
sepulang sekolah, Alex dan arga memilih berjalan jalan disekitar kota dan menemukan sebuah toko antik dipinggir jalan. saat keduanya masuk, pemilik toko tampan menatap mereka dan menghampiri.
"Sepertinya aku tahu apa yang ingin diinginkan kalian."
Pemilik toko menyodorkan sebuah kalung dengan liontin kelelawar yang cukup tua. liontin milik kaisar yang hilang.
"Bagaimana kau punya ini tuan?"
"Ambillah, kalian pasti akan membutuhkannya."
Sore ini, Andrew dan Nathan baru saja selesai kuliah dan ingin pulang. Namun, Saat mereka keluar dari area kampus, seperti ada sosok yang memperhatikan mereka dari jauh. Sosok itu terus memperhatikan mereka sejak mereka masih berada diparkiran.
Andrew dan Nathan melihat sekeliling namun tidak menemukan sosok yang memperhatikan mereka. Andrew yang penakut berusaha tidak menghiraukannya dan pulang bersama Nathan.
Saat mereka berdua melewati jalan yang sepi, angin disekitar mereka tiba tiba menjadi kencang. Yang membuat Andrew menghentikan motornya dengan tiba tiba. Saat angin itu perlahan menghilang, mereka melihat dua sosok asing jauh didepan mereka.
Salah satu dari sosok itu mengatakan: "Akhirnya aku menemukanmu, yang mulia .....tercinta." Ucap sosok itu diiringi tawa sosok lain yang berada disampingnya.
Andrew yang ketakutan turun dari motornya dan berdiri dibelakang Nathan sembari memeluknya. Andrew yang tersadar betapa sensitifnya saudaranya ini, perlahan melepas tangannya dengan takut. Namun ucapan Nathan menghentikannya dan membuat pelukannya bertambah erat.
Sosok yang baru saja menyapa mereka, perlahan melangkah maju kearah mereka. Meski wajahnya tertutupi jubah miliknya, suaranya tidak bisa berbohong bahwa dia adalah sosok yang cantik dan anggun. Namun dimata Andrew saat ini sosok wanita ini, sosok yang licik dan kejam.
Karena itu dia bertanya pada Nathan apa kah Nathan mengenal mereka. "Nat...., a-apa kau mengenal me-reka?" Tanya Andrew dengan nada ketakutan.
Nathan menggelengkan kepalanya dan memandang kedepan dimana satu sosok yang masih tertawa itu berada. "Siapa kalian? Apa urusannya denganku hah?" Tanya Nathan menatap kearah sosok itu.
Dalam sekejap sosok itu menghentikan tawanya, dan tiba tiba berada didepan Nathan. Sosok itu mencekik Nathan dan mendorong Andrew hingga terpental jauh kebelakang.
"Urusanku adalah dirimu." Ucapnya yang masih mencekik Nathan ditangannya.
Saat Nathan sedang berjuang melepaskan dirinya dari cengkeraman sosok jahat ini. Tiba tiba ada yang meraih tangan sosok jahat itu, dan memukulkan hingga cengkraman dileher Nathan terlepas.
Sosok dengan jubah abu abu yang menolongnya ini sedang berkelahi dengan sosok jahat itu. Sosok wanita yang datang bersama sosok jahat itu mendekati Andrew dan menguncinya.
Sosok berjubah abu abu menyuruhnya pergi, namun dia tidak bisa meninggalkan saudaranya yang masih di cengkraman sosok jahat itu. Andrew meyakinkan Nathan untuk pergi menyelamatkan dirinya sendiri dan akhirnya menurut, memilih berlari kedalam hutan.
Cukup lama sosok berjubah abu abu bertahan melawan sosok jahat itu, hingga aroma wangi tercium olehnya. Aroma itu membuatnya lengah dan mendapat pukulan yang membuatnya terpental dan terluka. Karena pukulan terakhir ini yang membuatnya tidak bisa bangun dan melawan sosok jahat itu lagi.
Dua sosok jahat itu pergi untuk mencari arah dimana aroma wangi itu berasal dan meninggalkan Andrew yang pingsan dan sosok berjubah abu abu yang terbaring lemah ditengah jalan.
Pertarungan mereka tidak mengundang makhluk lain karna jalan ini begitu sepi hanya beberapa rumah para serigala yang berusaha tidak ikut campur.
Sebenarnya mereka mendengar adanya pertarungan karena indra pendengarannya yang tajam. Tapi bagaimanapun juga mereka tidak bisa ikut campur seenaknya dan mengakibatkan nyawa mereka terancam.
Jam kuliah selesai, mahasiswa yang tidak ada kegiatan lain di kampus satu persatu pulang. Termasuk Leo, dia berada diparkiran menunggu teman temannya. Mereka dipanggil oleh dosen karena tidak mengerjakan tugas dijam terakhir.
Berbeda dengan Leo, meski dia juga mengabaikan kelas tetapi dia tidak akan melewatkan tugas. Karena itulah bukan hanya ketampanannya tapi juga dia terlihat rajin walau hanya tugas sih. Leo duduk dikursi kemudi didalam mobil miliknya.
Saat Leo memandang kedepan, pandangannya jatuh pada sesosok abu abu yang terlihat mencurigakan. Insting serigalanya memperingatkannya untuk waspada meski sosok itu belum tentu berbahaya.
Sosok itu mengawasi dua orang pemuda yang sedang menaiki motor mereka. Dua orang pemuda itu, adalah junior Leo yang cukup diperhatikan Leo akhir akhir ini.
Mereka adalah Andrew dan Nathan junior yang beberapa hari lalu berurusan dengannya. Sosok berjubah abu abu itu, mengawasi dan memperhatikan mereka hingga keluar dari kampus.
Karena Leo penasaran dengan sosok itu, ia mengikutinya dengan berlari dan meninggalkan mobilnya tetap di kampus. Leo tidak ingin membuat sosok itu curiga atas kehadirannya, karena itu dia berada jauh dibelakangnya.
Sosok itu terus mengikuti kepergian andrew dan nathan. Hingga mereka berdua berhenti ditengah jalan yang sepi, karena angin kencang yang datang tiba tiba.
Leo melihat dua sosok dengan jubah mewah, berdiri cukup jauh dari keberadaan Andrew dan Nathan. Salah satu diantara mereka mengatakan sesuatu pada dua pemuda itu. Dan perlahan mendekat, diiringi tawa sosok lainnya. Andrew yang ketakutan segera turun dari motor dan juga Nathan, perlahan mereka melangkah mundur.
Leo melihat sosok yang sedang tertawa menghentikan tawanya dan tiba didepan Nathan. Sosok itu mencekik Nathan dan mendorong Andrew dibelakangnya.
Leo hendak menolong mereka, mengurungkan niatnya karena sosok abu abu yang ia perhatikan kini juga ikut disana. Sosok itu mendorong orang yang mencekik Nathan, dia berusaha menolong mereka.
Sosok dengan jubah abu abu itu, sepertinya mengenal mereka dan berusaha menolong mereka. Karena itu Leo hanya diam dan memperhatikan mereka ditempatnya.
Satu sosok lainnya yang melihat temannya berkelahi dengan sosok berjubah abu abu segera pergi dan mengunci Andrew ditangannya.
Nathan yang berusaha kabur hampir membatalkan niatnya karena Andrew yang masih berada disana. Namun Andrew meyakinkan Nathan untuk segera pergi dan kabur dari sana.
Nathan yang diyakinkan Andrew segera pergi dan melarikan diri kehutan disamping jalan. Leo yang melihat Nathan kabur diam diam mengikuti nya. Saat Nathan sudah berlari cukup jauh kedalam hutan, dia memutuskan untuk berhenti.
Nathan berhenti, tidak sengaja kaki nya terpeleset dan membuatnya jatuh terpuruk. Kepala Nathan jatuh dan membentur batu didepannya yang membuat dahinya sedikit tergores.
Meski hanya goresan kecil, luka itu mengeluarkan darah yang memikat makhluk lain disekitar hutan. Darah yang wangi dan aroma yang begitu kuat dan lezat.
Leo yang melihatnya semuanya, terkejut dan menahan dirinya. Karena aroma dari darah Nathan membuatnya hampir tak terkendali. Sang alpha didalam dirinya ingin keluar mengambil alih, dan menghampiri Nathan.
Namun Leo menahannya dengan melukai tangannya, dan mencium aroma darahnya sendiri. Setelah Leo tenang dia memperhatikan Nathan kembali.
Disana dia melihat Nathan yang sudah dikelilingi banyak makhluk lain termasuk kaumnya. Pandangan mereka pada Nathan seperti melihat mangsa mereka.
Cukup lama posisi mereka seperti itu, hingga salah satu diantara mereka maju dan hendak menyentuh Nathan. Belum sempat dia menyentuh Nathan, dirinya terpental jauh kebelakang dan terluka parah.
Dua sosok tadi yang mengejar Nathan berdiri membelakangi Nathan, menghalangi pandangan makhluk lainnya. Mereka yang tersisa yang melihat teman mereka terluka parah, mengalihkan perhatiannya pada dua sosok itu.
Mereka marah dan menyerang mereka bersama sama, satu persatu diantara mereka jatuh dan terluka. Leo yang melihat itu, menyadari bahwa dua sosok itu memiliki identitas yang jauh dari yang ia pikirkan.
Kekuatan mereka cukup kuat melawan puluhan makhluk lainnya. Nathan hanya memandang bingung kearah mereka semua, yang tidak dikenalnya sama sekali.
Melihat itu Leo segera berlari menghampiri Nathan, dan membawanya pergi dari sana. Sebelum dua sosok jahat yang sedang sibuk mengalahkan puluhan makhluk lain menyadarinya.