
Di sebuah gedung yang dindingnya dominan berwarna warna putih. Yang selalu ramai setiap hari, bukan hanya di hari tertentu saja. Gedung yang banyak dikunjungi orang jika mereka memiliki keluhan dan merasa sakit. Apalagi kalau bukan rumah sakit.
Seorang pria yang masih rapi dengan stelan jasnya duduk di kursi tunggu dengan perasaan yang luar biasa khawatir. Pikirannya tak tenang saat mengingat bagaimana pucatnya wajah wanita yang dalam perjalanan ada dalam rengkuhannya. Pria itu Sammy yang sejak tadi terus memikirkan istrinya yang belum tau bagaimana keadaannya. Dia merasa sangat gagal menjadi suami. Setiap hari bersama sang istri tapi sampai tidak tau istrinya sakit.
Sammy memukul kepalanya sendiri. Kalau sampai ada apa-apa yang terjadi pada sang istri, dia tidak akan memaafkan dirinya sendiri.
"Rae, kenapa kau tidak bilang kalau kamu sedang tidak sehat. Atau aku yang kurang peka sebagai suami. Ini salahku, aku yang kurang memperhatikan mu." Sammy merutuki dirinya sendiri dalam hati.
Sikap Sammy tak luput dari perhatian Vera yang juga menunggu bagaimana keadaan nonanya. Dia tentu saja sangat khawatir, selama ini nonanya tidak pernah sampai pingsan seperti itu. Selama ini juga tidak pernah ada keluhan apapun dari nona nya.
"Tenanglah Tuan Sammy. Nona pasti tidak akan kenapa-napa," ujar asisten Vera. Jika di luar kantor dia memang bersikap sopan pada Sammy.
"Asisten Vera, apa mungkin Rae memiliki penyakit yang tidak aku tau. Kenapa dia bisa tiba-tiba pingsan."
"Tidak tuan, nona baik-baik saja selama ini. Aku sendiri yang selalu menemani nya untuk cek kesehatan setiap bulannya." Vera memastikan.
"Oh iya, apa mamah dan papah sudah diberi tau?" tanya Sammy lagi.
"Sudah tuan, mereka sudah dalam perjalanan. Mungkin sudah akan sampai," jawab Vera. Dia yang paling cepat kepikiran untuk menghubungi orang tua nonanya. Ya dia tau kalau tadi Sammy pasti panik dan pikirannya kacau, maka dia harus tetap tenang untuk mengurus semuanya.
"Terimakasih," ujar Sammy.
"Sama-sama, itu sudah tugas saya. Anda tidak perlu khawatir. Dokter pasti sedang menangani nona dengan baik," ujar Vera menenangkan.
Tak lama kemudian, William dan Sora datang dengan wajah yang cemas. Rae adalah putri satu-satunya, tentu saja mendengar putri kesayangan mereka jatuh pingsan membuat mereka begitu khawatir. Terutama William yang sejak tadi marah-marah tak jelas.
"Bagaimana keadaan Rae? Di mana dia, di mana putriku?" tanya William, matanya mencari ke mana-mana.
"Tuan, nona Rae masih di dalam. Dokter sedang memeriksanya." Asisten Vera langsung menjelaskan.
"Kenapa dia bisa pingsan, sakit apa dia," William sang takut putrinya kenapa-napa.
"Maaf Pah, Mah. Maaf aku tidak bisa menjaga istriku dengan baik. Maaf," ujar Sammy penuh penyesalan.
"Kau tidak salah nak, sakit, sehat, dan hidup seseorang sudah ada yang mengatur. Kita hanya perlu menjaga Rae lebih baik lagi lain kali." Sora begitu bijaksana. Sementara William belum mau bicara pada menantunya. Wajar jika dia kecewa karena Rae adalah putri satu-satunya.
"Kau tidak perlu memikirkan Papah, dia akan baik-baik saja nanti setelah melihat putrinya," ujar Sora lagi yang paham kalau menantu nya merasa bersalah pada papah mertuanya.
Mereka pun menunggu dengan cemas. Tidak ada yang berharap Rae memiliki penyakit yang mengkhawatirkan, semuanya berharap kalau Rae mungkin hanya kelelahan.
Dokter akhirnya keluar dari ruangan. Semua orang langsung mengerubutinya untuk satu tujuan yang sama yaitu untuk mengetahui bagaimana keadaan Rae.
"Bagaimana keadaan putriku dokter?" William, orang pertama yang bertanya.
Semua orang menunggu jawaban dari dokter dengan harap-harap cemas.
Dokter itu tersenyum membuat mereka sedikit tenang. Mungkin berarti bukan masalah yang serius.
"Nona Rae tidak apa-apa, beliau hanya kelelahan dan tekanan darah nya sedikit rendah. Tapi setelah istirahat dan meminum obat dia pasti akan baik-baik saja. Lain kali, makanan dan asupan gizinya harus lebih diperhatikan. Usahakan berikan dia makanan yang baik untuk janinnya. boleh makan apa saja tapi jangan terlalu berlebihan. Buah, sayur, ikan itu akan lebih baik untuk janinnya."
Mendengar hal itu semua orang termenung, butuh waktu lama untuk mencerna ucapan sang dokter. Janin, lalu makanan sehat, apa itu berarti Rae sedang mengandung saat ini.
"Apa maksud dokter putriku sedang hamil?" Sora yang bertanya lebih dulu. Mendengar kata hamil membuat semua orang terkejut, meski tadi sudah sempat berpikir hal yang sama.
"Baner, nona Rae saat ini sedang mengandung. Untuk memastikan usia kandungannya nanti setelah Sadar bawa nona Rae ke dokter obgyn," kata dokter.
"Benarkah itu dokter, putriku sedang mengandung. Itu artinya aku akan menjadi kakek." William tak kalah terkejut.
"Benar sekali Tuan." Dokter itu tampak tenang, dia sudah beberapa kali menghadapi situasi seperti itu. Ada berbagai reaksi setiap kali mengatakan kabar gembira itu.
Dan mungkin Sammy adalah orang yang paling bahagia di sana. Dia akan menjadi seorang ayah.