MIDNIGHT

MIDNIGHT
Satu Pilihan ku ....



Malam pun kembali hadir , sampai saat ini Jo belum juga kembali pulang ke rumah ini , hatiku kini antara senang dan tidak senang jika sedang memikirkan Jo , Aku merindukan Jo tetapi aku takut jika Jo nanti menanyakan apa yang harus aku jawab , untuk sebuah pertanyaan yang Jo berikan kepadaku .


Aku harus bisa berpikir untuk masalah pilihan ku ini , jika aku memberikan anak untuk Jo , siapa aku ini bagi nya sedangkan dia sendiri menikahi diriku belum sah di mata hukum dan Negara , Jo bukanlah Marco ada kepribadian yang berbeda dari 2 orang yang dibilang kembar ini dan aku mulai bisa menilai itu .


Aku merasa diriku belum terjatuh di dalam kubangan lumpur yang di buat oleh Jo , masih ada kesempatan buat ku jika aku harus memikirkan masalah ini sekali lagi , kini aku mempunyai jawabannya jika nanti Jo memberikan pertanyaan itu kembali kepadaku .


Jenuh juga rasanya diri ku menunggu Jo di ruang keluarga ini , aku berpikir lebih baik aku tidur saja lebih dulu , Biarkan saja jika Jo nanti pulang terlambat , Karena Ku Tahu Jika Jo nanti sudah pulang dia pasti akan tidur di sampingku , Karena kini Jo tidur bersama ku di kamar atas , bukan lagi di kamar tamu yang berada di bawah .


Aku pun segera berdiri dari sofa yang telah berjam jam aku duduki ini , lalu aku berjalan menaiki tangga ini satu demi satu sambil hati ini masih berharap , aku mendengar ketuk kan pintu atau suara memanggil manggil nama ku sebagai tanda bahwa Jo sudah pulang tepat waktu .


Namun hingga sampai aku memasuki kamar ku dan ku baringkan tubuh ku diatas kasur ini tetap saja , Aku masih tidak mendengar suara Jo atau pun suara ketukan pintu dari dirinya .


Aku berharap Jo nanti tidak marah dengan ku , karena aku akan memberikan jawaban yang mungkin tidak sesuai dengan apa yang di harapkan nya .


" Tok .. tok... tok.. "


Aku pun langsung terbangun ketika telinga ini mendengar suara ketukan pintu kamar ini , hati ku berbunga bunga karena aku berfikir Jo sudah pulang dan dia ingin aku menyambut nya .


Dengan perasaan yang tidak sabar akupun segera membuka pintu kamarku , sesaat aku terdiam dan terpaku setelah aku melihat siapa yang telah mengetuk pintu kamar ku , karena yang mengetuk pintu kamar ini ternyata adalah pelayan ku ,


" Maaf Non ... ini ada surat katanya buat Non Alin ."


Dengan wajah yang sedikit takut takut , Dia memberi kan sebuah amplop coklat kepadaku yang aku sendiri bingung , mengapa ada surat untuk ku di alamat ini , karena alamat rumah ini sama sekali tidak ada yang tahu . Dengan perasaan takut pun aku menerima amplop itu dari tangannya dan tidak lupa aku untuk mengucapkan kata terima kasih kepadanya .


Ku pandangi amplop bertali merah dan berwarna coklat yang ada dalam genggaman ku ini , detak jantung ini pun semakin cepat rasanya dan napas ku rasanya mulai sesak dan panas .


Ku buka perlahan lahan amplop tersebut karena walupun aku takut namun hati ini juga tidak bisa di pungkiri bahwa aku pun penasaran dengan isi didalam nya . Tali yang mengikat amplop ini pun telah terbuka dan tanganku pun kumasukan ke dalam amplop coklat ini , aku merasakan seperti menyentuh lembaran lembaran foto yang berukuran sedang .


" Alin ... ! apa itu ?"


Tiba tiba suara Jo mengejutkan diriku , dan hampir saja ku buang amplop coklat ini dari tangan ku .


" Jo ...! aku tidak tau ini apa ? aku takut ...!"


Aku segera memeluk tubuh Jo , dan mengatakan ketakutan ku kepadanya .


Jo pun memeluk ku dan dengan cepat dia mengambil amplop yang sama sekali belum ku lihat isinya .


Jo , segera melihat isinya yang ternyata memang lembaran foto foto ...


" ASTAGAA...!!! mata Jo terlihat melebar dan dia terkejut setengah mati melihat foto foto yang ada di tangan nya . "


Aku segera meraih tangan Jo , karena posisi tubuh Jo lebih tinggi dari pada diri ku , aku pun berjingkrak - jingkrak untuk meraih foto yang ada di tangan Jo yang membuat rasa penasaran ku semakin menjadi - jadi karena aku melihat tampang Jo yang seperti ini .


" Tidak , kamu tidak boleh melihat nya ! biar Nanti orang ku yang akan mencari siapa pengirim amplop ini karena ini isinya juga menyangkut hidupku bukan hanya dirimu !"


Jo dengan sigapnya langsung menyimpan foto-foto yang ada di tangannya dan memasukannya kembali kedalam amplop itu , aku menjadi bingung di buatnya , mengapa Jo menyembunyikan foto foto itu dari ku , Ada apa sebenarnya ? dan dia berkata bahwa foto foto ini juga berkaitan dengan hidupnya , benar benar membuat diri ku menjadi penasaran , Ku lihat wajah Jo yang semakin memerah karena memendam amarah nya setelah dia melihat isi dari amplop yang di pegang oleh nya saat ini .


" Jo ! kenapa aku tidak boleh melihat isinya , ada apa sebenarnya ? lagi pula itu amplop di tujukan kepada ku , bukan dirimu , mestinya aku yang melihat nya bukan diri mu !"


Aku menjadi marah dan emosi kepada Jo , karena dia tidak memperboleh kan diriku untuk melihat isi amplop itu , membuat diri ku semakin penasaran .


Jo tidak memperdulikan diriku yang emosi kepadanya ,


Amplop itu segera di bawa Jo pergi dari ku , Jo pergi meninggalkan diri ku sendiri di malam ini .


" Jo ! ada apa sebenar nya ! dan jika kamu pergi meninggalkan diri ku , jangan menyesal jika kamu kembali nanti , aku sudah terkapar mati !!!


Jo menghentikan langkahnya seketika setelah dia mendengar teriakan dari ku .


Dia pun langsung berlari menghampiri ku dan memeluk tubuh ku erat .


Aku sendiri heran dengan ucapan ku , mengapa aku bisa berkata seperti itu kepada Jo , kata kata itu spontan keluar dari mulut ku , seakan akan aku mempunyai firasat agar Jo jangan meninggalkan diriku .


" Alin , aku berharap semua bisa aku selesaikan karena masalah pembunuhan Marco ini sangat rumit kasus nya , dan terlalu banyak orang yang membenci Marco."


Lemas rasa tubuh ku , seketika badan ku lunglai dan rasanya tidak dapat berdiri lagi mendengar sedikit kejujuran yang Jo utarakan kepada ku .


Kini aku paham mengapa Jo tidak memperlihatkan isi amplop itu kepadaku , karena semua isinya berkaitan dengan Marco .


" Jo , apa yang bisa ku bantu untuk mu , katakan lah ...


aku akan berusaha semampu ku ..."


Dengan tatapan yan kosong dan harapan yang hampa


aku mencoba menguatkan Jo , walaupun aku tau bahwa sesungguhnya aku ingin berlari dari kehidupan ini . Aku merasa hidup ku kini sudah hancur .


" Aku mau , kita pindah dari rumah ini !"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= >>>>>