebih menyenangkan, apalagi ditemani Kimberly.
"Di sini sangat ramai!" Teriak Kim karena takut tidak terdengar oleh Aksa yang sedang memanggang barbeque.
"Haha ya, aku dulu pernah merasakannya dan tidak menyangka tahun ini akan lebih ramai."
Kimberly memperhatikan sekitar dan tersenyum ikut bahagia. Lampu-lampu panjang dipasang membuat pantai tidak gelap, dan yang membuatnya senang adalah keramaian ini.
"Sepertinya sudah matang, ayo waktunya makan."
Mereka duduk berdampingan di kursi panjang yang terbuat dari kayu, begitupun dengan mejanya. Mulai dari daging sapi, jagung bakar, seefood dan lainnya sudah terhidang, tak lupa dengan minuman kelapa muda.
"Kau senang?"
"Iya, terima kasih sudah mengajak saya berlibur Tuan."
Aksa mengangguk lalu meminum air kelapa mudanya, kepalanya mengangguk-angguk mendengar musik. Perutnya mulai kenyang karena makanan itu sangat banyak, ini semakin malam tapi anehnya pesta ini masih sangat ramai. Hampir tengah malam, sudah tidak terlihat lagi anak-anak kecil, sekarang di dominasi oleh kalangan dewasa.
Lalu tak sengaja Aksa melihat beberapa orang yang duduk tidak terlalu jauh darinya, mereka sedang meminum bir dengan gembira. Entah kenapa dan dari mana sebuah ide muncul begitu saja di pikirannya.
Aksa berdehem dan kembali menatap Kim yang sedang mengelap mulutnya dengan tisu. "Ekhem Kim!".
"Ya Tuan?"
"Kau ingin menikmati pesta ini?"
"Hm? Bukankah kita sedang menikmatinya?"
"Ini pasti lebih seru, dan aku jamin kau akan menyukainya."
"Apa?"
"Bagaimana kalau kita melakukan permainan?"
"Permainan apa?"
"Cukup mudah hanya minum bir dan siapa yang paling banyak minum dialah pemenangnya."
Kimberly menatap tak percaya Aksa, pria itu terlihat sangat ingin sekali dengan ajakannya. Kim memperhatikan sekitar, dan ternyata semakin malam suasana di sini malah dibilang semakin berlebihan. Banyak pasangan menari dengan senangnya menikmati musik, bahkan ada beberapa pasangan yang bahkan tidak malu melihatkan keromatisan didepan umum.
Kedatangannya ke sini juga untuk berlibur, Kimberly kembali ingat perkataan Aksa kalau malam ini Ia harus bersenang-senang dan melupakan segalanya.
"Baiklah."
"Good girl."
***
Teman2 yang baik hati, setelah baca ini jangan lupa untuk memberikan penilaian bintangnya ya. Mulai ada kemajuan sekarang sudah 4.0, semoga makin bertambah. Terima kasih untuk yang sudah menyempatkan waktunya ❤