MIDNIGHT

MIDNIGHT
Aku Milikmu... ( 2 )



Ku minum sisa Vodka yang masih ada didalam botol ini , karena vodka yang berada di gelas sudah habis , tetapi aku merasa diri ini masih saja belum bisa mengantuk .


" Beb ... sinii... aku kangen...!"


Aku memanggil Marco yang sedari tadi hanya berdiri memandangi diriku saja , aku ingin dia memeluk ku dan menciumi diri ku seperti biasanya .


Namun Marco tetap saja tidak mau menghampiri ku ,


Aku mulai berpikir kenapa Marco tidak mau mendekati ku . Karena dia tidak mau menghampiri ku maka aku yang berjalan pelan pelan menghampiri dirinya .


Namun ternyata setelah mendapatkan Marco , dia telah berubah bentuk menjadi lampu sudut yang berdiri tegak diam dan tidak bergerak .


" Beb ... sejak kapan kamu telah berubah menjadi lampu ?" tanya ku .


Aku mencoba bertanya kepada Lampu yang nampak seperti Marco , karena aku berpikir Marco pasti berubah dan tidak mau lagi bersama ku karena dia cemburu kepada Jo .


Lalu aku mencoba mencari saklar lampu karena aku berpikir mungkin Marco pindah ketempat lain karena dia takut akan gelap , maka aku pun berjalan sambil meraba raba tembok karena aku mencari saklar lampu itu berada .


" Klik " Saklar lampu yang kucari telah kutemukan dan ruangan pun telah menjadi terang benderang .


" Ooh ... kamu berada disini Beb , kok kamu sekarang gemuk sekali ... tapi kamu terlihat seperti Guci yang ku pajang di pojokan ruangan ini ."


Aku merasa memeluk tubuh Marco , tetapi Marco telah berubah menjadi Guci . Aku merasa Marco telah membuat ku menjadi pusing dengan semua ini , Aku lelah dengan permainan petak umpet yang Marco berikan kepadaku . Akupun terduduk di sofa karena aku merasa bosan dan lelah , aku minum lagi sisa Vodka yang masih ada di botol .


Mata ini tetap saja tidak mengantuk , aku berfikir aku harus kembali kekamar ku sebelum Jo menemukan diriku sedang berada di ruang tamu ini , aku tidak mau dia nanti mencium tubuh ku sudah berbau alkohol .


" Ha ha ha ha ha ha ..... aku harus pergi Beb , aku takut nanti Jo menemukan ku , dan dia mau mengawiniku , ha ha ha ha ha ha ....!"


Aku berbicara kepada Marco yang tidak mau menemuiku , aku tau Marco sedang marah kepada ku hingga dia tidak mau menemuiku . Aku berfikir bukan hanya Marco saja yang bisa marah aku pun juga bisa marah kepadanya . Tanpa melihat lihat lagi ke arah Marco aku berjalan pelan pelan menuju tangga karena aku hendak kembali kekamar ku .


" Alin ... ! Ya Tuhan , kamu kenapa jadi seperti ini ?"


" Eeiih... Ada suara yang memanggil namaku !"


Aku merasa ada seseorang yang memanggil manggil nama ku dan Aku pun mencari cari orang yang telah memanggil ku namun aku melihat banyak sekali Marco di hadapan ku , kepala ku menjadi pusing karena aku bingung yang mana Marco yang asli .


" Beb ... kamu kok banyak amat ?"


Aku bertanya kepada Marco sambil melihat jari ku , karena aku sedang menghitung Marco dengan jumlah jari yang ada di tangan ku .


Baru aku menyadari karena jari jari yang ada di tangan ku ini hanya ada 15 dan Marco berjumlah 50 .


Tiba tiba aku merasa tubuh ku melayang layang naik ketangga atas menuju kearah kamar tidur ku .


" waah... aku bisa terbaaaang....horeee...!"


Aku pun berteriak takjub dan kegirangan karena aku benar benar terbang .


" Alin ... kamu jangan membangunkan pelayan rumah ini , aku menggendong mu biar cepat kamu menuju kamar mu , kenapa sih kamu melakukan ini ? terpaksa nanti aku harus memandikan dirimu ."


" Hah ... !! Enak saja memandikan ku , kamu kira aku sudah mati ! aku bisa mandi sendiri !"


Dengan emosi aku menolak untuk dimandikan karena aku merasa sudah dewasa dan aku bisa mandi sendiri


" Ooh ... ha ha ha ha ha , sudah mendarat diatas kasur !


Aku tertawa karena ternyata aku sudah mendarat dengan cepat .


Tiba tiba aku teringat akan botol Vodka yang sedari tadi ada di tanganku .


" Aku Jo ! bukan Marco ! dan botol mu sudah aku buang ! kamu gila yaa... satu botol Vodka kamu tenggak habis tanpa muntah muntah sedikit pun !"


" Oooh.. ternyata kamu si Joseph ! ha ha ha ha ha ...


siinii siinii... aku mau ucapin terima kasih , aku kasih ciuman mauu.... ha ha ha ha ha .... sinii sayaank..."


Ternyata lelaki yang berbicara dengan ku itu adalah Marco dan aku pun ingin mengucapkan terima kasih kepadanya karena dia mau menolong ku , membawaku hingga sampai ketempat tidur ku .


" Ayo kamu harus mandi , aku sudah menyiap kan air panas untuk mu di bathtup ."


Aku merasa Jo memapah tubuh ku menuju kamar mandi , dan aku pun mengikutinya karena aku berpikir Jo itu wajahnya tampan kalo diliat liat kembali Wajah Jo ini seperti Marco .


" Kamu mau melepaskan baju mu sendiri atau aku yang melepaskan nya ?"


Jo bertanya kepada ku tentang baju tidur yang ku pakai ini , aku menjawabnya dengan gelengan kepalaku , lalu aku lingkarkan tangan ku lehernya dan berbisik kepadanya .


" Aku mau kamu yang buka in bajunya yaa... he he he ."


Dengan manja aku merayu Jo agar dia membukakan baju ku , lalu aku merasakan baju ku telah di tanggal kan semua oleh nya . Setelah itu Aku pun masuk kedalam bathtup yang sudah disiapkan Jo untuk ku .


" Ooouuuhh.... airnya hangat sekali , Jo ... kamu mau ikut mandi juga ?"


Aku mengajak Jo untuk ikut mandi bersama dengan ku , agar dia tau bahwa air panas ini begitu nyaman untuk berendam dimalam ini .


" Tidak , aku disini saja , menjagai dirimu , jangan


terlalu lama mandi , karena nanti kamu malah sakit jadi nya ."


Lagi lagi Jo menjauhi diri ku , aku merasa sangat sial sebagai wanita , karena Marco dan Jo semua menolak diriku dan menjauhi ku .


" Aku mau tidur , aku mau ke kasur ."


Aku pun bangkit dari bathup ini dan berjalan menuju tempat tidur ku .


" Eeehh... Aliin.. haadeeh.. tubuh mu ini masih basah , ayo handukan dulu ...!"


Jo mengambilkan handuk lalu dia mengelap semua tubuh ku yang basah dan kini menjadi kering .


Aku menatap wajah Jo yang kulihat berubah menjadi warna kepiting rebus , aku tau , dia sedang menahan napsu kepada ku .


" Ha ha ha ha ha ha ha ... wajah mu Jo ! ha ha ha ha ...


sama seperti kepiting rebus ! ayoolah ... kamu mau kaan...? kamu sudah tidak tahan kaan...??


Setelah menertawai Jo dan berkata kepadanya aku pun langsung membaringkan tubuh ku di atas kasur yang besar ini .


" Alin , maaf aku harus membantu mu memakaikan baju terlebih dahulu sebelum kamu tidur , nanti kamu bisa sakit ."


Jo dengan sigap nya mulai mencoba untuk memakai kan celana dalam untuk ku . Lalu dengan cepat Aku menarik kedua tangan Jo , aku meletak kan tangan Jo di kedua dada ku , aku benar benar ingin Jo meremas remas kedua dada ku ini .


" Alin ... kamu...! "


" Sssssttt.... jangan bersuara lakukanlah , lalu menikahlah dengan ku ..."


Aku memberi kode kepada Jo bahwa aku mau dan siap untuk memuaskan dirinya dimalam ini .


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= >>>>>