
" Pergilah kamu jika kamu memang ingin angkat kaki dari rumah ini ! jangan bawa apapun keluar dari rumah ini , bawalah apa yang kamu pakai di badan mu saat ini ! dan ingat jangan pernah kamu untuk balik kembali kerumah ini walaupun kamu sedang bergelimang harta ! lupakan lah kami ! anggaplah kami sudah mati seperti kami sudah menggapmu tidak pernah terlahir kedunia ini ..!! " Suara amarah Bapak menggema ditelinga ku .
Dengan pandangan mata yang tajam dan memerah karena menahan air mata , Bapak pun membentak ku dan mengusir ku keluar dari rumah ini .
Kulihat Ibu yang terduduk terus terisak dengan tangisnya sedikit pun tidak mau melihat kearah ku Ibu memalingkan mukanya dari ku , dan Adik adik ku yang saling memeluki tubuh ku , mereka menangis memohon mohon kepada ku agar aku tidak meninggal kan mereka .
Aku hanya bisa tersenyum dan melihat mereka satu persatu , sedikit pun aku tidak ingin mengeluarkan air mata ini , karena aku tidak ingin terlihat lemah di hadapan mereka , aku sangat menyayangi mereka dan sangat mencintai mereka , dan inilah bukti rasa sayang ku yang bisa ku buktikan kepada mereka .
" Bapak... Ibu , ampuni Alinda , jika Alinda tidak bisa berbakti kepada Ibu dan Bapak ." lalu aku pun memeluk adik adik ku dan berkata kepada mereka
" Ganesh , kamu sudah besar jaga kak Nian yaa.... dan Andika kamu jaga Adik Adik mu , juga jaga Ibu dan Bapak ya... " Aku pun mencium pipi mereka satu persatu , Aku mencoba berpamitan kepada mereka semua sebelum aku membawa kaki ini melangkah melewati pintu rumah ini .
Jujur aku sudah tidak kuat lagi menahan air mata ini , aku pun segera pergi meninggalkan mereka setelah aku berkata kata kepada mereka .
Aku berjalan keluar dan terus melangkah pergi tanpa menoleh kebelakang untuk melihat mereka , karena dalam hati ku , aku berkata bahwa suatu saat aku akan kembali membawa derajat mereka kedalam status yang lebih tinggi .
Seiring menjauh nya langkah kaki dari rumah , aku pun akhirnya menitik kan air mata , tetapi aku tidak mungkin kembali lagi , karena pantang bagiku untuk merengek dan menangis jika ini adalah hasil dari perbuatan ku .
Aku segera mengambil HP ku dan menelepon Marco karena sampai saat ini , wajah Marco pun tidak nampak di hadapan ku ataupun kabarnya di HP ku .
sedangkan kini aku sudah pergi meninggalkan keluarga ku di rumah berniat untuk ikut bersama nya .
Dari jongkok dan berdiri lalu ke jongkok kembali , Aku tetap setia menunggu Marco datang menjemput ku , di tempat biasa ini , bersama waktu yang terus berlalu aku masih terus disini berharap semua janji janji nya kepada ku di tepati dan di buktikannya .
Setiap lampu mobil yang menyorot ke arah ku , aku berharap salah satunya adalah Marco , namun hingga jam 12 malam ini , tidak ada bayangan nya sekalipun datang menjemput ku , Aku pun tak henti hentinya menelpon nya di HP namun tidak satupun di angkat nya atau pun dibalasnya chat ku .
Pikiran ku melayang jauh dan hati ku mulai merasa was was karena tidak biasanya Marco seperti ini , dan tidak mungkin Marco meninggalkan diriku , karena aku kenal Marco melebihi dirinya sendiri .
" He...! ***** sedang apa kamu disini ! belum dapat uang yaa... sehingga belum mau pulang..!" suara teguran yang tidak asing , terdengar dari arah belakang ku . Aku pun segera melihat orang yang tidak Asing memanggil ku seperti itu jika Bapak dan Ibu tidak ada di rumah .
" Kak Gatot ! ada apa kak...?" Tanyaku kepada nya .
Aku tetap berusaha baik terhadapnya walaupun Kak Gatot sama sekali tidak pernah sopan dan baik kepada ku , entah apa kesalahan ku kepadanya namun dia benar benar mengganggap diriku tidak ada dalam keluarga ini .
" CIH....!! jijik aku mendengar kamu memanggil ku dengan sebutan KAKAK ! karena dalam sejarah hidup ku , aku tidak mau punya adik ***** ! seperti mu !!
Kak Gatot terus saja memaki ku , biasanya hingga dia puas baru dia berhenti memaki maki ku ...
" Kakak tenang saja ya... Alin sekarang sudah tidak tinggal lagi di rumah , sekarang Alin ketemu kakak... jadi Alin sudah bisa pamitan sama Kakak , titip Bapak dan Ibu juga adik adik , karena sekarang tinggal Kakak yang bisa di jadikan panutan untuk mereka "
Aku memberanikan diri ku berkata kepada kak Gatot ,
" Oh yaa..!! serius ... ha ha ha ha ha ha... bagus deh..! pergilah kamu ke neraka sekali pun tidak akan ada yang mencari mu dan jika suatu saat nanti kamu terkena masalah , jangan pernah libatkan kami yang tidak berdosa disini...! MENGERTI.... !!" Bentak Kak Gatot kepadaku .
Mendengar kata kata yang diucapkan Kak Gatot kepada ku seakan akan telah merobek jantung ku dan menyayat nyayat nadi ku , seakan akan aku saat ini adalah mayat hidup , karena jiwa dan raga ku sudah berjalan masing masing dengan berbeda arah .
" Ya sudah Kak... aku pergi dulu yaa...!"
Ujar ku kepada Kak Gatot .
Aku mencoba untuk meninggalkan kesan yang terbaik kepada mereka semua . Walaupun jujur aku merasakan sakit , tapi aku tidak mau terlihat menyedih kan dimata mereka . Aku pun tidak perduli apa yang akan dilakukan oleh Kak Gatot setelah kepergianku ini
Walaupun sampai detik ini Marco belum juga menjemput ku Aku tetap berjalan terus tanpa menoleh ke belakang , dan tidak mau melihat kak Marco apakah masih menungguiku atau pergi pulang meninggalkan ku .
Kini tujuan ku hanya satu yaitu pergi ke apartemen dimana Marco tinggal , mungkin Marco sedang mabuk atau sedang tidur , sehingga dia tidak bisa menjemputku atau mendengarkan panggilan telpon dariku .
Aku segera memesan taxi online lewat HP ku untuk bisa pergi ke Apartemen Marco dan tidak beberapa lama Taxi pun datang di hadapan ku lalu mengantar ku ke tempat tujuanku yaitu Apartemen Marco .
Untung saja Aku masih menyimpan uang pemberian Marco kemarin jadi aku bisa membayar Taxi Online ini ,
jika tidak ada uang , entah apa yang harus aku lakukan mungkin kah aku berjalan kaki hingga sampai disini atau aku mencari orang yang berbaik hati memberikan ku tumpangan hingga bisa sampai disini .
Namun yang pasti , aku tidak akan balik pulang kerumah ku .
Setelah membayar Taxi Online ini , akupun segera masuk dan menaiki lift yang ada didekat lobby utama Apartemen ini . langsung kupencet tombol 18 yang berarti lantai 18 tempat dimana Marco tinggal di apartemen ini . setelah sampai di lantai 18 aku pun segera mencari kamar dengan no 197 .
Tiba tiba langkah kaki ku terhenti , kulihat dihadapan ku begitu banyak Polisi yang keluar masuk dari kamar no 197 . Aku tertegun dan pandangan ku tiba tiba gelap tidak tahu apa yang akan ku lakukan selanjut nya ...
" Nona... sedang apa..disini..! apakah nona ada hubungan nya dengan penyewa kamar no 197 ?"
Salah satu Polisi menegur ku , dia bertanya seperti itu kepada ku karena hanya diri ku yang terpaku melihat kamar 197 itu .
Aku hanya terdiam dan tidak tahu apa yang harus kujawab , aku pun tidak tahu apa yang dialami Marco saat ini ....
" Nona...! kenapa diam saja...! apakah Nona mengenal laki laki yang ada dikamar 197 itu ?"
Sekali lagi Polisi itu bertanya kepada ku , dan masih sama jawaban yang ku berikan kepadanya ...
yaitu... diam dan hanya bisa diam seribu bahasa ...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= >>>>>