MIDNIGHT

MIDNIGHT
Kamu Ternyata ....



Akhirnya waktu yang ku tunggu tunggu sudah tiba , Jo mulai memancing dirinya sendiri untuk berkata yang Sejujurnya .


Aku merasa peran ku sudah berhasil untuk memancing nya , karena tidak usah ku tanya dia sendiri yang akan berkata tentang dirinya sedang kan aku hanya mendengarkan nya saja .


" Ok , Aku berjanji akan memakan semua masakan ini asal kau berkata Sejujurnya dan menceritakan semua tanpa ada yang kamu sembunyikan dariku ."


Aku berharap kesepakatan ku ini bersama Jo berhasil karena aku sudah tidak tahan lagi untuk menahan rasa lapar di perut ku ini , Tapi aku berusaha untuk mendengarkannya walaupun sesungguhnya separuh badan ini terasa lemas karena aku belum makan sedikitpun dari kemarin .


" Alin , aku adalah saudara kembar Marco ."


" Uhhuk.. uhhuk..! tersedak Rasanya makanan ini di tenggorokan ku , mataku menjadi gelap semua dan diriku sudah tidak bisa lagi merasakan apa apa ."


" Alin...bangun sayang ... jangan takut , aku akan selalu menjaga mu "


Suara yang terdengar tidak asing di telingaku lalu ku Buka mataku , betapa bahagianya aku begitu melihat orang yang sangat ku sayang ada dihadapan ku .


" Beb....kamu kemana aja ? aku pingin ikut bersama mu Beb... berjanjilah untuk tidak tinggalkan aku lagi ,


Beb.... Beeeb.... kamu jangan pergi Beeb...!!!"


Aku berteriak memanggil-manggil nama Marco selalu meninggalkan diriku , tiba-tiba aku terbangun dan tersadar ternyata tubuhku berada di dalam pelukan Jo , Aku mendorong tubuhnya untuk menjauh dariku .


Ku tatap Jo dengan penuh kebencian yang begitu mendalam , Aku jadi benci kepadanya karena dia Marco pergi meninggalkanku , Aku jadi benci kepada nya kata dia Marco jadi melupakanku dan tanggung jawab nya kepada ku ....


" DI MANA MARCO..!! AKU INGIN BERTEMU DENGAN MARCO...!! MARCOOO... KELUAR KAMU...MARCOO...


MAAARCOO !!! aku berteriak memanggil manggil nama Marco , aku berharap Marco mendengarkan suara panggilan ku ini , aku berharap Marco membawa ku kemanapun dia pergi .


" Alin... sabarlah... aku disini , Aku bisa memberikan semua apa yang Marco berikan kepadamu ..."


Jo berusaha membujuk ku , dia mendekatiku perlahan dia ingin Kembali memeluk tubuhku , dia ingin memberikan rasa aman dan kasih sayang kepadaku Namun aku membalasnya dengan pukulan ku , dengan tendangan tendangan ku lalu aku mencakar cakar semua tubuh nya .


Jo hanya diam dan pasrah , Jo sama sekali tidak membalas ku , dia mengerti perasaanku dan keadaanku , lemas dan lelah sudah tubuh ini , melihat nya seperti ini aku pun menangis , kini aku menyesali perbuatan ku , aku merasa aku sudah kehilangan Ingatanku , jiwaku dan juga hatiku , ini seperti Bukan Diriku lagi , aku pun kini hanya bisa menangis seperti anak kecil yang ditinggalkan oleh semua orang yang ku sayangi , aku kini kesepian , aku kini sendirian namun aku tidak mungkin kembali lagi ke rumah ku yang dulu , kini aku harus sudah siap menjadi gelandangan , Aku harus sudah siap untuk menjadi orang yang sudah terbuang .


" Alin , menangislah.... menangislah jika kamu ingin menangis aku berjanji setelah kamu selesai menangis ini aku tidak akan membuatmu menangis lagi , aku akan berjanji membahagiakan mu seperti Marco berjanji kepadamu ."


Jo mendekatiku dan akhirnya aku pun pasrah didalam pelukannya , Aku hanya bisa menangis dalam pelukannya ketika dia mengucapkan kata demi kata itu untuk ku , aku hanya bisa melampiaskan air mata ini didalam pelukannya , semua kesedihan ini dan semua rasa cinta yang ada di dalam hati ini sudah hilang entah kemana , hilang bersama semua kenangan yang harus aku lupakan .


" Jo.... Marco kemana ?"


Dengan suara yang lirih Aku memberanikan diriku untuk bertanya kepada Jo tentang Marco .


Jo berkata kepadaku sambil membelai belai mesra kepalaku , tanpa sadar aku pun merasakan nyaman dalam pelukannya hatiku menjadi tenang dan rasa itu mulai ada di dalam diriku saat aku berada dalam pelukannya , air mata ku telah berhenti , kini aku sudah puas menangis dan rasanya air mataku pun telah habis .


Setelah aku benar-benar berhenti menangis Jo pun menggendong diriku , dan membawa ku ke ruang kamar tidur ku .


" Bi , tolong panaskan sup itu lagi , dan tolong diantar ke kamar , nanti biar aku yang menyuapinya , dia terlalu lelah sehingga kondisi badannya terlalu lemah , saya ingin dia kembali sehat dulu baru saya kembali dalam tugas saya ."


Sayup-sayup kudengar suara Jo yang sedang berbicara kepada Bibi , rasanya badan ku ini benar benar terasa lemas , aku merasa tidak kuat menerima semua kenyataan ini , aku tidak sanggup jika hidup sendirian di kota yang luas ini , aku ingin kembali kesekolah aku ingin di peluk oleh adik adik ku , aku menyesal benar benar menyesal kini .


Jo membaringkan tubuh ku di atas kasur , dia membenarkan posisi tidur ku lalu menyelimuti tubuhku


" Alin , kamu menangis lagi .... ?"


Jo mengusap air mata ku , dia melihat mataku kembali basah . Ingin rasanya aku mengadu kepadanya tentang semua isi hati ku ini , namun aku malu terhadap nya .


Aku hanya bisa terdiam dan menangis , aku memeluk bantalku dan mampiaskan semua kekesalan ku kepada bantal ini .


" Hei... hei.... Alin... ' ada apa , kamu masih lemah , kalau kamu masih marah kepada ku , pukulah aku lagi , tidak apa apa ... kamu bisa lampiaskan semua nya kepada ku ..."


Jo menawarkan dirinya untuk kembali menjadi tempat pelampiasan kekesalan ku seperti tadi .


Aku terdiam memandangi Jo , kulihat wajah Jo yang terkena carakan dari ku , lalu di tangan dan lehernya ada lebam hasil dari pukulan pukulan ku kepadanya , semua nya itu belum juga sembuh dan dan kini dia masih meminta aku melampiaskan semua kekesalan ku kepadanya , rasanya untuk meminta maaf kepadanya saat ini pun tidak bisa menyembuhkan semua luka ini secepatnya .


Aku pun tertunduk tak sanggup mata ini untuk melihat nya karena aku malu kepadanya jika mengingat perbuatan ku kepadanya .


" Alin , jangan sedih lagi ya , aku disini selamanya akan menjaga diri mu ."


Jo berkata dengan lembut kepada ku , dia mengangkat dagu ku agar aku tidak menunduk lagi dan mataku bisa menatap wajahnya .


Setelah aku menatap wajahnya , baru aku menyadari tatapan mata Jo memang mirip dengan Marco namun wajah mereka berbeda tidak ada ke miripan sedikit pun .


Apakah aku harus percaya jika dia memang saudara kembarnya ?


Mata ku kini tidak berkedip terus memperhatikan setiap inci wajah Jo , karena aku ingin mencari kesamaan yang lain dengan Marco selain tatapan mata Itu .


" Alin , apa yang sedang kamu perhatikan ? jika kamu ingin bertanya , bertanyalah karena aku akan bersedia menjawab mu ."


Aku lupa bahwa Jo adalah seorang Polisi , sedangkan Marco adalah seorang penjahat , lumayan menarik 2 orang kembar yang seperti Langit dan Bumi


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= >>>>>