MIDNIGHT

MIDNIGHT
Aku Hamil ( 2 )



Setelah membereskan semua barang barang kedalam mobil dan truk yang disewa oleh Jo , aku pun segera berpamitan kepada pelayanku yang selama ini telah setia kepada ku dan tak lupa aku mengucapkan rasa terima kasih ku juga selamat tinggal kepadanya , Jo tidak memperbolehkan aku membawa nya ikut pergi pindah bersama ku , karena Jo bilang untuk saat ini kita tidak bisa mempercayai siapapun meskipun itu adalah orang yang selalu baik dengan kita .


Aku hanya bisa mendengarkan dan menuruti Jo saat ini karena aku tau , Jo melakukan semua ini karena dia ingin melindungi diri ku .


Baru kali ini aku bisa memandangi wajah Jo dengan begitu puasnya , walaupun hanya terlihat dari samping tapi aku bisa melihat dengan jalas bentuk wajah yang sangat tampan hidung yang mancung , bulu mata yang lentik dengan tatapan mata yang tajam kearah jalanan , dan kulihat bibir Jo dari arah samping ini , sangat terlihat sexy karena diatasnya tumbuh kumis tipis yang semakin menambah dia terlihat sangat menggoda , aku benar benar bisa melihat setiap inci wajah nya saat ini , saat dimana dia sedang menyetir dan berada dekat di sampingku . Selama ini jika aku pergi bersama Jo , diri ku selalu merasa ketakutan dan juga benci yang selalu ada jika melihat diri nya , tetapi bersama dengan waktu Jo telah membuktikan dirinya kepada ku , bahwa dia tidak main main untuk hidup bersama dengan diri ku .


Disepanjang perjalanan ini aku hanya bisa melihat lihat banyak hamparan sawah atau perkebunan teh di kiri dan kanan jalan ini . Aku tidak tahu Jo membawa ku kedaerah mana dan aku pun tidak mau bertanya tanya kepada nya , karena aku sedang mencoba bermain main dengan hati ku sendiri , karena aku tidak pernah tahu bagaimana bentuk rumah Jo jadi aku sedang menerka nerka seperti apa bentuk rumah Jo , namun yang pasti besar ataupun kecil rumah itu , aku sudah bersama dengan Jo itu sudah cukup bagiku .


" Alin ... di depan itu rumah kita , aku harap kamu menyukai nya ."


Jo menunjuk rumah yang letaknya dekat dengan tikungan , lalu perlahan-lahan mobil pun memasuki carport halaman rumah ini . Aku tertegun sesaat sebelum aku turun dari mobil .


" Ayuk....turun ... masuk dan lihat lah ...."


Jo menyuruhku segera turun dari mobil nya dan mengajak ku untuk segera melihat keadaan rumahnya . Ternyata selera Jo sama seperti diriku , melihat dari model rumah yang dia miliki saat ini , rumah yang akan aku tinggali bersama dengan Jo disini , rumah ini benar-benar terlihat exotic dengan nuansa dapur terbuka sehingga kita bisa melihat taman belakang secara langsung tanpa pembatas ruang , jendela -jendela yang besar dan juga plafon tinggi semua membuat ini seakan akan seperti rumah yang diberikan Marco untukku yang terdiri dari 2 lantai , namun rumah ini benar benar ideal bagiku , sekali aku melihat nya aku sudah jatuh cinta pada rumah ini , rumah ini terlihat mungil tetapi tidak mungil , dibilang besar juga tidak besar karena rumah ini hanya satu lantai , dan jika di bilang sederhana rumah ini berisikan barang barang yang sangat mewah tetapi orang tidak akan pernah bilang jika rumah ini mewah jika orang itu belum pernah menginjakkan kakinya kedalam rumah ini , karena type rumah ini memiliki model yang menipu mata .


" Alin , aku harap kamu suka tinggal dirumah ini , karena rumah ini tempat dimana aku benar benar melepaskan lelah ku , aku ingin dirumah ini aku pun dapat merasakan kebahagiaan bersama anak dan istriku , Alin ...jika dirumah ini ada bagian yang tidak kamu suka dan kamu ingin rubah , kamu tinggal bilang kepadaku dan aku akan merubahnya sesuai apa yang kamu mau dan jika ada barang yang tidak Kamu suka kamu pun tinggal bilang kepadaku aku akan membuangnya dan membelikan mu yang baru , semua ini ku lakukan , karena aku ingin rumah ini benar-benar membuatku merasa nyaman dan tenang karena rumah ini adalah istana untuk kita berdua dan juga anak anak kita ."


Dengan menggenggam erat tanganku dan tatapan mata nya yang penuh dengan harapan , Dia berkata kepadaku , aku bisa melihat keseriusan di wajahnya bahwa dia tidak ingin bermain-main hidup bersama dengan diri ku .


Aku hanya bisa tersenyum melihat wajah Jo , dan ku anggukkan kepala ku tanda aku menyetujui dengan semua keputusannya lalu dengan cepat Jo memeluk tubuhku dan dia membenamkan wajahku didadanya sehingga telingaku bisa mendengar setiap detak jantungnya . Tanpa Ragu , aku pun membalas pelukan dari nya dan aku bisa merasakan bahwa Jo benar benar mencintai diriku .


Tiba tiba .... aku merasakan kepala ku sangat pusing dan mual seketika , disaat aku mencium aroma tubuh Jo , biasa nya aroma tubuh Jo membuat diriku semakin terlena tetapi saat ini dia membuat ku merasa mau muntah lalu kudorong tubuh Jo dariku , sehingga dia mundur beberapa langkah dari ku ...


" Ada apa Alin..?? Jo terkejut dan dia pun bertanya .


" Kamar mandi ..!! Kamar mandiii diimanaa...!!


Ooeekkh.. !! kututup mulut ini dengan kedua tanganku sambil berlari menuju kamar mandi . Yang telah di bukakan pintunya oleh Jo .


Jo masih saja masih saja terbengong-bengong melihat diriku yang muntah-muntah di hadapan nya .


Lemas sudah rasanya tubuh ini karena berulang kali ingin mengeluarkan isi perut ku namun tidak ada satupun yang keluar dari mulut ku , hanya meninggalkan rasa sakit di tenggorokan ini dan tenaga yang terbuang sia sia .


" Alin ... ! kamu kenapa sayang.... kamu sakit , aku bawa kamu kedokter ya .... ?" suara Jo terdengar sangat khawatir kepadaku melihat diriku yang menjadi seperti ini , aku sendiri tidak mengerti mengapa diriku menjadi seperti ini setelah aku mecium bau aroma tubuh Jo . Dengan sigap Jo segera memapah ku dan membawa ku menuju ketempat tidur , namun baru beberapa langkah keluar dari kamar mandi , aku sudah mulai merasakan mual lagi .... lalu akupun segera berbalik dan berlari menuju kamar mandi kembali ...


" Uoeekh... Uoeekkh.. !! Jo... aku capeek begini terus...


Uooeekkhh..!! Aku meminta Jo agar memegangi tubuh ku yang rasanya sudah tidak bisa berdiri lagi karena aku sudah tidak punya tenaga lagi untuk semua ini .


" Alin , lo pegang leher gue yang kenceng yaa...!!"


Belum sempat aku bertanya apa yang ingin di lakukan Jo langsung membopong diriku dengan tangannya yang kuat dan kekar dia menggendong tubuhku seperti sedang membawa kardus pindahan ini .


Aku hanya terdiam dan menuruti kata katanya , ku kalungkan tangan ku ini di lehernya agar aku tidak terjatuh dari gendongan nya .


Jo membaringkan tubuh ku di atas kasur setelah itu aku melihat dia sedang menelpon seseorang .


" Uoeeekkh... Uooeeekk , tiba tiba rasa mual ini mulai kurasakan kembali ... aku mulai emosi dan membenci keadaan ini , aku pun mulai menangis karena aku tidak tau kenapa aku menjadi seperti ini .


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= °°° \=\=\=\=\=\=\=\=\=\=