
Akhirnya aku mengikuti usulan dari Jo juga bahwa aku harus pindah dari rumah besar yang seperti villa ini , rumah yang yang idam idam kan bersama dengan Marco Terpaksa harus bukan karena aku kekurangan uang dari Jo , karena aku juga tidak mungkin akan kembali lagi ketempat ini , aku jual Karena aku tahu di sini tidak ada kebahagiaan buatku dan juga kenyamanan untuk diriku sendiri karena memang benar kata Jo , bahwa saat ini kita tidak tau siapa lawan dan musuh kita karena kehidupan Marco yang begitu kelam , dan aku ingin menutup semua kenangan Marco berlalu bersama tempat yang baru , dan hidup bersama dengan Jo .
Kulihat Jo yang masih saja sibuk membereskan semua barang-barang yang akan aku bawa pindah dari rumah ini , aku hanya membawa sebagian barang barang saja yang aku beli dengan uang aku sendiri sedangkan uang yang dibeli dari hasil Marco semua kutinggal kan , ku jual bersama dengan rumah ini dan uang nya nanti akan ku kirim ke rekening Ibu semoga uang itu bisa bermanfaat dan digunakan dengan ibu untuk adik adikku Karena bagaimanapun juga aku masih merindukan mereka dan selalu aku mimpikan mereka , namun aku tidak mungkin kembali ke rumah karena aku masih merasa belum berhasil , jika suatu saat nanti aku akan jadi orang berhasil , maka aku akan tunjukkan diriku kepada kak Gatot , bahwa aku bukanlah yang dulu lagi .
" Alin ... mengapa kamu melamun ?" tanya Jo .
Aku pun tersadar dari lamunan ku karena Jo menepuk pelan bahuku lalu memegang pundak ku , mungkin dia bertanya kepada ku karena ternyata aku dari tadi hanya berdiam diri memandangi pintu rumah ini dari luar , sedang kan pikiran ku melayang entah kemana .
Kulihat wajah Jo yang kini penuh dengan keringat juga kaos yang dipakai nya semuanya telah basah , karena seharian ini hanya dia dan pelayan saja yang mengepak semua barang-barang di sini , jika ku lihat wajah Jo dengan seksama dibawah terik matahari ini
ternyata dia memang mirip seperti Marco , wajah nya manis dan tidak membosankan jika mata ku memandangi nya dengan waktu yang sangat lama . Namun kini karena dia telah melakukan operasi dia benar benar menjadi lelaki yang sempurna , terlihat tampan berkulit putih dan gagah .
" Alin... hei..!! ada apa dengan wajah ku kenapa kamu tersenyum senyum , kamu sedangkan membayang kan apa ? tanya Jo kepada ku untuk yang kedua kali nya .
Wajahku langsung tertunduk malu di saat Jo menevur ku seperti itu , aku tidak mau Jo melihat muka ku yang mungkin berwarnah merah muda pada saat ini , karena memang sesaat tadi aku sempat Terkesima dengan apa yang kulihat di hadapanku , dan Aku akan malu sekali jika Jo tahu bahwa pikiran tadi sudah sempat melayang jauh tentang wajah anak yang rencana akan kuberikan kepadanya , yaaa.... jika memang di rumah baru nanti semua berjalan dengan baik aku akan bersedia memberikan Jo anak seperti apa yang dia mau , karena kini aku telah mengambil jalan ku dan mengambil keputusan ku untuk mau menjadi istrinya .
" Jo , kamu belum istirahat dari tadi .... istirahat dulu yaa , Kamu makan aku buatin apa ?" tanya ku balik .
" waah... sudah siang ternyata , tapi barang barang mu ini ternyata banyak juga yaa.. walaupun hanya sebagian ... ha ha ha ha ha ha !"
Melihat Jo yang tertawa dengan lepasnya membuat aku menjadi Terpukau , karena walaupun wajahnya penuh dengan peluh seperti itu dalam tawanya pun masih terlihat tampan sekali , membuat aku kembali menghayal tentang diri nya , aku pun mulai berfikir kembali , ke kuketuk ketuk kepalaku ini 3 kali agar aku tersadar dan kini aku bertanya dalam hati ku , Apakah aku ini benar-benar jatuh cinta kepadanya ? sehingga dimata ku , Jo begitu sempurna sekali saat ini . Harusnya tadi dia menjawab pertanyaan ku tetapi dia malah manampakkan kegagahan nya dan ketampanan nya di hadapan ku .
" Jo ... kamu mau aku buatin makan tidak ? apa mau beli makanan di luar ?" tanya ku kembali , karena Jo belum menjawab ku tadi .
" Aku mau tanya , suami mana yang menolak masakan hasil buatan tangan istrinya , kamu tolong laporkan kepada ku lalu aku akan tidak segan segan menembak kepalanya saat ini juga ... !"
Jo berkata di telinga ku , kata kata nya halus tapi membuat bulu kuduk ku berdiri karena ujung dari kalimat nya itu sangat menyeram kan bagiku , bisa bisa aku akan berfikir bahwa Jo adalah seorang psikopat karena dia berani menembak seseorang dengan hanya dengan alasan yang sepele .
" Hmmm... kalo itu adalah kamu sendiri , apakah kamu akan menembak kepalamu sendiri ... ?"
aku mencoba untuk memberikan suatu pertanyaan balesan kepada Jo .
" Yaa... tentu saja aku akan melakukan nya jika itu terjadi kepada ku sendiri , karena aku telah berjanji kepadamu untuk menjaga mu dan membahagiakan dirimu , tetapi jika masalah makanan saja aku bisa menolaknya berarti aku telah mengecewakan diri mu , buat apa aku hidup , atau kamu yang menembak diri ku pun aku siap ..."
mendengar kata-kata Jo yang barusan dia ucapkan kepadaku , aku tidak mengerti Apakah ini sebuah janji ataukah ini yang disebut gombalan tetapi dari sinar matanya seakan-akan dia bersungguh-sungguh kepada ku tentang hal ini .
" Tenang... kamu tidak usah percaya akan kata kata ku tadi .... ha ha ha ha ha ... tetapi masalah ini sudah masuk di dalam otak ku , aku akan siap kan perjanjian diantara kita , supaya kamu merasa lebih aman hidup bersama ku , aku akan buatkan kamu surat yang dimana aku akan rela mati baik ditangan mu atau ditangan ku sendiri jika aku telah menyakiti diri mu ."
Dengan wajah yang serius dan tidak main main Jo berkata di hadapan ku
" Kamu itu gila ya ...!! apa kamu itu psikopat ? kamu lebih aneh dari pada Marco !" jawab ku dengan nada yang marah dan kesal kepada nya , aku merasa melihat Jo semakin aneh jika di tanggapi . Aku benar benar tidak mengerti jalan pemikiran Jo , awalnya aku hanya bertanya dengannya urusan makanan , tetapi dia malah menjawab nya dengan urusan kematian .
" Jangan jangan dia itu memang sedikit punya jiwa psikopat kali yaa ..!" gerutuku dalam hati .
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>