Mistakes

Mistakes
Berkunjung



___


Malam tiba, ditemani sinar rembulan yang damai. Didalam ruangan didalam mansion kini diadakan rapat dengan para leluhur vampire. Clara dan dion yang terkuat diantara mereka memimpin rapat itu dengan serius.


"Peti mati yang mulia telah dicuri, seharusnya itu menjadi hal serius. Jika pencuri itu si penghianat, entah apa yang akan dia lakukan pada yang mulia. Tapi jika pencuri itu ada dipihak kita, mungkin semuanya akan berubah." Ucap Clara ditengah tengah rapat.


"Apa kalian sudah menebak siapa pelakunya?" Tanya salah satu leluhur vampire didepan Dion.


"Biarlah waktu berjalan terlebih dahulu. Ingat, kalian tetap cari keberadaan peti mati itu."


Dion mengakhiri rapat dan beranjak pergi. Satu persatu dari mereka keluar dan kembali ketempat mereka masing masing.


Diruang tengah dengan banyak lukisan terpanjang didinding. Ada satu sosok yang sedang memperhatikan satu lukisan yang terpajang paling besar diantara yang lainnya. Lukisan itu tersimpan diruang rahasia diruang itu, dibalik lemari buku satu satunya.


Didalam ruang yang kecil dibalik lemari hanya ada satu lukisan terpajang begitu jelas dan besar. Didalam lukisan itu memuat beberapa wajah yang bahagia dengan mengenakan jubah mewah.


Saat sosok itu sedang memperhatikan sebuah lukisan, dari belakang ada sosok yang diam diam memperhatikannya.


"Apa kau menduga bahwa dia pelakunya Clara?" Tanya Dion yang berada dibelakang Clara.


Dion melihat Clara memerhatikan lukisan itu dan hanya melihat satu wajah yang tidak banyak dikenal oleh orang lain. Wajah itu sedikit mirip dengan yang mulia, dan dihiasi dengan senyum ceria nya.


Clara yang menyadari keberadaan Dion dan mendengar pertanyaannya hanya diam. Karena apa yang dipikirkan Clara mirip dengan apa yang diucapkan Dion. Hanya saja dalam hatinya, ia sedikit ragu dengan pikirannya itu? Apakah benar orang itu pelakunya.


____


...**...


...\=\=\=•MISTAKES•\=\=\=...


...**...


Sudah satu minggu Nathan menjadi saudara Andrew, dan tinggal dirumah Andrew. Hari terus berganti dan berjalan seperti biasanya. Begitu juga perasaan Andrew yang masih dipendam olehnya dalam dalam.


Hari ini, pulang dari kampus Andrew dan Nathan memutuskan untuk langsung pulang dan beristirahat. Namun saat mereka baru saja ingin pulang, Ella memanggil mereka dan ingin mengunjungi rumah Andrew bersama si kembar.


"Andrew...." Merasa terpanggil Andrew menengok kearah seseorang memanggil nya.


"Apa?"


"Hmm...kita akan berkunjung ke rumahmu boleh kan?"


"Tapi, aku ingin bermain game"


"Terserah, lagian kita hanya ingin ke rumahmu bukan menemuimu" ucap Evo.


"Hei..."


"Kena mental ga? Kena mental ga....terjungkal tuh pasti." Ucap seorang mahasiswa yang melewati Andrew dan teman temannya.


"Ih...siapa dia? Hahahaha." Ella tertawa karena merasa itu lucu.


"Airon, Teman sekelasku..."


"Ohh....Mungkin lain kali kita bisa berteman dengannya." Pikir Ella.


"Hei, apa yang kau pikirkan. Dia itu seorang pangeran, bagaimana mungkin mau berteman dengan kita."


"Hah? Tampang seperti orang bodoh sepertinya bisa jadi pangeran juga?"


"Husss cukup...Ella, tidak baik terus bergosip. Ayo Andrew."


Pergosipan pun ditutup dan mereka segera pergi ke tujuan utama mereka, yaitu rumah sederhana milik Andrew.


Mereka memilih pergi kerumah Andrew, karena dirumah Andrew ada satu ruangan favorit mereka.


Ruang itu berisi buku buku dari sejarah hingga hal tidak penting. Termasuk buku buku fiksi tentang kisah cinta diantara dua makhluk yang saling mencintai buku favorit Evo.


Didalam rumah Andrew terdapat perpustakaan mini yang akan mengisi waktu luang mereka. Buku buku itu sebenar nya adalah buku milik ayah Andrew yang sudah meninggal lima tahun lalu. Mungkin aneh bagi orang lain untuk mengisi waktu luang dengan membaca tapi, itu wajar bagi mereka mengisi waktu luangnya dengan membaca buku.


Diantara mereka hanya andrew yang tidak terlalu suka membaca buku, karena dia adalah orang yang mudah bosan. Saat yang lain sedang membaca buku Andrew hanya bermain game online dan jika lelah dia tidur dengan posisi duduk.


Saat Ella dan si kembar ingin mengunjungi rumahnya, Andrew hendak menolak tapi dipotong oleh Nathan yang menyetujuinya.


Dimalam hari, Kelima anak itu kini sedang diam dan fokus pada makanan didepan mereka. Karena hari ini, kebetulan ibu Andrew memasak cukup banyak dia mengajak Ella dan si kembar makan malam bersama.


Dimeja makan, mereka memakan makanan yang sama begitu juga Nathan. Hanya saja minuman yang disajikan ibu Andrew untuk Nathan berbeda, Nathan hanya meminum susu yang dibuat ibu Andrew.


Susu rasa strawberry dengan tetesan darah adalah favorit Nathan. Karena ibu Andrew sudah berjanji pada seseorang untuk menjaga Nathan, ia akan mengorbankan apapun untuknya.


Beberapa tetes darah setiap harinya tidak ada apa apanya dibanding perjuangan orang itu untuk Nathan.


Awalnya Andrew tidak mengetahui apa yang aneh dengan susu yang diberikan ibunya pada Nathan. Tapi suatu hari, saat ia ingin pergi ke dapur, saat itu juga tepat diwaktu ibunya sedang membuatkan susu strawberry untuk Nathan.


Susu yang dibuatnya tidak jauh berbeda dari yang lain, hanya saja dia melukai telapak tangannya sampai terluka. Darah dari luka itu akan dia tetes kan pada gelas berisi susu strawberry milik Nathan.


Andrew yang melihat ibunya melukai tangannya sendiri sedikit terkejut. Dia menghampiri ibunya dan menanyakan pada ibunya.


"Apa yang ibu lakukan." Ucap Andrew sembari meletakan pisau dari tangan ibunya.


Ibu Andrew tadinya tidak ingin anaknya mengetahui apa yang harus dilakukannya untuk nathan. Namun ibu Andrew sadar bahwa bukan hanya dirinya yang berkorban melainkan anaknya juga. Karena dirinya, andrew ikut terlibat dan mengorbankan darahnya untuk dihisap Nathan.


Ibu Andrew menjelaskan bahwa darah yang ia campur pada minuman Nathan berfungsi untuk mempercepat kembalinya ingatan Nathan. Karena darahnya dengan Andrew berbeda, darah yang diberikan Andrew adalah darah untuk memulihkan tubuh Nathan yang lemah.


...**...


...\=\=\=•MISTAKES•\=\=\=...


...**...


____


Selesainya makan malam, mereka pergi ke perpustakaan mini dirumah Andrew. Mereka membaca buku diiringi candaan sesekali. Hampir satu minggu Nathan menjadi teman mereka, mereka tampak seperti keluarga dengan saling menjaga.


Awalnya mereka tidak tahu siapa Nathan sebenarnya dan berpura pura seolah mereka mengenalnya.


Suatu hari, Andrew menjelaskan pada mereka bahwa Nathan memang bukanlah saudara Andrew dan bukan manusia biasa sepertinya dan Ella.


Andrew tidak tahu pasti siapa Nathan sebenarnya, yang ia tahu Nathan belum mengenali jati dirinya yang asli.


setelah mendengar pengakuan Andrew Ella dan si kembar awalnya keberatan jika Nathan diangkat menjadi saudara Andrew. Karena mereka takut jika Nathan sebenarnya orang jahat, Andrew akan dalam bahaya.


Namun beberapa hari yang lalu saat mereka mengunjungi rumah Andrew ibu Andrew meyakinkan bahwa Nathan orang yang baik. Karena itu sekarang mereka percaya dan berteman dengan Nathan seolah tidak ada apa apa diantara mereka.


...**...


...\=\=\=•MISTAKES•\=\=\=...


...**...


Didepan sebuah rumah dua orang pemuda baru saja turun dari mobilnya.


"Sebenarnya apa sih yang dipikirkan ibu, membiarkanmu pergi hah?" Ucap Arga sepupu Alex.


Hari ini mereka pindah kesini karena saran dari ibu Arga. Pada awalnya Alex ingin pergi sendiri dan pindah sekolah disini sendirian. Hanya saja bibinya menyarankannya untuk membawa Arga pindah bersamanya, agar ada yang membantunya.


Bukannya membantu, Arga selalu saja mengeluh pada Alex, dari hal kecil seperti kenapa Alex malah membawa pohon kaktus miliknya. Dan sekarang ini Arga sedang mengeluh bagaimana bisa ibunya menyarankan keponakan kesayangannya ini untuk pindah kesini dan tinggal sendirian.


Arga mengeluh tanpa memerhatikan sekitarnya, bukannya Alex pindah juga bersama dirinya bagaimana bisa dia berpikir bahwa Alex sendirian? Entah lah.


Dan yah, padahal saat Alex berkemas dan dirinya rebahan, ibunya tidak menyuruh Arga untuk pindah. Tapi saat Alex baru saja akan pergi, ibunya berubah pikiran dan membuatnya ikut kesini.


Alex hanya diam menanggapi keluhan kakak sepupunya ini. Arga hanya bersikap dewasa jika ada orang lain diantara mereka kecuali orang tuanya. Sikap Arga yang terus mengeluh ini ditujukan hanya pada Alex adiknya.


Karena jika itu orang lain, dia hanya bersikap dewasa dan acuh. Jika orang lain melihatnya mungkin mereka akan berpikir bahwa sosok yang sedang mengeluh ini sama sekali berbeda dengan sosok sebelumnya.


Mereka akan berpikir bahwa Arga memiliki dua kepribadian atau berpikir bahwa ada yang menyerupai Arga.


Setelah mengurusi kepemilikan rumah ini, mereka segera membersihkannya. Mereka hanya berniat menempati rumah ini sementara waktu, selama mereka mencari seseorang. Arga membawa barang barang mereka masuk, dan Alex yang membersihkan debu.


*Wusssh*


Dalam sekejap debu diruang itu bersih, dengan angin kencang yang datang tiba tiba. Angin itu membersihkan debu dirumah itu, sehingga Alex tidak perlu repot repot menyapu atau mengelapnya. Karena itu Alex membantu Arga memasukan barang barang mereka kedalam rumah dan menatanya.


"Selesai...." Ucap Alex setelah dirasa tempat tinggal nya kini lebih layak dibanding rumah berdebu yang mereka lihat pertama kali.