MIDNIGHT

MIDNIGHT
Pertemuan itu ...



Aku pun berjalan dengan santai menuju kamar hotel , kulihat satu persatu nomor kamar yang tertera di setiap pintu hotel .


Dari kejauhan aku sudah melihat salah satu pintu hotel yang dijaga oleh dua orang penjaga , aku pun menghampiri nya , penjaga itu melihat ku dan dia pun menunduk kan kepalanya kepada ku memberi hormat lalu menyuruh ku masuk kedalam kamar hotel yang bernomor 144 itu .


" Silahkan masuk Nona , Tuan sudah menunggu dari tadi ....". sapa penjaga itu kepada ku .


Aku pun tersenyum dan menganggukan kepalaku , lalu tanpa merasa was was aku pun segera masuk ...


" Selamat sore tuan-tuan semua.. ".


Dengan nada manja aku segera menyapa kepada tamu-tamu ku yang sedang duduk di sofa menunggu kehadiran ku , mata para pria-pria itu sudah jelalatan memandang setiap inci bentuk tubuh ku , sebenar nya yang menyewa ku hanya satu orang tetapi karena ini adalah perjamuan untuk bisnis maka dia pun meminta ku untuk bisa melayani 5 orang di malam ini .


Dari 5 tamu yang ada di hadapan ku ini yang kukenal hanyalah 1 orang , dia adalah Tuan Andi , dia sangat loyal suka memberiku uang tip yang besar dan jari jemarinya suka membuat diri ku terangsang tanpa sadar karena dia mengetahui titik titik kelemahan yang ada di tubuh ku ini .


" Ratu ku... Kenalkan ini adalah tamu tamu saya... Dia adalah Tuan Liu , hartanya berbentuk kayu kayu yang dihitung memakai dollar , ini adalah Tuan Poltak , juragan terbesar rempah rempah di negri ini , dan ini adalah Tuan Jarwo dan Tuan Rahab mereka bergerak dalam dunia otomotif yang harganya bikin kita muntah muntah ha ha ha ha ha ha.... ". Ujar Tuan Andi .


Tuan Andi memperkenalkan tamu-tamunya dengan tatapan mata yang penuh hasrat kepadaku .


Melihat semua ini , Aku merasa diriku tidak mampu untuk menghadapi semua di malam ini karena ini semua diluar dari pikiran ku , Aku tidak menyangka bahwa mereka terlihat sangat mesum dan haus akan tubuh ku .


" Ayo duduk disini Ratuku... Kamu duduk di tengah-tengah sini , saya sudah lama merindukan , hal hal yang sering kamu lakukan kepada saya... ".


Tuan Andi menyuruhku duduk di samping nya , sambil memberikan segelas wine yang harus ku minum sebagai tanda tugas ku melayani mereka sudah di mulai .


Disaat aku meminum segelas wine yang di berikan Tuan Andi kepadaku , jari-jemari tangan para tamu tamu itu mulai menggerayangi tubuh ku . Aku hanya bisa terdiam dan merasakan apa yang mereka lakukan terhadap diri ku . Satu persatu tangan tangan nakal itu mulai membuka kancing demi kancing baju ku , dan mata mereka tidak berkedip melihat apa yang tersembunyi dari balik bra yang ku pakai .


" Aaah... Tuaan.. perjanjian nya tidak sampai di sini ...".


Dengan halus dan manja aku menolak tangan tangan yang mulai kasar ingin meraba raba tubuh ku .


" Kamu diam saja yaa... aku sudah membayar mu dengan sangat mahal kali ini...he he he he he .. ayoo laah.. Ratuuu kuu... bermainlah dengan bagus dan apik... menggeliat lah dirimu di hadapan kami semua ...yaaa...".


Suara Tuan Andi begitu dekat di telingaku , seakan akan aku merasakan desahan nafasnya yang begitu hangat dan tangan nya yang membuat diriku benar benar hampir membuat ku terlupa dan ingin melakukan bersamanya di saat ini juga .


" Tuan Andi... Aaacchhh.... Jangan seperti ini yaaa... Aku sudah tidak tahaaan.... Aaachh Jangan begini Jangan lakukan ini padaku aku mohon , ini tidak ada dalam perjanjian kita , aku mohon aku belum mau melakukan ini , mari kita minum lagi yaa... Ayoo


Cheeerrrsss... ".


Aku pun menolak dengan manja dan halus atas permintaan Tuan Andi , walaupun uang Ratusan ribu telah menyelip di semua pakaian dalam yang menutupi tubuh ku , namun aku tidak mau menerima permintaan Tuan Andi . Aku mengajak mereka untuk kembali minum minum lagi .


Jari-jemari itu tetap bermain kasar menggerayangi tubuh membuat diriku semakin menggeliat tidak menentu , Aku tidak mau terlalu lama seperti ini aku segera menyalakan ponsel ku dan aku memberi kode kepada Marco agar dia segera menjemput ku .


" Aaachhh... Tuan jangan terlalu kasar yaa... ". Aku merintih kesakitan karena salah satu jari tangan tamu ku telah masuk kedalam area terlarang ku .


Akupun berdiri menjauhi mereka Aku tidak mau duduk di antara mereka lagi , Aku merasa takut dan ingin segera keluar dari ruangan ini .


q


" Hey cantik jangan kamu berdiri di situ ! ayoolaaah... Sini bersama kami di sini , aku belum puas dengan pelayanan dari mu , ayoo laah.. Kamu belum merasakan betapa hebatnya aku membuat mu berteriak teriak kenikmatan... Ha ha ha ha ha ha... !!!".


Tuan Poltak menarik tangan ku untuk duduk bersama nya kembali di sofa .


" Ayoolaaah saayaang... Beri aku kenikmatan dulu... Baru kamu bisa keluar dari sini yaa... Ha ha ha ha !".


Tuan Jarwo tanpa segan dia menarik kaki ku , membuat tubuh ku terjatuh terlentang di lantai kamar hotel .


" Aaduuch... Sakiitt tuaan... Saakiit.. Ku mohon Tuan.. Ku mohon lepas kan lah saya.. Saya masih sekolah Tuan... ". Aku merintih kesakitan dan memohon mohon kepada para tamu ku , yang masih saja tanpa ragu ingin menghabisi ku di malam ini .


" Tuan... tuaan... maaf... maaf.. kan akan kesalahan saya dan orang saya ... !".


Tiba tiba pintu kamar hotel terbuka dan ku lihat Marco masuk lalu duduk bersimpuh di hadapan kepada semua tamu , terutama Tuan Andi yang sudah membayar diri ku ke Marco .


" Plaaaakkk... !!".


Tiba tiba sebuah tamparan dari Tuan Andi mendarat di pipi Marco .


" Persetan.. !! siapa yang menyuruh kamu masuk kedalam ruangan ini.. !!". Tuan Andi berteriak di wajah Marco dan menendang muka Marco hingga wajah nya mencium lantai kamar hotel ini .


" Marco... !! Marco... Bangun.. ! tolong aku Marco.. Pleasee... Help mee.. !!".


Aku berteriak memanggil manggil namanya dengan derai Air mata aku meminta tolong kepada nya agar aku bisa terlepas dari kamar jahanam ini .


Marco mendengar isak tangis ku , ku lihat wajah nya sudah berlumuran darah akibat tendangan yang di lakukan oleh Tuan Andi kepada nya . Marco berdiri menghampiri ku Dia berkata kepada ku...


" Tenang yaa.. Aku akan menolong


mu , walaupun aku harus pertaruhkan nyawa ku .... ".


kata kata Marco kepadaku semakin membuat ku menangis dan tidak tahu harus bagaimana .


" Tuan Andi tolong lepas kan Alinda , karena dia masih di bawah Umur dan dia belum terjamah ,jika hal itu terus dipaksakan , terpaksa saya harus laporkan ini ... !".


Marco mencoba untuk mengancam Tuan Andi .


" Ha ha ha ha ha.... Kamu tidak takut kalo itu terjadi kamu adalah orang pertama yang akan di masukan kedalam sel.. !!".


Tuan Andi membalas Ancaman Marco dengan balik mengancam nya .


" Tuan saya tidak menyesal jika saya ditangkap , karena saya hanyalah anak jalanan tetapi apakah tuan lupa bahwa Tuan adalah orang terhormat di negara ini jangan sampai nama Tuan tercoreng hanya gara-gara saya akan mengatakan semua sejujurnya kepada masyarakat di negara ini dan semua musuh musuh Tuan akan bertepuk tangan karena mengetahui kelemahan Tuan ".


Marco pun tidak mau kalah terhadap Tuan Andi .


Dia berkata benar benar mengancam keberadaan Tuan Andi dan yang lain nya .


Kali ini kata kata Marco benar benar membuat mereka menjadi ciut dan melemah .


Dengan kedipan mata Tuan Andi akhir nya tangan dan kaki ku terlepas dari genggaman mereka .


Marco segera mengambil gaun ku dan menghampiri ku ..


Dia menyuruh ku segera memakai gaun itu ...


" Ingat kamu ya... !! hari ini kamu boleh merasa senang , suatu saat nanti kamu akan merasakan pembalasan ku , karena aku tidak akan mengampuni mu sekalipun kamu meregang nyawa di depan ku ! cuiih..!!".


Tuan Andi berkata sambil meludahi wajah Marco .


" Terima kasih Tuan... saya tidak akan mengganggu Tuan lagi , terima kasih ..."


Dengan wajah berlumuran darah Marco memapah ku keluar dari kamar 144 ini dan dia terlihat menyesal akan apa yang dia lakukan terhadap ku .


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>