
Di taman dekat kantin, ada Andrew, Nathan, dan tiga orang lainnya. Mereka adalah teman teman Andrew, Ella sikutu buku dengan kaca mata bulatnya. Ivo sigenius pendiam dan Evo kembaran Ivo pemberani dan berisik.
"Ini Nathan,...Hmm.." Ucap Andrew bingung saat ingin memperkenalkan Nathan pada teman temannya sembari menunjuk pada Nathan.
"Saudara Andrew." Ucap Nathan memotong ucapan Andrew yang kebingungan.
Andrew dan teman temannya yang mendengar ucapan nathan terkejut. Bukan karena Andrew tidak mau memperkenalkan Nathan pada mereka, hanya saja dia masih ragu apakah Nathan masih akan menganggapnya saudara jika suatu saat dia menemukan ingatannya kembali.
Entahlah yang pasti kali ini Ella dan yang lainnya menatap Andrew seolah mengatakan.
'Apakah yang dikatakan dia benar?'
Andrew yang mendapat tatapan itu hanya tersenyum bodoh dan mengangguk pada teman temannya.
Karena mereka tidak sekelas dengan Andrew, maka dari itu mereka tidak tahu apa apa soal Nathan. Bahkan kedatangan Nathan pagi tadi saja mereka tidak tahu, maklum saja semua teman Andrew hanya tertarik pada apa yang menarik untuk mereka.
Diantara mereka ada Ella, gadis cantik dengan kaca matanya yang hanya tertarik pada buku. Dan juga si kembar keturunan vampire-manusia yang tidak ingin ikut campur yang bukan urusan mereka. Jangankan teman populer, yang mengenal mereka saja bisa dihitung dengan jari.
Saat mereka mengetahui pria setampan Nathan saudara dari Andrew, mereka sedikit meragukannya. Karena itu mereka menanyakan pada Nathan.
"Apa kau benar benar saudara Andrew?" Tanya Ella pada Nathan dengan nada meragukan.
"Sejak kapan kau punya saudara Andrew?" Tanya sikembar bersama sama.
"Uhmm, apa kalian tidak mengenaliku? Lalu kenapa aku menjadi saudara Andrew?" Ucap Nathan seolah menjelaskan ada mereka bahwa Natha sama sekali tidak tahu apa yang terjadi.
Andrew yang mendengar ucapan Nathan menghela napas kasar dan memberi kode pada temannya untuk berpura pura. Karena melihat itu mereka akhirnya diam dan tidak bertanya lebih jauh pada Nathan dan Andrew.
"Hahaha, ayolah Nathan sebenarnya kita tau kalau kau saudara Andrew. Tapi karena Nathan tidak sekolah di kampus ini,membuat kita tidak mengenalinya."
"Uhmm... Kau benar benar tampan seperti yang dikatakan Andrew. Benarkan?" Anggukan dari si kembar melengkapi kebohongan mereka.
Yah, seolah mendapatkan sebuah teks naskah yang turun dari langit membuat ketiga temannya itu mengikuti alur naskah kebohongan.
Di Taman dibawah pohon itulah mereka bercanda disaat jam istirahat. Saat mereka asik bercanda datang empat sosok yang mereka kenal, Leo dan teman temannya. Mereka cukup terkenal dikalangan mahasiswa kampus karena mereka memiliki daya tarik sendiri.
Leo dia adalah seorang alpha keturunan kerajaan utara di kota ini dan termasuk alpha terhormat. Memiliki wajah tampan dan perut six-pack yang terpampang jelas karena dia mengenakan kemeja dengan bagian atas terbuka.
Pamer! Itulah yang dilakukan Leo. Sayangnya dia memang tampan dan tak bisa dibandingkan dengan Andrew ataupun teman temannya.
Saat Leo dan teman temannya menghampiri mereka, perhatian Leo tertuju pada Nathan yang lebih menonjol. Nathan memiliki ketampanan melebihi dirinya, yang membuat ia yakin ucapan temannya adalah kebenaran.
Saat akan pergi ke kafetaria, teman Leo juga juniornya yang bernama Vino menghampiri Leo dengan tergesa gesa.
"Leo...gawat...h..hh..." Ucap Vino dengan napas tersegal segal.
"Kenapa?" Jawab Leo yang melihat ekspresi serius temannya ini.
"Kenapa bodoh." kesal Pure yang melihat Vino terus mengambil napas dan membuat dia penasaran.
Ucap Vino dengan lancar, kelancaran ucapan Vino membuat Leo dan Pure melirik teman mereka yang berdiri membelakangi mereka, dia adalah Mark si penyihir.
Setelah mendengar apa yang dikatakan Vino, Leo sedikit terkejut dan melirik Mark. Mark yang tahu itu segera menggunakan kekuatan tongkat sihirnya pada Vino, dan membuat Vino menceritakan apa saja yang dilihatnya tanpa sadar.
Leo yang mendengar itu segera mengajak teman temannya untuk mencari orang yang bernama Nathan. Sudah sejak lama ia tertarik pada Mega, namun tidak pernah dianggap serius oleh Mega. Karena itu setiap ada orang yang membuat Mega tertarik langsung dihampiri oleh Leo, termasuk yang satu ini.
Setelah cukup lama mencari keberadaan Nathan dan Andrew yang dimaksud Vino, akhirnya mereka melihat empat mahasiswa yang sedang beristirahat di taman. Diantara keempat mahasiswa itu ada satu yang membuat pandangan Leo terkunci.
Yaitu sosok pemuda yang tampan dan aroma yang memikat disekitarnya. Leo menduga bahwa pemuda yang sedang ia perhatikan ini adalah pemuda yang menarik perhatian Mega, yaitu Nathan.
Leo menghampiri mereka dan masih menatap Nathan. "Apa kau Nathan?" Ucap singkat Leo pada sosok yang ia perhatikan ini.
Nathan yang merasa ditatap dengan pandangan seperti itu hanya menggumam sebagai jawaban.
"Hmm....." Andrew yang pada dasarnya takut pada senior berusaha menengahi mereka sebelum senior itu marah.
"Ma...maaf senior sepertinya ada kesalahpahaman." Ucap Andrew pada Leo.
"Salah paham apa nya hah! Jelas jelas Mega tertarik pada temanmu itu💢" Ucap Pure kesal pada juniornya.
Sebelum ia sempat mengucapkan kata manisnya lagi, pure sudah dihadiahi tendangan dari Vino. Pure mengaduh kesakitan dan menatap Vino dengan kesal. Leo yang mengetahui tingkah teman temannya tidak peduli dan lebih memilih menanggapi ucapan Andrew.
"Salah paham apa yang kau maksud hm?"
Andrew yang mendengar ucapan Pure dan Leo sedikit terkejut dan tidak ingin ikut campur.
Namun, yang menjadi sasaran senior senior ini adalah Nathan orang yang ia anggap saudara bagaimana mungkin dia tidak menolongnya.
"Soal Mega...Dia memang tertarik pada saudaraku Nathan. Tapi, Nathan tidak pernah tertarik padanya benar kan Nathan ?" Ucap Andrew sembari menyikut Nathan.
"Untuk apa aku tertarik pada orang yang dicintai saudaraku sendiri." Ucap acuh Nathan pada mereka, yang membuat Leo, Andrew dan yang lainnya terkejut. Mereka tahu bahwa saudara yang dimaksud Nathan adalah Andrew sendiri.
Andrew yang mendengar ucapan Nathan tentang dirinya menjadi gugup. "A...a..apa...yang kau maksud Nathan..." Ucap Andrew terbata sembari menatap Nathan dengan pandangan meminta penjelasan.
"Bukannya kau sendiri yang....." Ucap Nathan terpotong oleh Leo.
"Baguslah, terserah kau saja. Yang pasti jika saudaramu yang menyukai Mega tidak ada apa apanya dibanding dengan ku."
Ucapan terahir Leo sebelum meninggalkan mereka diikuti Vino, Pure dan Mark.
"Kau hanya takut kalah kan, dari Nathan ?apa sebegitu tidak percaya nya kau pada ketampananmu itu ?"
Teriak Evo kesal yang masih didengar Leo dan yang lainnya. Namun, mereka hanya mengabaikannya. Teriakan Evo bukan hanya didengar oleh mereka tapi juga oleh orang orang disekitar mereka, bahkan didalam kantin.
Leo yang begitu populer di kampus, mana mungkin tidak punya penggemar. Mendengar ucapan Evo yang menyinggung idola mereka, membuat para penggemar itu menatap tajam pada Evo seolah mata mereka mengatakan.
'Jika kau berbicara lagi kau akan mati.'