
____
Didalam kamar Alex, suasana canggung tiba tiba menyelimuti mereka yang berada disana. Dua orang yang saling menatap dengan tatapan berbeda makna. Yang satu menatap tajam seolah menganggap orang yang dia tatap adalah seorang musuh yang sangat dibencinya.
Sedangkan yang lainnya mempunyai ekspresi serius diwajahnya dan menatap tepat dimata orang yang menatap tajam padanya. Leo yang tidak tahan dengan suasana canggung ini berpura pura batuk untuk mengakhirinya.
"Uhuk...uhuk...." Pandangan semua orang kini beralih pada Leo termasuk kedua orang yang saling menatap. Semua orang yang berada disana kecuali Alex dan Zevan memberi uplous didalam hatinya untuk Leo yang telah mencairkan suasana.
Zevan yang akhirnya sadar keberadaan orang lain selain keluarga Alex dan dirinya menghela napas kasar. Dia tidak pernah menyangka bahwa dia harus mengungkapkan semuanya didepan orang yang tidak begitu dikenalnya.
"Kau harus menyelesaikan apa yang kau mulai..........Menikahlah denganku"
Zevan dengan pesonanya yang bijaksana seolah meracuni seluruh saraf orang lain. Mereka hanya diam tidak berusaha momotong ucapan Zevan.
Mereka pikir, kedatangan Zevan kesini akan menyelesaikan masalah tapi apa ini? Kenapa Zevan mengajak Alex untuk menikah dengannya?
"Jangan bercanda Zevan.....Apa ini ayah....Ibu..."
Alex tidak menerima kenyataan ini, berusaha menggali alasan dibalik ucapan Zevan. Dia tidak menerima semua ini, bukan karena Zevan adalah seorang pria seperti dirinya.
Dia tidak pernah berpikir untuk menentukan type pendampingnya, dia hanya memegang keyakinannya bahwa dia akan menikah dengan orang yang mencintainya dan dia cintai.
Bagi seorang element, sumpah pernikahan bukanlah hal yang sederhana. Tidak bisa diremehkan ataupun diabaikan oleh mereka. Karena mereka adalah sosok yang setia, mereka hanya akan menikah dengan satu orang yang menurut mereka adalah takdir mereka.
Berbagi semua masalah dari penderitaan dan juga kebahagiaan. Jika ada diantara mereka yang serakah menginginkan orang selain takdirnya, akan merasakan konsekuensinya sendiri. Entah itu penyiksaan batin ataupun fisik mereka nantinya.
Karena itu, mereka hanya bersikap setia pada pasangan mereka. Tidak bisa menganggap pernikahan hanya sebuah sumpah antara dua insan yang tidak penting. Kedua orang dua Alex jelas mengetahui itu, tapi bagaimanapun takdir alex membawa Zevan padanya.
***
Zevan yang tidak mengerti sama sekali arti pernikahan didunia elemental hanya menjelaskan apa yang harus dijelaskan tentang dirinya. Dia menjelaskan semuanya pada ayah Alex dan lainnya.
Dari saat dirinya masih berumur 17 tahun yang akan dinikahkan dengan peri dari lembah mimpi yang cantik. Peri cantik itu bernama Alice, seseorang yang lembut dan lugu. Tepat saat hari pernikahannya tiba Zevan berjanji dan bersumpah untuk menjaga kesuciannya didepan ayahnya dan kaum kaumnya.
Dan dia juga mengutarakan isi hatinya bahwa ia hanya akan menikahi seseorang yang juga sama menjaga kehormatannya. Tepat disaat Zevan selesai mengucapkan sumpahnya ayah dari calon pengantin Zevan yang merasa terhina membantalkan pertunangan putrinya dan Zevan yang hanya tinggal satu langkah menuju jalan selanjutnya.
Setelah kejadian itu banyak rumor tersebar bahwa calon pengantin Zevan bukanlah sosok yang pantas bersanding disisi Zevan. Mereka beranggapan bahwa peri cantik itu kemungkinan sudah memiliki kekasih dan tidak ingin bersama dengan Zevan yang sama sekali tidak dicintainya.
Namun, kebenaran dibalik semuanya adalah karena ulah dari kaisar Daniel sendiri. Kaisar Daniel sebenarnya menjanjikan pernikahan peri cantik itu pada Zevan, hanya untuk dinikahkan dengan putranya yang lain.
Zevan berusaha menolak sebelum dia bertunangan dengan Alice. Tapi, ayahnya menyarankannya untuk diam dan menunggu hari yang tepat untuk membatalkan pertungannya didepan semua kaumnya.
Ayah dari Alice sebenarnya tidak peduli dengan kebahagaian putrinya. Karena itu dia menyetujui siasat kaisar Daniel untuk menikahkan putranya yang lain dengan putrinya. Pernikahan Alice dengan kakak dari Zevan dilangsung secara rahasia tepat setelah Zevan memutuskan keputusannya. Dan tidak banyak diketahui oleh orang luar.
Sejak saat itu, Zevan memilih untuk tidak mencari calon pendamping untuk kedepannya karena dia tidak ingin menjadi piont dari ayahnya untuk menikahkan kakaknya dengan orang lain.
Tepat disaat dia berusia dua puluh tahun, dia menggantikan ayahnya sebagai kaisar dan mengumumkan bahwa dia hanya akan menikah dengan orang yang dia pilih. Seperti dalam sumpahnya tiga tahun lalu bahwa dia akan menikah dengan orang yang juga menjaga kesuciannya.
"Jadi kau benar benar harus menikahi adiknya Arga?" tanya Pure setelah Zevan menyesaikan ceritanya.
Sedangkan Alex dibujuk ibunya untuk menerima nya, karena semua itu dimulai olehnya. Dia tahu bahwa dalam hati anaknya dia hanya ingin menyelamatkan Zevan dengan membuka segel kekuatannya. Dan tidak mengetahui bahwa Zevan akan bertambah kuat dari sebelumnya.
Sekeras apapun Alex menolak dia tetap dihadapkan pada kenyataan bahwa ibunya bangun dari koma setelah dia menyelamatkan Zevan. Jika saat itu Alex ragu dan tidak membantu Zevan mungkin dia tidak akan bertemu dengan ibunya.
Kedua orangtua Alex bukan menyerahkan begitu saja Alex tanpa melihat kebahagiaannya. Tapi mereka juga mempertimbangkan konsekuensi yang dialami anaknya.
"Pertimbangkan ini Raven, ayah tidak ingin melihat kamu menderita lagi. Setelah pernikahan berlangsung siksaan itu tidak akan datang karena tubuh kamu sudah bisa menerima semuanya"
Untuk meringankan penderitaan anaknya, ayah menasehati Alex untuk memilih karena bagaimanapun itu adalah masa depan anaknya.
"Baiklah siapkan semuanya malam ini"
Setelah cukup lama berdebat dengan hatinya dan mempertimbangkan baik dan buruk pernikahan ini, Alex memutuskan untuk menerimanya. Dia menyuruh Zevan untuk menyiapkan semuanya malam ini, dan masalah baju pernikahan dan lainnya Alex hanya mengikuti.
Keputusan Alex hanya terjadi beberapa detik didepan mereka yang melihatnya. Mereka yang mendengarnya terkejut dan hanya berkata pada hati mereka tanpa mengungkapnya.
"Apa kau benar benar percaya pada Zevan, Raven?" Berbeda dengan Arga yang meragukan semuanya, dia menanyakan langsung pada Alex.
"Tapi Raven, pernikahan bukanlah main main untuk kita. Kita tidak bisa melanggar sumpah pernikahan walaupun kita menginginkannya. Jika kau ragu, ungkapkan sekarang sebelum semuanya terlambat" Sambung Arga.
"Takdir yang membawa ku untuk membantunya, tapi siapa sangka bahwa takdir juga membawaku pada takdirku" Ucap Alex dengan tegas pada Arga. Arga mendengarnya menghela napas kasar.
Leo, temannya, dan Andrew tidak bisa menjelaskan suasana seperti apa saat ini. Waktu berlalu dengan cepat didepan mereka.
"Baiklah, aku dan Andrew akan pulang untuk menyiapkan semuanya. Dan ingat pernikahan ini aku tidak memaksamu, baik?"
Zevan menarik Andrew pergi dari rumah itu dan kembali. Baru saja Zevan keluar dari pintu dia kembali kekamar dan menyerahkan sebuah kertas pada Arga.
"Jika kalian sudah siap, kalian pergilah kemansion ini"
Leo dan teman temannya yang sudah tidak memiliki urusan menatap orang tua Alex dengan canggung. Mereka ingin segera pulang kerumah mereka untuk mencerna apa yang baru saja terjadi didepan mereka sejak mereka memasuki rumah ini
"Salam paman....Bibi.....Sepertinya kita juga harus pergi..." Ucap mereka bersamaan.
Baru saja mereka hendak beranjak pergi, ayah Alex memanggil mereka kembali. "Apa kalian teman dari anak kita? Kenapa tidak datang nanti malam bersama kami?" Ajak ayah Alex yang mengira bahwa Leo dan yang lainnya adalah teman dari Alex.
"Kenapa harus mengajak mereka paman?"
Arga tidak setuju dengan ucapan paman nya, dia sudah beberapa hari berusaha menghindar dari Leo. Tapi pamannya malah mengajaknya menghadiri pernikahan Alex malam ini.
"Eee...tidak perlu mengajak kita paman, kita tidak sedekat itu dengan anak kalian" Ucap canggung Pure.
Sebenarnya dia ingin sekali melihat pernikahan itu, tapi dia juga merasa tidak enak dengan kedua orang tua Alex. Ayah Alex bersikeras untuk mengajak mereka sampai akhirnya mereka menerima ajakannya
"Baiklah, kalian pulanglah dulu. Jangan lupa datang kerumah ini lagi dan berangkat bersama kita"
Leo dan yang lainnya menggangguk dan pamit untuk pulang. Mereka pulang kerumah masing masing untuk bersiap menghadiri pesta pernikahan Zevan dan Alex.