MIDNIGHT

MIDNIGHT
Bu ... Ampuni aku ya...



Tidak Berapa lama dari kepergian Marco Bapak dan Ibu ku pulang , aku merasa mereka berpapasan dengan mobil Marco , karena begitu sampai dan melihat diriku , mereka langsung bertanya kepadaku...


" Siapa di mobil tadi ? ada perlu apa dia ke sini ?" Tanya Bapak kepada ku .


" Bapak... yang tadi itu calon suami nya kak Alin..!"


Tiba-tiba Ganesh berkata dengan polosnya kepada Bapak dan Ibu membuat diriku menjadi serba salah di hadapan mereka , awalnya kupikir semua akan mudah dan gampang menghadapi Mereka , ternyata saat ini pun aku merasa nyawa ku sudah pergi dari tubuh ku ,


Karena ku akui perbuatan ku ini akan melampaui batas dan sangat menyakiti hati mereka berdua , aku memang sudah gila Tetapi lebih gila lagi jika aku bertahan di dalam keluarga ini , aku tidak mau mereka malu karena perbuatan ku Lebih baik aku melepas kan Diriku dari mereka dan mencari jalan hidup ku karena ini sudah menjadi keputusan ku .


Ibuku melangkah masuk ke dalam rumah dengan langkahnya yang gontai , begitu pula dengan Ayah yang langsung terduduk di bangku teras rumah , kulihat wajah Ayah pun tidak bisa berkata apa-apa terhadapku , mereka menjadi seperti ini setelah mereka mendengar apa yang telah di ucapkan oleh Ganesh , Seandainya aku ini seorang laki-laki mungkin Ayah sudah melayangkan tangannya mendarat di pipi kanan dan kiri ku , seperti apa yang di lakukan Ayah kepada kak Gatot , namun kenyataan nya Aku adalah seorang wanita maka Ayah hanya bisa terdiam dan menyalahkan dirinya sendiri .


" Apakah kamu telah menyerahkan segalanya kepada dia ! sehingga kamu rela melakukan hal ini kepada nya... ?! dengan Tatapan mata yang dingin dan nada yang mulai meninggi Ibu pun bertanya kepadaku Baru kali ini aku merasa Ibu seperti ini kepada ku , aku merasa Ibu bukan lagi Ibu yang penuh kasih sayang dan pengertian namun kini Ibu telah mengeluarkan sedikit emosinya kepadaku mungkin rasa kesal karena tingkah laku ku yang seperti ini kepada nya .


" Tidak Bu.... tidak seperti itu , ini keputusan Alin , agar Alin tidak lagi menyusahkan Ibu dan Bapak , agar Alin tidak lagi memberi nama buruk pada keluarga ini , itu aja Bu... tidak ada lagi yang Lain ..... " . Jawab ku .


Aku menjawab pertanyaan Ibu dengan perasaan yang sangat takut , didalam hati ku aku berharap Marco cepat datang dan berbicara kepada Ibu dan Bapak .


" Kamu itu yaa... sebagai kakak bukan mengajarkan adik nya yang benar , sebagai anak menjadi harapan Ibu dan Bapak juga . Bermimpi pun tidak pernah Ibu dan Bapak jika kamu akan seperti ini , entah Bagaimana cara berpikir kamu hingga bisa menjadi seperti ini , orang tua mengharapkan kamu menjadi anak yg benar , orang tua mengharap kan agar kamu bisa menjadi seseorang yang pintar , entah siapa yang mengajarkan kamu bisa menjadi seperti ini ?.... jawab Ibu...! JAWAB.. !! atau PINTU itu terbuka untuk kamu KELUAR dari SINI !!! " Bentak Ibu kepada ku .


Ibu kini berada di titik puncak kemarahan nya , Ibu tidak lagi menitik kan air mata tetapi tangan telunjuk nya selalu menunjuk dan kearah diriku dan pintu keluar dari rumah ini .


Nian pun merengek kepada Ibu .


Ibu Pun terduduk lemas setelah mendengar rengekan Nian kepadanya . Kini aku merasa Separuh Jiwaku mungkin terbuat dari batu karena Sedikitpun aku tidak perduli dengan tingkah laku dan kata kata mereka , tekad ku hanya satu yaitu pergi meninggalkan mereka , Aku tidak mau menangis dan meminta ampun sedikit pun kepada mereka , entah tercuci oleh apa otak ku ini , yang pasti tekad ku sudah bulat Aku ingin pergi dari rumah ini demi kebaikan mereka , karena aku tidak mau melihat Ibu dan Bapak ku terluka karena diri ku , aku juga tidak mau adik adik ku menderita akibat diriku , biarlah mereka saat ini menangis hanya tangisan sesaat , setidaknya mereka tahu kalau aku akan selalu sehat dan bisa memijak kan kaki ku menjalani kehidupan di luar rumah ini .


" Alin Coba kamu pikir lagi nak... sebelum kamu melangkah kaki keluar dari rumah ini , jangan lah kamu menyakiti hati Ibu dan Bapak , pikirkan sekali lagi... sedikitpun Ibu tidak pernah menilai jelek kepadamu dan Ibu tidak peduli dengan apa yang dikatakan mereka diluar sana tentang kamu , karena apapun yang terjadi kepada mu kamu tetap anak ibu .... yang Ibu sayang dan yang Ibu Didik ..... Ibu hanya berpikir kamu salah dalam pergaulan , kembalilah Nak... kembalilah dalam pelukan kami Berdua , kasih sayang Ibu dan Bapak tidak pernah habis dimakan waktu sampai ajal menjemput kami , Alin Apapun yang terjadi kepada kamu ,Ibu dan Bapak tetap menyayangi kamu"


Ibu berkata dengan derai air mata dan suara yang terisak-isak , namun tidak bagiku karena sedikit pun aku merasa sayang dengan air mata ku , hanya senyum sinis yang bisa aku berikan kepada Ibu dan Bapak ku , Aku tahu walaupun aku membuat marah di hari ini dan membuat kesal Bapak dan Ibu di saat ini , mereka tidak akan bisa membenci ku mereka marah namun hanya di mulut saja , tapi hati mereka seperti kapas tetap mencintai ku dan mengasihi ku , ku pejam kan mata ini karena jujur aku tidak tahan meliha wajah mereka berdua dihadapan ku , dengan bersuara lantang di hadapan mereka aku beranikan diri ku berkata kepada Ibu dan Bapak ku ...


" Bu ...Pak... bukannya Alin tidak mau berbakti kepada Ibu dan Bapak , bukannya Alin tidak menyayangi Ibu dan Bapak , tapi inilah bentuk pengorbanan Alin yang harus Alin lakukan untuk keluarga ini , Alin tidak mau gara-gara Alin Semuanya menjadi rusak , walaupun hanya sebuah cibiran dan pandangan mata mereka kepada kalian , itu tidak mudah untuk dirubah , kecuali satu yang dapat merubah nya yaitu keputusan Alin pergi meninggalkan rumah ini .


" Kaaakkkkaaak..... !! jangan pergi kaak....!!".


Tangisan Adik adik ku mulai berkumandang di telingaku mereka merangkul tubuhku dan berharap aku tidak pergi meninggalkan mereka . suara suara ratapan yang keluar dari mulut mereka sedikit pun tidak membuat hati ini terketuk atau pun goyah dari tekad ku .


Jangankan Ibu yang menangis , aku melihat Ayah yang menundukkan kepalanya tetap menjatuhi air mata di tangan nya , hatiku memsng merasa sakit , ingin rasanya aku menghampiri mereka satu persatu dan merangkul mereka semua , tetapi..... tidak ! karena ini semua demi kebaikan mereka , karena ini adalah kesalahan ku biar lah aku yang menanggung nya , jika aku menjauh dari mereka aku berharap , kehidupan mereka menjadi dihargai dan di pandang bahwa mereka pun ada dalam lingkungan warga ini .


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= >>>>>