
Aku terkejut ketika mendengar apa yang dikatakan Jo barusan kepadaku , dia memintaku untuk pergi meninggalkan rumah ini , apakah Jo lupa bahwa rumah ini adalah hasil jerih payahku bersama Marco dan kini aku harus pindah meninggalkan rumah ini aku pikir dia sudah gila untuk seenaknya menyuruhku untuk meninggalkan rumah ku ini . ku pandang wajah Jo dengan sorot mata ku yang tajam karena secara Jujur aku tidak menyukai kata-kata Jo yang menyuruh ku untuk meninggalkan tempat ini dan ini adalah rumah ku .
" Apa maksudmu untuk menyuruh ku pindah dari tempat ini ? kamu tahu , ini adalah rumahku bersama dengan Marco dan ini adalah hasil keringatku bersama dengan Marco , Apa kesalahan ku hingga aku harus meninggalkan tempat ini ?"
Dengan nada yang sinis dan tatapan penuh amarah aku bertanya kepada Jo , karena aku benar-benar tidak tahu mengapa dia menjadi seperti ini hanya karena sebuah amplop coklat yang ada ditangan nya .
Aku ingin Jo memberitahu kan alasannya dengan jelas
kepadaku . Dengan sekuat tenaga
aku menarik tubuh Jo , hingga dia terjatuh duduk di sofa , aku hanya menginginkan masalah ini harus diselesaikan , karena aku ingin dengan jelas apa yang ada dalam pikiran Jo tentang diriku , tentang Marco dan Amplop yang ada di tangan Jo saat ini .
" Alin , bukan aku menakut-nakuti dirimu tetapi aku ingin melindungimu , Aku berharap kamu membuka mata mu lebar-lebar dengan masalah ini , bertahun- tahun Kamu mengenal diri Marco sebagai siapa ? dan apa pekerjaan nya , sampai saat ini pun kamu tidak tahu siapa musuh mu dan siapa kawan mu juga kamu juga tidak tahu antara musuh mu dan musuh Marco Apakah itu sama atau berbeda ? Alin , Aku melakukan hal ini karena aku menyayangimu juga mencintaimu , aku tidak ingin orang yang aku cintai dan aku sayang terluka apalagi saat ini Kamu adalah istriku ."
keseriusan Jo dan kesungguhan Jo saat dia berkata- kata kepadaku membuat aku menjadi Luluh dan tidak mengerti apa yang harus aku lakukan , kata-kata Jo buat diriku menjadi takut tetapi juga membuat aku semakin bertanya-tanya , apakah musuh Marco juga ingin membunuhku sehingga dia mengajak ku untuk pergi meninggalkan tempat ini .
" Istrimu ?! Kapan kamu menikahi ku ? aku hanya menyerahkan keperawanan ku kepadamu , tetapi bukan berarti kamu begitu gampang mengganti status ku sebagai istrimu ? jika kamu memang mengingin kan aku menjadi istrimu , Mengapa kamu tidak menikahi ku ?"
Isi kepalaku ini rasanya benar-benar menjadi pusing dan penat dengan semua masalah yang sedang menimpa ku saat ini , sehingga aku pun mempunyai keberanian untuk berdebat dengan Jo tentang masalah yang pertama kali ada di kepala ku ini .
Mendengar apa yang aku lontarkan kepada Jo , Jo mendekatkan wajahnya ke wajah ku , mata Jo hanya berjarak 10 cm dengan mata ku , membuat diriku menjadi takut terhadap Jo , aku seakan berpikir bahwa Jo akan membunuh diriku saat ini .
Ku dorong tubuh Jo , sehingga diapun terjatuh kelantai dan dengan cepat aku pun segera berdiri dari sofa yang ada dikamar ku ini , aku mempersiapkan diriku menghadapi Jo jika dia ingin menyakiti diriku .
" ALIN ...!!! apakah kamu sadar perkataan membuat luka di hatiku !! aku sama sekali tidak pernah menyangka kamu akan berkata seperti kepadaku !!
Jo membentak ku , membuat diriku terkejut dan takut kepadanya karena ini adalah untuk pertama kalinya Jo seperti ini kepadaku . Aku sendiri tidak mengerti mengapa Jo menjadi marah seperti ini .
" Kamu ini kenapa ? apa salah ku kepadamu ?!
Aku bertanya kembali kepada Jo , walaupun sebenar nya aku sangat takut setengah mati kepada Jo saat ini namun aku tidak ingin dia mengetahuinya .
" Kamu bertanya apa salah mu !! sadar tidak kamu bilang apa !! kamu bilang kamu menyerahkan keperawanan mu kepadaku tetapi kamu tidak mau menjadi istriku , lalu kamu itu siapa ?!?! harus kah aku berpikir selama ini aku tidur dengan seorang ******* !!
Aku terpaku melihat Jo , dia berkata dengan perasaan yang hancur dan dia menangis hingga dia bersimpuh di hadapan ku . Kini aku terdiam dan tidak mengerti dengan diriku sendiri . Apa yang harus aku lakukan melihat Jo yang menjadi seperti ini .
Aku pun menangis melihat nya seperti ini , rasa hati ini menjadi sangat bersalah kepadanya .
" Jo , maafin aku jika aku salah berkata kepada mu ya , tetapi aku berkata seperti ini hanya ingin kamu mengetahui apa yang ada di pikiran ku , bukan menyakiti mu , aku juga mencintai mu dan tanpa menyesal aku memberikan semua nya kepada mu ."
Jo menangis dalam dekapan ku , seakan akan dia mencurahkan semua kepedihan yang ada di hatinya selama ini , dan disaat ini aku baru menyadari bahwa Jo yang saat ini ada di dalam pelukan ku adalah Jo yang sesungguhnya , tanpa membawa pangkat atau embel embel yang selalu ada bersama dengan dirinya .
Saat ini Jo benar benar membutuhkan diriku , sebagai tempat untuk dia berbagi , dia hanya meminta untuk di mengerti dan dimanja oleh ku .
Disaat Jo menangis di pelukan ku , aku merasakan Marco pun ada memeluk ku , dia datang untuk memberikan kepercayaan ku kepada Jo , Marco memberikan isyarat kepada ku bahwa aku harus mengikuti Jo .
Ku dekap erat kepala Jo yang masih tenang bersandar
dalam pelukan ku dan ku belai belai mesra rambut hitam lebat nan wangi ini lalu ku ciumi kening Jo sambil berkata ...
" Jo , aku akan selalu bersama mu , dan tidak akan pergi meninggalkan mu ..."
Aku terdiam setelah berkata kepada Jo , ku pandangi wajah jo dengan perasaan yang terheran heran , karena tanpa sadar apa yang aku ucapkan kepada Jo sama percis dengan aku berkata kepada Marco . aku pun menjadi bingung sendiri , kenapa bisa mengata kan kata-kata yang sama seperti ini lagi .
Jo menatap ku dengan tatapan yang penuh dengan sejuta harapan lalu dia tersenyum kepadaku , perlahan lahan Jo menurunkan kepalaku , hingga membuat bibir ku menjadi sangat dekat dengan bibir nya , Jo mencium ku seakan akan ia ingin ******* habis seluruh diriku .
Kini aku baru percaya bahwa Jo memang orang yang baik dan tepat untuk ku , karena Marco yang sudah berkata kepada ku .
" Alin , mau kah kamu mengikuti rencanaku ?"
Jo berkata kepada ku dengan mengelus ngelus pipiku , dia ingin agar aku sekarang lebih tenang dan dewasa .
Aku hanya bisa membalasnya dengan senyuman dan berkata dengan pelan kepada Jo .
" Aku sudah bilang , bahwa aku akan hidup bersama dengan mu , sampai tutup usiaku . "
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>