
Melihat diri ku berjalan bersama Roy , Marco segera turun dari mobil dan dia berjalan menghampiriku .
" Kamu kenal siapa dia ?".
Tanya Marco sambil matanya melihat ke arah Roy yang ada di samping ku .
" Tidak apa apa Beb... Dia teman sekolah ku.. "
Jawab ku kepada Marco .
Aku dengan cepat menggandeng tangan Marco , karena Aku tahu Marco akan Cemburu melihat diri ku berjalan bersama Roy .
" Alinda... ! Kamu jangan tinggalin Aku ! ingat status kamu adalah pacar ku saat ini , Kenapa kamu pergi bersama laki-laki yang lain , sedangkan aku disini adalah pacar mu !".
Roy berteriak kepada ku di hadapan Marco .
Kata-kata Roy seperti menusuk Jantungku tidak pernah aku sangka dia akan berteriak seperti ini kepada ku . Dia benar benar ingin menjatuh kan diri ku .
Marco yang mendengarnya langsung menarik lengan bajuku , dia memandangi wajahku dia ingin membuktikan Apakah Roy berbohong atau tidak , karena Roy terlalu berani berteriak seperti itu kepada ku dihadapan nya .
" Apakah benar yang dikatakan oleh bocah tengik itu ! Jawab saya.. ?". Tanya Marco sekali lagi .
Marco bertanya kepadaku dengan wajah yang emosi .
Aku hanya bisa terdiam dan aku tidak tahu , apa yang harus ku jawab kini , karena aku berdiri di antara dua laki-laki , Marco mencintaiku dan memiliki diriku sedangkan Roy macam ku dan juga memiliki diri ku .
" Jawablah dia Alin Sayang... Jawab dia , bahwa apa yang aku katakan adalah benar , di antara kamu dan aku tidak ada kebohongan kamu itu resmi pacar ku ! ".
Suara Roy memekakkan telinga ku membuat aku menjadi serba salah dimata Marco .
" Alin... ! coba kamu jawab bocah tengik itu ! aku tanya kamu sekali lagi... ! Apa kah benar yang dia katakan.. !"
Marco kali ini benar-benar marah kepadaku , muka nya memerah dan penuh amarah karena dia merasa dilecehkan oleh Roy .
" Tenanglah Beb... ' jangan hirau kan dia , aku malah meminta kepada Mu , Aku ingin pindah dari sekolah sini , karena aku tidak mau melihat nya lagi.. !".
Jawab ku kepada Roy sambil masuk dalam mobilnya .
Meninggalkan Roy yang masih berdiri di pingir jalan .
Aku ingin segera pergi dari sini dan tidak mau membuat masalah disini , karena ini masih dekat dengan lingkungan sekolah aku tidak mau penjaga sekolah melihatku seperti ini .
" Oke Alin... ! kamu telah melanggar perjanjian mu ... ! besok kamu akan menyembah kakiku dan minta maaf kepada ku.. ! ingat lah aku tidak main-main dengan mu.. !!".
Teriak Roy kepada ku .
Marco pun membawa mobilnya dengan cepat , dia tidak memperdulikan teriakan nya Roy Karena dia tidak tahu siapa itu Roy . Dan juga dia melihat ku yang tidak menggubris Roy
Ada sedikit perasaan takut dalam diriku untuk menghadapi hari esok , karena aku melihat Roy yang berani meneriaki ku seperti itu , mau tidak mau aku harus siap menghadapi masalah ini besok , aku tahu dia seperti karena menyimpan dendam kepadaku apalagi Papinya dipenjara gara-gara diriku , dan maminya kini sakit-sakitan , aku merasa berdosa untuk Semua ini , tapi aku melakukan nya untuk melindungi diriku sendiri .
" Sekarang sudah jauh dari dia Kamu jawab lah yang jujur siapa dia dan apa yang besok dia lakukan terhadap kamu ?". Tanya Marco kepadaku .
Aku tidak bisa membohongi dirinya Karena bagaimana pun dia adalah calon Suamiku , aku harus berkata jujur apa adanya jika nanti dia marah aku harus menerimanya .
Jawab ku kepada Marco .
" Beb... Aku ingin pindah dari sekolah itu , tolong... Bantu aku untuk pindah dari sana , karena terlalu banyak masalah yang ada di sekolah itu ". Pintaku pada Marco .
" Kamu tidak usah sekolah lagi , aku akan minta izin kepada orang tua mu , untuk menikahi mu ! karena dimanapun kamu sekolah kamu akan tetap merasa sama , selama kamu masih tinggal di satu area ".
kata-kata yang diucapkan Marco kepada ku memang benar , hampir semua orang mengenal diriku bukan sebagai artis atau orang yang baik , tetapi mereka mengenal ku sebagai sampah dimata mereka , tidak ada yang bisa membantuku kecuali Marco , karena jika Marco menikahiku nama Alinda sudah pudar bersama kehidupan nya yang lama dan kini Namaku menjadi Nyonya Marco bersama kehidupan ku yang baru .
" Jika orang tuaku tidak mengizin kan diriku untuk menikah bersama diri mu bagaimana ?".
Tanyaku pada Marco .
" Aku akan membawa mu lari asal kan kamu mau bersamaku aku akan mengajak mu ke mana pun kamu mau ... ". Jawab Marco .
Kata-kata Marco membuatku melayang-layang Seperti di atas awan karena begitu bahagia mendengarnya . Marco Tidak sekaya Roy namun Marco lebih dewasa daripada Roy dan aku memilih Marco agar bisa menjadi pelindung hidup ku dan suami yang bisa membimbing ku .
" Terserah apa yang akan kamu lakukan , aku akan ikut bersamamu karena aku mencintai mu Beb... Aku akan menyerahkan seluruh hidupku kepada mu Beb... ".
Aku memberi jawaban kepada Marco dan aku sangat bahagia jika aku benar-benar menjadi istrinya .
Marco kali ini aku ijin kan mengantarku sampai depan rumah . Seperti biasa adik-adik ku menyambut ku dengan ceria dan tawa yang merekah .
" Kaak Aliin pulaang .. ".
suara Ganesh sudah menyambut ku dia berusaha mendorong kursi rodanya untuk melihat diriku lebih dulu .
Tiba-tiba Ganesh berhenti menyambut ku , karena dia melihat Marco ada disampingku , matanya menatap Marco tajam menandakan tidak senang kepadanya .
" Ganesh... Kenalin ini teman kakak,
namanya kak Marco ".
Aku mengenalkan Ganesh kepada Marco dan Marco kepada Ganesh . Namun Ganesh hanya menyambut nya dengan senyum lalu dia berbalik kembali tidak jadi menyambut diri ku dan Marco .
" Alin kayaknya orang tua kamu belum pulang , lebih baik Saya pulang dulu Nanti malam saya akan datang lagi ke sini , untuk bertemu dengan kedua orang tua mu ".
Mungkin Marco merasa bahwa keluarga ku tidak menyukainya dan tidak menyambutnya Oleh karena itu , dia pun segera pamit pulang dan akan kembali nanti malam setelah ada bapak dan ibu ada di rumah .
" Ok lah Beb... Kalau itu menurut terbaik , aku akan akan mengikuti mu... ". Jawab ku kepada Marco .
Marco pun segera pamit dan pergi meninggalkan ku .
Nanti malam aku akan menyambut nya kembali bersama ibu dan bapak ku .
" Kak yang tadi itu siapa ?". Tanya Ganesh kepadaku .
" Dia adalah calon suami kakak berarti calon kakak ipar kalian... ".
Ganesh menatap ku dengan mata yang melotot seakan tidak percaya , namun aku menganggukan kepala kepada nya Dan tersenyum , kini aku harus mengatakan kejujuran kepada mereka semua bahwa Malam ini aku akan setuju dengan Marco , dan mau menjadi istrinya .
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= >>>>>