Mistakes

Mistakes
First love Andrew



Yah, tidak diragukan lagi untuk Leo yang mempunyai penggemar banyak yang begitu sensitif pada hal yang menyangkut idola mereka.


Saat hari valentin tiba, meja dikelas Leo yang biasa ditempatinya akan penuh dengan coklat coklat manis yang bahkan Evo sama sekali tidak pernah mendapatkannya dari siapapun.


Ivo sebagai saudara yang baik menyatukan tangannya dan tersenyum untuk memberi maaf atas nama adiknya. Saat pandangan para gadis gadis itu teralihkan, Evo yang diam saja merasa sangat sakit dibagian belakang kepalanya. Dia melihat kearah kakaknya, dan tersenyum bodoh.


"Apa kau tidak takut pada mereka, Vo ? Bagaimana jika mereka membully mu setan kecilđź’˘." Ucap Ivo menasehati adiknya setelah menepuk kepalanya dengan buku yang dia pegang dengan keras.


Biasanya, Ella yang melihat si kembar bertengkar akan selalu tertawa. Namun, kali ini berbeda dia memilih menatap kearah Andrew yang masih terlihat gugup.


"Apa yang kamu maksud, apakah itu benar Nathan?" Tanya Ella setelah cukup lama diam sembari memandang Andrew.


Pertanyaan Ella ditujukan pada Nathan namun pandangannya ia kunci pada Andrew. Sedangkan yang ditatap masih bereaksi sama, Andrew masih terlihat gugup dan butiran keringat terlihat di dahinya.


"Dasar sombong." Ucap Evo tiba tiba, entah ditujukan untuk siapa.


"Siapa yang kamu sebut sombong Vo?" Tanya Ivo pada adiknya.


"Lihat Leo, dia benar benar takut kalah tampan dari Nathan cih....Tapi dengan Andrew dia benar benar sombong memangnya siapa dia? Pangeran?" Ucap Evo dengan nada kesal yang masih saja membahas tentang Leo.


"Kenapa kau masih membahasnya sih ? Kau ingin ditatap oleh gadis gadis itu lagi hmm ? Dan Evo, bukannya Leo memang benar benar pangeran yah." Ucap saudaranya kesal menanggapi Evo.


Apa yang diucapkan kakaknya memberi tamparan keras padanya, dia sedikit malu dan berusaha mengalihkan perhatian.


"Hehehe.... Oh iya Nathan, kenapa kau diam... Jawablah pertanyaan Ella..." Evo yang takut dimarahi lagi oleh kakaknya meminta Nathan untuk segera menjawab pertanyaan dari Ella.


Ivo yang tahu gerak gerik adiknya tidak membahas lebih jauh dan memilih menatap Andrew.


"Apa yang dikatakan Nathan itu kebenaran kan Drew?" Tebak Ivo pada Andrew.


Ella yang sejak tadi tidak memperdulikan si kembar kini mendengar ucapan Ivo, ia sedikit terkejut. Karena temannya ini bukan hanya jenius tapi pintar dalam tebak menebak.


"Yang mau dikatakan Nathan tadi adalah foto Mega yang ada di ponsel kamu kan?" Tebak Ivo yang sudah mengetahui kebenarannya.


"Tatapan Andrew ke Mega itu gak bisa bohong, benar kan Nathan?" Ucap Evo kali ini menanggapi ucapan kembarannya sembari bertanya pada Nathan.


"Bagaimana kalian tahu itu?" Tanya Ella pada si kembar.


Evo yang mendengar pertanyaan Ella mengangkat wajahnya dengan bangga sembari menjawab.


"Tatapan Andrew pada Mega itu berbeda jika kalian memperhatikannya. Masalah Ivo tahu itu atau tidak aku tak peduli."


Ella mengangguk, tanda mengerti apa yang diucapkan evo.


"Nathan bertanya padaku tadi saat kalian bercanda. Katanya, jika seseorang menyimpan foto orang lain bukankah tandanya jika orang itu mencintai orang yang berada difoto itu. Meski Nathan tidak menyebutkan nama orang itu, bukankah Nathan hanya mahasiswa baru disini.


Dan yang dekat dengan Nathan pasti hanya orang yang dikenalnya, sedangkan di kampus ini hanya Andrew yang dia kenal sebelum kita. Bukankah itu menunjukkan bahwa Andrew lah orang itu?" Ucap Ivo jelas menyambung ucapan dari adiknya.


"Sial, kalian benar benar hebat." Ucap Ella sedikit heboh sembari menunjukkan kedua kedua jempolnya pada si kembar diiringi tawa kecil dari mereka.


"Hmmm...Aku memang tidak bisa berbohong pada kalian." Ucap pasrah Andrew yang mengetahui dirinya tertangkap basah menyukai mahasiswi populer itu.


Tak terasa waktunya jam kelas dimulai, mereka pergi ke kelas masing masing. "Ingat Andrew jangan lupakan kami jika sudah jadian ya......." Teriak Ella yang sudah cukup jauh dari nathan dan Andrew.


Si Kembar yang mendengar teriakan Ella segera lari dari samping Andrew dan menyusul Ella. Nathan yang melihat kelakuan Ella dan si kembar hanya tersenyum tipis dan mengajak Andrew segera memasuki kelas.


...**...


...\=\=\=•MISTAKES•\=\=\=...


...**...


Ella dan si kembar yang berada dikelas yang sama kini duduk bersebelahan dengan Ella disamping Ivo. Meski jam kelas sudah dimulai, dosen dikelas mereka sama sekali belum datang ke kelas.


"Hei..hei....Vo... Evo." Panggil Ella menepuk pundak Evo yang sedang menatap bukunya.


Evo gemar membaca buku yang romantis bahkan di kamarnya terdapat lemari khusus untuk menyimpan bukunya. Dia yang memiliki selera berbeda dengan kakaknya. Sempat memaksa Ivo untuk membaca buku buku miliknya agar tidak terlalu tenggelam pada buku kuno.


Bukan hanya mendapat tolakan dari Ivo, tapi juga buku yang diberikannya pada Ivo hampir saja dibakar olehnya jika dia tidak berhenti mengganggu Ivo. Sejak saat itu Evo tidak ingin memaksa kakak nya untuk membaca buku miliknya lagi.


Evo yang merasa terpanggil menoleh kesamping dan melihat Ella disamping kakaknya.


"Evo duduk lah di sampingku, ada yang akan kita bicarakan." Ucap Ella yang terlihat bahagia.


Banyak mahasiswa yang melihat kearah mereka dengan pandangan aneh. Karena biasanya Ella tidak akan membicarakan hal hal yang tidak berguna apa lagi dengan nada yang bahagia.


Jadi menurut mereka mungkin Ella mendapat buku kuno atau sudah menemukan hal hal langka. Ivo yang mengerti maksud ucapan Ella segera menukar tempat duduk miliknya dengan Evo.


"Apa.... ?" Ucap Evo yang kini sudah duduk disamping Ella.


"Menurutmu apakah pasangan Andrew dan Mega cocok ?" Bisik Ella pada Evo.


"Hmm..... " Saat Evo masih berpikir sembari tersenyum kecil, Ivo melemparkan buku miliknya pada Ella.


"Bukankah kau sama sekali tidak peduli pada sekitar? Lalu apa ini, kenapa tiba tiba berubah ? Berhentilah membicarakan Andrew, dosen hari ini sudah dekat dengan pintu."


Ucap Ivo menghentikan pembicaraan adiknya dengan Ella, tidak lama setelah ucapannya selesai, benar saja dosen yang dimaksud benar benar datang.


Disisi lain dimana Andrew dan Nathan berada, mereka sedang sibuk mengikuti kelas yang diajarkan dosen. Kelas kali ini begitu hening karena yang mengajar didepan sana adalah bu Margaret salah satu dosen yang banyak ditakuti oleh mahasiswa di kampus ini.


"Mega.... " Panggil bu Margaret yang memecahkan suasana hening dikelas. Mega yang mendengar dosen itu memanggilnya segera mengalihkan perhatiannya.


"Apa yang kau lihat, kenapa terus menatap kearah dia Mega.... ?"


Ucap margaret dengan aura tegasnya yang khas sembari menunjuk kearah seseorang yang sejak tadi diperhatikan oleh Mega.


Sedangkan yang sudah tertangkap basah sedang memperhatikan seseorang dengan gugup meminta maaf pada Margaret yang sedang mengajar. Tampaknya Margaret melihat wajah baru hari ini dan bertanya padanya.


"Siapa kau nak, kenapa begitu tampan?Pantas saja Mega terus menatap ke arahmu, apakah kamu mahasiswa baru ?"


Ucap Margaret dengan lembut berbeda dengan nada khas miliknya seolah yang sekarang sedang bertanya bukanlah sosok Margaret.


"Nathan, mahasiswa baru dikelas ini." Ucap sosok yang sedari tadi diperhatikan oleh mega.


Margaret yang mendengar itu menganggukkan kepalanya dan kembali mengajar. Andrew yang mendengar ucapan Margaret sebelumnya menundukkan kepalanya.


Dia berpikir dalam hati 'Sepertinya memiliki seseorang yang sama sekali tidak melihat kita hanyalah sebuah mimpi.'


Nathan yang mengerti suasana hati Andrew segera menenangkannya. "Apa kau khawatir? Tenanglah, aku tidak akan menyukai seseorang yang sudah memiliki orang yang sangat mencintainya."


Dia yang mendengar ucapannya menatap Nathan dan kembali memperhatikan kedepan dimana bu Margaret masih mengajarkan materinya hingga jam kelas berakhir.


...**...


...\=\=\=•MISTAKES•\=\=\=...


...**...


Mega yang sudah tertangkap basah oleh bu Margaret karena tidak fokus pada kelasnya dan malah memperhatikan Nathan dihukum oleh Margaret. Sepulang sekolah Mega diharuskan pergi ke perpustakaan dan mengambil buku buku yang diperlukan oleh Margaret.


"Ishhhh....Kenapa bisa kau terus memperhatikan Nathan sih Mega ?" Ucap salah satu teman Mega yang ikut membantunya bernama Bintang.


"Huhh....Bagaimana mungkin aku tidak memperhatikannya? Dia terlalu tampan untuk diabaikan...." Ucap Mega sembari tertawa kecil.


"Ya setidaknya kamu tahu lah siapa yang akan mengajar selanjutnya Mega yang cantik..... " Ucap temannya yang berada disamping Bintang.


Dia gemas dengan tingkah Mega. Jika dari awal Mega tidak mengabaikan kelas bu margaret, mungkin mereka tidak akan berakhir seperti ini.