
" Jo ...!! sedang apa kamu di tempat tidur ku !! Astaga..
untuk apa kamu melepas semua pakaian mu..!"
Aku terkejut disaat aku terbangun aku melihat tubuh Jo tanpa pakaian terlelap dengan santainya di atas kasur ku .
" ASTAGAA ... !!
Hampir rasanya mata ini mau copot ketika kuangkat selimut yang menutupi tubuh ku ini , ternyata aku pun tidur tanpa memakai sesuatu apapun .
Aku mencoba mengingat ingat apa yang telah terjadi antara aku dan Jo .
" Apa yang terjadi semalam ?? Aaaaacckkkhh...kenapa aku harus minum itu ...!!
Aku menarik narik rambut ku , karena aku menyesal dengan kelakuan bodoh ku .
" Alin ! Alin ... heeii , jangan kamu lakukan itu , aku melakukan ini karena aku mencintai kamu , dan aku menyayangi mu , aku malah bahagia , aku akan menikahi mu seperti yang kamu minta kepadaku ."
Jo berkata sambil memeluk tubuh ku dengan erat dia melakukan ini agar aku tidak lagi menarik narik rambut ku , dan aku harus menenangkan diriku .
Aku pun terdiam dalam pelukan Jo , aku merasakan detak jantung Jo yang berbunyi sangat cepat dan bau aroma tubuh Jo yang begitu unik , bercampur dengan keringat semalam antara aku dan Jo .
Aku akui , aku pun mulai merasakan bahwa jantung ku pun berdetak cepat , dan untuk pertama kalinya lelaki yang menyentuh tubuhku hingga area yang paling ku jaga adalah Jo . dan kini aku mulai tunduk bersama dengan dirinya dan mau menyerahkan semuanya kepadanya .
Aku rasa aku sudah mulai gila , dan tidak bisa lagi melihat kebenaran .
Aku benar benar menikmati dekapan Jo dan juga aroma tubuh Jo yang bernyanyi nyanyi dalam darah ku membuat aku mau melakukannya lagi bersama Jo .
Jo mendongakkan dagu ku membuat bibirku menengadah seakan meminta Jo agar ******* bibir ku . Seperti membaca pikiran ku Jo pun melakukan apa yang sedang ku bayang kan , Jo ******* bibir ku dan dia mulai meraba raba lagi tubuh ku , membuat ku sedikit meronta dan mulai menikmati apa yang sedang di lakukan Jo kepada ku .
" Alin ... maukah kau menikah dengan ku ."
" Aaaachkk.. aakuu... aaahhckk maauuu ...aaaahh..."
Lamaran yang paling gila yang pernah ku tau didalam hidup ku , selama ini aku selalu melihat bahwa seseorang jika dilamar selalu dalam keadaan yang sangat romantis atau dalam suatu kejutan yang tidak pernah di lupakan , namun diriku , aku di lamar disaat aku sedang merasakan kenikmatan dan kehancuran dalam hidup ku .
meskipun begitu , aku sudah menyetujui nya dan mau untuk menikah dengan nya .
Kurasakan keringat Jo yang semakin mengucur deras menetes di atas perut ku , suara Jo pun terkadang terdengar , tidak berani ku buka mata ini , namun aku tetap merasakan aroma tubuh Jo terus menggelayut di hidung ku membuat diriku terbuai dalam kenikmatan yang Jo berikan ini .
Akhirnya aku pun melepaskan apa yang seharusnya ku lepaskan dan begitu juga Jo .
Untuk pertama kalinya aku merasakan kenikmatan yang selama ini di jaga oleh Marco namun kini Jo lah yang mengambilnya dan diriku pun menikmati dan memberikan nya .
Hari ini semua tidak perlu di sesali karena yang sudah terjadi harus sudah ku hadapi , mulai saat ini aku harus merubah kenyataan dalam hidup ku . Kini aku harus bernaung kepada Jo , karena Jo telah berjanji untuk menjaga ku dan juga menyayangi ku .
" Alin , terima kasih untuk semua yang kamu berikan kepadaku , dan aku berjanji akan menjadi suami mu yang terbaik bagi mu ."
Ada kebahagiaan tersendiri yang bernaung di hatiku saat Jo berjanji seperti itu kepadaku .
Baru kali ini aku menatap wajah Jo dengan seksama ,
ternyata dia memang sungguh mempesona selain wajahnya yang tampan dan sangat Gagah .
" Kamu ... ! kamu punya Tatto yang sama yang di miliki oleh Marco !"
Aku terkejut saat aku melihat di sebelah kanan bagian punggung Jo ada Gambar tattoo yang sama oleh Marco .
" Iya , kamu suka bunga ini kan ? Marco yang menyuruhku untuk membuat nya , dia bilang jika aku menyayangimu , aku harus membuat ini , padahal kamu tau aku paling benci tattoo , tetapi untuk mu aku rela merasakan jarum jarum yang menusuk di tubuh ku . Aku benar benar mencintai mu Alin , Aku berjanji demi nyawaku aku akan membuat mu merasakan indahnya dunia ini ."
Hati siapa yang tidak tersanjung melihat seorang pria yang gagah , keren , pintar dan berpangkat memuji dan berjanji seperti ini . Saat ini aku merasakan hati yang berbunga bunga dan aku akui aku jatuh cinta kepada nya , aku pun rela menyerahkan segalanya kepadanya .
" Jo , jika kamu menyengsarakan diriku , aku akan berjanji membuat kamu harus membayar setiap tetes air mata ku ."
Ini bukanlah suatu ancaman tetapi ini adalah suatu janji yang kukatakan kepada Jo . Karena mulai detik ini aku dan Jo sudah saling berkaitan antara satu sama lain .
Jo menatap ku dengan tatapan yang sangat hangat dan sangat teduh padahal aku berkata dengannya dengan keras dan tegas kepadanya .
" Alin , percayalah aku akan menyerahkan semuanya kepadamu , bukan hanya semua harta ku namun nyawaku ini sudah ada ditangan mu ."
Jo membalas perkataan ku tetapi kata kata yang di ucapkan oleh Jo membuat diriku terdiam dan tidak mampu untuk membalas nya .
" Marco , maaf kan aku , jika ternyata aku harus memilih dia untuk jadi pendamping ku ," kata ku dalam hati .
Ada sedikit penyesalan yang tidak bisa aku ungkapkan jika aku teringat akan Marco , karena ternyata aku begitu cepat untuk melupakannya .
Dan aku berpikir bahwa Marco pun akan bahagia jika aku memilih Jo untuk menjadi penggantinya .
Masih dalam keadaan tanpa busana , Jo memeluk tubuh ku , kini aku merasakan pelukan yang diberikan oleh Jo , adalah pelukan yang benar benar ingin memiliki diriku dan menjaga ku .
Aku pun segera bangkit dari tempat tidur , kini aku bangkit dan berdiri di hadapan Jo tanpa merasa malu lagi , walaupun tanpa sehelai benang pun menutupi tubuh ku .
Ku berikan sesungging senyum kepada Jo , lalu aku berjalan menuju kamar mandi karena aku ingin membersihkan tubuh ku dan berendam dalam bathtup .
" Alin ... kamu mau kemana ? aku mau ikut !"
Melihat diriku bangkit dan meninggalkannya sendirian diatas kasur , Jo berteriak kecil dan dia pun segera mengikuti menuju kamar mandi .
Melihat tingkahnya yang seperti anak kecil aku pun tertawa melihat nya . Dan dengan anggukan kepala ku aku pun mengijinkannya untuk mandi bersama dengan ku .
Diatas kasur tadi aku melupakan satu hal yang ada diseluruh tubuh Jo , begitupun dengan Jo , karena kenikmatan yang di rasakan oleh kami berdua telah melupakan semuanya dan setelah semuanya selesai baru aku dan Jo menyadari luka luka yang ada di sekujur tubuh Jo terlihat jelas di mata disaat dia ikut berendam bersama ku dan baru ku dengar rintihan kecil nan manjanya kesakitan atas luka luka yang kuperbuat kepadanya .
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= >>>>>>