
" Alin , Semalam apakah kamu buat masalah lagi ? karena temen kakak bilang kamu pulang dalam keadaan menangis ?". Tanya kakak ku .
Aku terdiam saat kakak ku bertanya tentang keadaan ku semalam , karena aku tidak tahu bagaimana dia bisa mengetahui tentang diri ku .
" Kakak Alin ' semalam Kakak pulang jam berapa ? Nian sudah menunggu kakak Alin hingga akhir nya Nian lelah dan mengantuk dan pergi tidur ninggalin kak Alin ". Tanya adik ku Nian kepada ku .
Aku hanya bisa menjawab pertanyaan mereka dengan senyum karena aku tidak mau mengingat lagi masalah yang kemarin , bagiku di pagi ini adalah hari yang baru , aku ingin melupakan apa yang telah ku alami kemarin .
" Sudah Ayo kita makan Jangan lupa berdoa dulu sebelum makan ya... Oh iya Alin jika kamu nanti pulang terlambat jangan lupa kasih tahu ibu ya... Agar Ibu dan Ayah tidak khawatir lagi nanti... ".
perkataan Ibu membuat ku merasa nyaman dan berarti dalam keluarga ini .
Ibu adalah malaikat yang paling mulia bagi ku , aku tidak akan bisa membayar semua ini sekalipun itu nyawa ku untuk membalas perbuatan Ibu kepada ku .
" Aduh Bu... Jangan dipikirin Alin mah... Dia itu hidupnya enak Buu.. Ibu dan Bapak masih buta tentang dia , Seandainya Ibu tahu , menangis darah sekali pun tidak akan bisa merubah kehidupannya... !".
Tersedak rasanya mulut ini ketika mendengar apa yang di ucapkan oleh kakak ku Gatot .
Aku tidak menyangka kalo Dia bisa berkata seperti itu tentang diriku di hadapan Bapak dan Ibu .
" Gatot kamu itu seorang kakak , harus bisa menjaga adiknya bukan malah menjatuhkan nya , kalian semua adalah anak Ibu dan Bapak , Apapun yang terjadi pada Kalian semua harus bisa saling menjaga dan menghormati karena hanya kalian harta yang Ibu dan Bapak punya.. ".
Kata-kata Ibu membuatku terharu dan malu . Ibu sama sekali tidak menghujat ataupun menghukum diriku .
Tentang semalam pun Ibu dan Bapak tidak menuntut ku untuk menceritakan nya .
" Iya bu.....Andika , Nian dan Ganesh akan selalu menjaga Kakak Alinda kami semua sayang sama kak Alin ....".
Semua Adik-adik ku pun begitu menyayangi diriku , mereka semua membuat diriku berarti di dalam rumah ini .
Cinta dan kasih sayang yang mereka berikan kepada ku , sangat bertolak belakang dengan Apa yang kuberi kan kepada mereka , Aku hanya bisa memberikan noda bagi keluarga ini . sedikit pun aku tidak tidak bisa memberikan yang terbaik buat mereka .
" Bu ' Gatot akan menjaga semua adik dan keluarga ini dengan benar ! tapi Gatot tidak mau menjaga racun yang ada dalam keluarga ini , yang bisa nya cuma bikin malu dan membuat harga diri Ibu dan Bapak tidak ada artinya !".
Kak Gatot berbicara dengan menunjuk nunjuk diriku ,
Aku benar-benar tidak menyangka jika kakakku bisa mengatakan seperti ini terhadap ku , walaupun kata-katanya memang benar semua , aku ini adalah racun bagi keluarga ku .
" Kak Gatot jangan ngomong kayak gitu terhadap kak Alin , biar bagaimana pun kak Alin sayang sama Nian kak Andika dan Ganesh ".
Adik ku Nian membalas perkataan kak Gatot .
" Sudahlah Gatot tidak mau makan satu meja dengan sampah masyarakat ini ! Gatot muak dan jijik melihat mukanya !".
" Gatot..! Duduk...!!".
Bapak Pun memarahi kakak Gatot.
" Bapak..! kenapa selalu membela nya ..., kalian tidak tau dia itu siapa sebenar nya ..!".
Aku hanya bisa terdiam dan menundukkan kepala ini , karena aku malu dan merasa bersalah kepada mereka.
" Apapun yang ada pada dirinya.. itu adalah kesalahan Bapak dan Ibu mu , bukan dia..! seperti kamu yang selalu bermasalah dengan Polisi itu siapa yang disalah kan ...!?! pasti kami , Bapak dan Ibu mu..!?! ".
Jawaban Ayah kepada Kak Gatot pun semakin meninggi .
Aku pun menangis karena sudah tidak tahan dengan kehidupan keluarga ini . keributan seperti ini sesungguhnya bukan hanya sekali atau dua kali , keributan ini sering terjadi karena diri ku .
" Kak Ini semua memang salahku aku mohon , Beri aku waktu hingga aku tamat sekolah selanjut nya , aku akan buktikan bahwa aku tidak seperti yang kau pikirkan ".
Aku menjawab kata kata kak Gatot kepada ku .
" Jangan pernah bermimpi bahwa kamu bisa kembali suci , Karena aku tahu siapa kamu ! jika pada suatu hari kita bertemu di jalan , jangan pernah sekalipun kau panggil aku kakak mu ! karena aku pun tidak akan pernah melihatmu sebagai adik ku !".
" Plak.. ! Kamu tidak sopan Gatot ! kamu sudah melangkahi Ibu dan Bapak mu Gatot !!".
Kak Gatot benar benar membuat Bapak marah besar , Bapak yang awalnya duduk tenang di kursi meja makan langsung berdiri setelah mendengar kata kata yang di ucapkan oleh Kak Gatot kepadaku , Bapak pun langsung memberikan tamparan keras kepada kak Gatot .
" Sudah- Sudah ayo pada berangkat sekolah , Ibu dan Bapak pun mau berangkat kerja... ".
Ibu memberhentikan pertengkaran mulut antara Kak Gatot dan Bapak . karena Waktu yang sudah mengharuskan kami berpisah untuk menjalan kan kegiatan kami masing-masing .
" Kak Alin jangan sedih ya... Maafin kak Gatot yang engga tau apa apa ?".
kata-kata adik ku Nian sangat menghibur hatiku , aku pun memeluk nya dan tidak ingin melepas kan nya .
" Sudah ayo kita berangkat Nanti terlambat ke sekolah , pulang sekolah nanti kakak akan belikan kalian semua ayam goreng , karena kakak sudah berjanji kepada kalian .
Aku mencium kening adik ku satu- persatu , aku berkata kepada mereka tentang janjiku yang ingin membelikan kepada mereka makanan yang lezat .
" Jangan pernah kamu Belikan adik adik ku , makanan yang beli nya memakai duit haram karena aku tidak mau melihat adikku perut nya menjadi busung karena uang haram mu !".
Kak Gatot masih belum puas menghujat diri ku .
Aku hanya bisa pasrah mendengar apa yang diucapkan oleh kak Gatot kepadaku , aku tidak marah ataupun menangis , aku sadar bahwa diri ku memang harus menerima cacian ini .
" Ayo berangkat ' kita semua sudah kesiangan ini ".
Adik ku Andika kini menolong ku dengan mengajak Kak Gatot pergi meninggalkan diriku .
Kakak dan adik ku pun segera meninggalkan diriku , mereka semua pergi satu arah dengan kakak , Hanya diriku yang sekolah nya dekat dengan rumah hingga bisa pergi dengan berjalan kaki saja , jarak nya sangat dekat hanya 300 meter dari rumah .
Aku menunggu mereka pergi sampai tidak terlihat bayangan mereka lagi , lalu Aku pun berjalan melangkah sendiri , karena tidak ada satu orang teman pun yang mau berangkat sekolah bareng dengan diri ku , mungin karena mereka tidak mau nanti tertular menjadi buruk seperti diri ku .
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>