Mistakes

Mistakes
Jurang kematian



.


Setelah memaksa Mega untuk mengantarnya, kini Arga dan Mega tiba disebuah tempat didalam lautan. Tempat itu sunyi dan menyeramkan, didepan mereka terdapat lubang besar menganga yang disebut sebagai jurang kematian.


Selama ini siapapun yang jatuh kedalam jurang kematian tidak akan selamat.  Alasan itulah yang membuat Mega tidak mau mengantarkan Arga ketempat ini. Tetapi sebesar apapun Mega menolak, Arga akan terus memaksanya dan menjadikan Andrew sebagai alasan.


Beberapa hari ini, Mega baru saja menyadari dengan adanya Andrew disisinya membuat dirinya tidak memikirkan kesedihannya. Dan menyadari bahwa sakit hati, bukanlah akhir dari kisah cinta melainkan awal dari kisah baru.


Walaupun sekuat apapun orang yang dihukum dijurang itu, akan tetap merasakan siksaan yang tidak terduga.


Bagaimana mungkin Mega membiarkan Andrew terlibat dalam masalah yang sama sekali tidak diketahuinya? Sebagai mermaid penjaga jurang kematian selama bertahun tahun tentu saja dia mengetahui beberapa cerita mengenai jurang itu .


Selain fakta bahwa jurang itu adalah hukuman terberat bagi makhluk laut. Karena setelah mereka terbuang kedalam jurang itu, tubuh mereka akan memisahkan seluruh pikiran jahat mereka dari tubuh mereka.


Dan siksaan lainnya, sampai akhirnya hanya menyisakan jeritan jeritan kesakitan.


Karena itulah lubang besar itu disebut sebagai jurang kematian. Ada cerita lain dibalik jurang kematian, yaitu adanya tempat yang dicari Arga. Didalam sana terdapat sebuah tempat misterius yang konon berhubungan dengan jurang penyiksa.


Royal seven tears mermaid, adalah kerajaan yang menjadi misteri bagi para mermaid. Banyak cerita mengatakan bahwa gerbang kerajaan itu berada didalam jurang penyiksa.


Tentu saja tidak banyak yang tahu cerita ini dan yang mengetahuinya, pasti juga mengetahui fakta lain dari tempat itu.


Awalnya Mega setuju membawa Arga, hanya karena ingin memberitahunya bahwa tempat yang dituju Arga berada didalam jurang penyiksa. Tidak mungkin baginya untuk kesana, tetapi siapa sangka bahwa Arga memiliki tujuan lain dibaliknya.


Mega benar benar tidak mengerti apa yang dipikirkan Arga, selama ini dia melihat bahwa Arga sangat menyayangi Alex yang ternyata adalah sepupunya.


Tetapi saat Arga berbicara pada nya bahwa dia harus membawa Zevan dan Alex untuk berada disana, membuat dirinya tidak yakin apa yang akan dilakukan Arga selanjutnya.


"Lubang itu begitu besar dan menyeramkan.....Memang pantas disebut sebagai jurang kematian" ucap Arga tiba tiba.


"Tetapi...., sepertinya jurang ini tidak ada apa apanya dengan siksaan dikerajaan tujuh air mata mermaid" raut wajah Arga berubah menyeramkan.


"A-apa?"


Mega terkejut dengan apa yang dikatakan Arga. Dia saja sama sekali tidak mengetahui lebih jauh tentang kerajaan itu, sebenarnya siapa Arga?


Mega sama sekali tidak menyangka bahwa dibalik wajah Arga selama ini hanyalah sebuah topeng sirkus yang selalu dia pakai.


"Ambil langkah selanjutnya, kau.....pergilah kekerajaan mermaid bagian barat. Disana kau akan menemukan mereka, dan bawa mereka padaku"


"Ta-tapi...."


"Tidak ada waktu lagi, cepatlah!!!"


Arga yang sekarang berada didepan Mega, benar benar sosok yang menyeramkan. Meski Arga terlihat lebih tampan, tetap saja tidak sebanding dengan aura yang menyeramkan yang ditunjukan Arga padanya.


"Ba-baik...."


***


Cukup lama Mega berenang, dan akhirnya dia tiba juga ditempat yang dia tuju. Kerajaan mermaid bagian barat dimana Zevan dan Alex berada.


Sebagai seekor mermaid penjaga tidak perlu baginya harus bertarung dengan gurita penjaga gerbang kerajaan ini.


Gurita itu akan dengan senang hati membukakan pintu baginya. Tetapi kedatangan Mega ke kerajaan ini, juga merupakan keanehan.


Karena mermaid penjaga hanya mengunjungi kerajaan mermaid lain, jika penduduk dikerajaan itu melanggar hukum yang dia tetapkan.


"Apa yang  anda inginkan, master?" Seekor kuda laut yang sama yang menemui Zevan dan Alex, bertanya pada Mega.


Gurita mengundurkan diri membiarkan temannya mengantarkan mermaid penjaga kedalam kerajaan.


     


.


————


.


Didalam ruangan, cahaya dari tubuh Alex perlahan menghilang. Dan cahaya itu membentuk gelembung untuk membungkus princes Xera yang masih dengan tenang terbaring disana.


Penampilan Alex perlahan berubah, dan lebih menawan. Siapapun yang melihat Alex saat ini, mungkin mereka tidak akan percaya bahwa orang yang mereka lihat adalah Alex.


Kaki nya berubah menjadi ekor mermaid, dengan warna berbeda dari sebelumnya. Warna ekornya sekarang berubah menjadi hijau, yang menandakan kehidupan.


Dan matanya berubah menjadi warna merah yang menawan. Aura kuat disekelilingnya yang membuatnya tampak menyeramkan.


Diluar kamar, Zevan berdiri didepan pintu dengan gelisah. Setelah menanyakan pada raja Xin dimana keberadaan Alex, dia segera berlari kesini dan berusaha membuka pintu. Namun pintu ini bukan hanya terkunci tapi juga tersegel oleh kekuatan yang bahkan Zevan sendiri tidak bisa memecahkan nya.


Begitu juga Ariel yang datang menghampiri Zevan  dan menanyakan kabar Alex. Perasaan gelisah menyelimuti Ariel dan Zevan diluar pintu. Sedangkan orang orang lainnya hanya diam sembari bertanya tanya dalam hati mereka:  'Sebenarnya apa yang terjadi?'.


"Arrhhhgggg"


Teriakan seorang wanita terdengar dari dalam kamar princes Xera.


"A-apa yang terjadi?"


Sosok wanita dengan pakaian berwarna hitam muncul dari belakang mereka. Sosok itu membawa sebuah senjata miliknya yang berbenntuk sabit, yang membuatnya tampak menyeramkan.


Sosok itu tidak lain adalah mega sang mermaid penjaga. Kedatangan mermaid penjaga secara tiba tiba, membuat suasana disana tampak menegangkan.


Raja Xin sebagai raja dikerajaan ini cukup gelisah dengan kedatangan Mega, dia takut bahwa Mega datang untuk membawa seseorang dari kerajaannnya untuk dihukum.


Saat Zevan menoleh kebelakang dia sama sekali tidak terkejut dengan kedatangan Mega, dia hanya terkejut dengan penampilannya. Mega yang cukup menarik disekolah ternyata adalah sosok menyeramkan didalam lautan.


"A-alex...dia..." ucap Zevan masih dengan wajah khawatir nya.


"Ada apa dengannya?"


"Bisa kau buka pintu ini Mega?"


Mega mengangguk dan maju untuk membuka kamar itu. Dengan senjata miliknya yang berbentuk sabit dengan aura yang menyeramkan, pintu yang tadinya tidak bisa dibuka akhirnya terbuka perlahan.


Memperlihatkan dua tubuh yang lemah terbaring dilantai. Penampilan dua sosok itu tampak menakjubkan dari sebelumnya. Alex yang sedari tadi menggunakan semua kekuatannya, terbaring dilantai karena kehabisan seluruh energinya.


Dia pingsan masih dengan ekor hijaunya yang menawan. Saat Zevan melihat Alex kehabisan tenaga, dia langsung menggendongnya dan meminta pada raja xin sebuah kamar kosong untuk membaringkannya.


Sedangkan princes Xera segera dibaringkan diranjangnya untuk segera diperiksa oleh tabib kerajaan. Semua orang tampak kebingungan dengan semuanya, termasuk kejadian yang tidak mereka lihat dengan mata mereka.


Cahaya yang menyebar keseluruh kerajaan, adalah cahaya ajaib yang membuat takjud seluruh makhluk. Termasuk Mega yang sedang mengunjungi kerajaan ini.


Saat semua orang sibuk dengan keadaan princes Xera, Mega memilih pergi dan mencari keberadaan Zevan dan Alex.


Disisi lain dia benar benar takut Arga membunuh mereka, tapi dia juga takut Andrew terkena imbasnya. Mungkin jika dia bisa, dia akan mengorbankan dirinya nanti demi keselamatan Alex dan Zevan.


'Maafkan aku Alex, Zevan. Aku pengecut dan penghianat'