
" Nian.. Kakak nanti mau pergi dulu sebentar , kamu jagain Ganesh ya.. sambil tunggu kak Andika pulang sebentar lagi ...".
Aku berpesan kepada Nian agar dia menjaga Ganesh dulu . karena aku harus pergi bertemu dengan pacar ku sebentar .
" kaaak... pergilah... Ganesh sudah besar ... jangan di jadiin anak bayi , Ganesh tidak suka ..." .
Dengan nada sedikit marah Ganesh berkata kepadaku ,
Inilah hebat nya Ganesh , dia tidak suka jika di kasihani , dia ingin kita semua melihat nya sebagai anak yang normal dan mulai tumbuh sebagai anak remaja .
" Sini kakak cium dulu kalian ,,,mmmwwuuaac ..buat Nian... mmwwuuuaac ...buat Ganesh ..kakak sayang sama kalian semua ".
Kucium pipi Nian dan Ganesh sebelum aku pergi meninggal kan mereka di rumah .
Seperti biasa jika aku meninggalkan rumah , mereka pun mengantar ku pergi dengan melihat ku berjalan hingga diri ku sudah keluar dari gang area blok perumahan ku dan tidak terlihat lagi oleh mata mereka .
Setelah keluar dari gang , mata ku mulai melihat ke semua area , mencari mobil pacar ku yang telah menunggu ku ...
" Dimana Mobil nya yaa.. ! katanya dia sudah menunggu di depan gang..?". tanya ku dalam hati .
Seperti biasa pacar ku menjemput ku didepan Gang pintu masuk area blok perumahan ku .
Aku belum mengijinkan nya untuk menjemput ku di depan rumah , karena jika hal itu terjadi , aku yakin nama ku akan menjadi lebih terkenal dari para Artis yang terkenal di Indonesia ini .
" Diiinn...diiin...diinn...!!".
Tiba tiba ku dengar klakson mobil dari arah belakang tubuh ku , mobil Fortuner hitam yang ku cari cari ternyata ada tepat di belakang ku .
" kamu baru datang yaa Beb...". tanya ku kepada nya .
" kamu juga baru datang ! lama sekali ' besok besok saya tidak mau menunggu sampai seperti ini..!".
Dia memarahi ku karena aku terlalu lama .
Melihat wajah nya yang mulai kelihatan sangar kepada ku , Aku pun segera masuk kedalam mobil dan mulai merayu nya , karena aku takut jika dia sudah memarahi ku , aku akan tidak bisa mendapat kan apa yang ku mau .
" Iya aku salah , minta maaf yaa Beb..". rengek ku manja menggoda nya , berharap agar dia tidak marah lagi kepada ku .
" Ok , tapi kamu harus siap membayar semua kesalahan ini ...!".
Seperti biasa Dia pun mengancam ku jika aku melakukan sebuah kesalahan .
" Kamu mau melakukan apa kepada ku Beb..?".
tanya ku sedikit was was .
" Seperti biasa , kali ini ada 5 tamu yang datang , jangan sampai kamu membuat nama ku jelek dimata mereka ' mengerti..!". Masih dengan nada marah dia kini membentak ku .
Jika bukan karena aku berhutang budi kepada nya aku tidak akan mau menjadi kekasih gila nya .
Aku hanya bisa menunduk menahan tangis ku karena aku tidak boleh menyesali semua ini .
Aku lah yang telah memilih jalan hidup ku seperti ini . karena aku tidak ingin hidup miskin dan serba kekurangan seperti Bapak dan Ibu ku .
" Iya Beb.. aku nurut ..".
Aku melemah dan akhir nya aku menuruti kemauan nya . Demi uang dan Untuk uang .
Aku hanya bisa memandang nya dan menerima semua nya , aku yakin aku bisa menjadi yang terbaik bagi nya .
" Aku sudah bilang ! mending kamu aku kawin saja..!
Buat apa sekolah , kalo akhirnya kamu harus melayani suami dan hidup di dapur..!!".
" Sabaar ... tinggal 1 tahun lagi...ya Beb....".
Aku merasa hari ini adalah hari tersial bagi ku , karena dari awal aku bertemu dengan pacar ku , dia selalu memarahi ku , sesak rasanya dada ini jika harus mendengar kan amarah nya yang terkadang lepas kontrol dan tidak melihat tempat .
" Beb , jangan marah marah terus ya...., aaah....nanti aku jadi tidak fresh karena kuping dan otak ku ini sudah penuh dengan omelan dari mu ".
Sambil bergelendotan manja di tangan nya Aku berkata pelan dan manja kepada nya .
" Jaangaan donk sayaang...tidak boleh mengecewakan tamu kita yaa... karena ini uang besaar... aku bisa beli mobil baru dan kita bisa jalan jalan nanti berdua..".
Kini amarah nya mulai reda setelah aku berkata kepada nya dan Aku pun mulai bisa tersenyum bahagia , karena tangan nya sudah mulai meraba raba diri ku , itu berarti dia akan membutuh kan diriku dan tidak membuang ku .
" Beb.... jangan gitu aah.. kamu lagi nyetir kan..aaichh..jangan nakal yaa...".
Aku menggeliat manja ketika merasakan tangan nya mulai menggerayangi tengkuk ku .
Laki laki yang menjadi pacar ku ini adalah Marco , Dia pria blasteran berkulit hitam yang besar di jalanan , Awal diri ku bertemu dengan nya , ketika aku hendak dikerjai oleh sahabat ku sendiri . Marco yang menebus ku dari pria tua yang telah membayar keperawanan ku .
Pada saat itu diriku masih terlalu bodoh dan lugu , aku hanya berfikir mendapat kan uang dengan cara mereka itu gampang tidak perlu bersusah payah seperti Bapak dan Ibu , ternyata .... mencari uang dengan cara mereka bukan hanya gampang melainkan rasa sakit yang menyayat hingga ke ulu hati .
Apa lagi ketika aku pulang ku lihat wajah Bapak dan Ibu ku yang begitu polos membuka kan pintu untuk ku dan mempercayai kata kata ku , rasa nya neraka jahanam pun tidak layak untuk ku .
Namun Marco yang membuat ku kuat untuk menghadapi nya , dia yang selama ini berjuang untuk kehidupan ku , walau pun dia sangar dan kasar sesungguh nya dia baik dan sangat perhatian kepada ku . Tanpa Marco mungkin hidup ku sudah tidak ada di negara ini dan tanpa Marco mungkin aku juga sudah tidak bernyawa saat ini .
Kini , aku menyerah kan seluruh hidup ku bersama nya, apa pun yang terjadi aku akan mengabdi pada nya , aku tahu hati nya , aku tahu sifat dan wataq nya , dia tidak bisa hidup tanpa ku begitu juga diri ku , tidak bisa hidup tanpa nya .
" Beb , di hotel mana kita kali ini ?". tanya ku .
" Kamu sudah di booking di Madame Hotel kamar 144 , seperti biasa kamu permainkan mereka biar puas dulu lalu baru kamu kasih kode kepada ku ...".
Dia menegas kan kepada ku akan tugas yang harus aku kerjakam kali ini ...
" Iya Beb ... aku tidak akan mengecewakan mu...".
" Biar kan aku mencium mu dulu , lalu ku berikan sisanya pada mereka...ha ha ha ha ha...".
Marco selalu puas jika dia merasa orang yang pertama menyentuh ku , sebelum yang lain nya .
Bibir Marco mulai menggerayangi tubuh ku , dia tinggalkan seluruh tubuh ku oleh ciuman nya , karena kelakuan nya ini membuat darah ku ini terasa mendidih , dan menjadi tidak terkendali .
" Beb... sudah aaacchh.... mmaauucchh... kita kan masih ingin kerja , tamu menunggu ku di kamar hotel.."
pinta ku manja kepada Marco .
Marco menghentikan aksinya dan dia pun segera merapikan rambut ku ...
" Sayang.. ingat puaskan mereka ya...mmmwwuuacc ... Love you..".
Setelah membalas ciuman dari Marco aku pun segera keluar dari mobil Fortuner hitam ini , dan melangkah maju tanpa ragu menuju kamar dimana para tamu sudah menunggu diri ku .
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>