MIDNIGHT

MIDNIGHT
Kamu Adalah ....



Aku segera membukakan pintu kamar ku untuk Jo , dengan keadaan ku yang masih memakai handuk , Aku memang sengaja ingin mengetes nya , karena aku tidak mau terbuai oleh kebaikan dan ketampanan dirinya , aku ingin tahu dari awal aku sudah bisa menilai lelaki macam apa kah dia sesungguhnya .


Tetapi ketika aku membuka pintu keadaan yang sesungguhnya terbalik tidak sesuai dengan pikiranku bukan Jo tetapi diri ku yang tanpa sadar Terkesima melihat dia ada di hadapan ku , Jo membuat diri ku terpana melihatnya , Walaupun dia hanya memakai kaos belel biasa dan bawahannya memakai celana traning panjang rasa nya bibir ini berkata " Aku rela menyerahkan diriku kepada-nya ."


" Alin...! kamu ingin membuat ku seperti apa dihadapan mu...sehingga kamu berani tampil seperti ini dihadapan ku ." kata-katanya pelan namun menusuk hatiku .


Apa ini yang namanya kalah sebelum berperang , karena dia lebih dulu menjatuhkan ku daripada aku yang ingin menjatuhkannya , Aku menjadi malu dan salah tingkah dibuatnya , karena mungkin saat ini wajah ku sudah memerah di hadapannya , aku akui aku terpesona melihat nya , tetapi ini bukan jatuh cinta


" Maaf.... kamu sendiri yang mengganggu ku untuk segera membukakan pintu , ada perlu apa !"


dengan ketus aku menjawabnya dan ku alihkan pandangan ku dari nya .


Aku mencoba berlagak cuek dan tak acuh dihadapan nya , karena harus aku akui dia sangat menawan di hadapan ku , cukup 5 menit membuat Aku berfikir rasanya antara aku dan Jo tidak bisa untuk saling berteman karena kita berdua masing masing ingin saling menjatuhkan , dia adalah lawan ku , dia yang ingin menjatuhkan ku atau aku yang akan menjatuhkan nya , karena Antara Aku dan dia masih tersimpan niatan dan tujuan untuk mengetahui siapa lawan kita sesungguh nya .


" Alin makanan sudah siap , aku berharap kamu mau mencoba masakan ku ...."


Tatapan matanya tidak menandakan dia adalah musuh buat ku , tetapi dia berkata kepada ku dengan sesungging senyum dibibir nya , itu membuat ku untuk jadi berhati-hati menghadapinya , senyum itu bagiku adalah Senjata yang mematikan karena Di balik senyum itu , terdapat banyak makna didalamnya melebihi arti kata cinta .


" Ada pembantu di rumah ini dia bisa memasak lalu kenapa mesti kamu yang repot repot melakukan semua itu hingga kamu sendiri yang memberi tahu kepada ku , hhmmmm.... ok aku segera turun , terima kasih telah baik kepada ku "


Selesai aku berkata kepadanya , dengan cepat ku tutup pintu kamar ini , aku tidak perduli dia masih berdiri di balik pintu ini atau sudah pergi meninggalkan kamar ku ini , yang pasti aku tidak mau terjebak dan terbuai atas kebaikannya , terlebih lagi di memasakkan makanan kesukaanku , Aku harus bertanya dengan nya segera karena aku ingin tahu siapa dia sebenar nya dan apa hubungannya dengan Marco , Jika dia memang baik terhadap Marco maka aku akan membalas kebaikannya sebagai teman dan tanpa segan aku akan mengucapkan terima kasih kepadanya .


Jo , sudah menungguku di meja makan , Aku berjalan santai menghampirinya dengan tersenyum Aku pun tak lupa Mengucapkan kata terima kasih kepadanya .


" Waah.. terima kasih , kamu sudah memasakkan makanan kesukaanku ini , kalau boleh tahu siapa yang mengajarimu meracik semua masak kan ini....."


Aku berkata kepadanya sambil mata ini tak berkedip sedikitpun memandang semua hidangan yang ada di hadapan ku ini , semua masakkan ini tampak begitu lezat dan sedap dipandang mata , Aku tidak pernah menyangka pria sibuk seperti dia bisa mempelajari semua masakan seperti ini , sepertinya sungguh beruntung wanita yang menjadi kekasihnya karena setiap hari pasti dia tak segan-segan untuk memasak makanan kesukaannya .


" Duduklah.. dulu... lalu coba kasih aku jawaban bagaimana rasa masakan ku ini ...?"


Mendengar pertanyaan ku yang kuberikan kepadanya Jo hanya tersenyum kepadaku , lalu dia membalikkan pertanyaan ku , dia menyuruhku untuk duduk dan mencoba masakan nya , jujur .... Jangankan untuk mencobanya , wangi aroma masakan ini saja , sudah menari-nari di hidungku , dan membuat perutku tanpa aba-aba telah berbunyi kencang di hadapannya .


" Ayolaah..... di coba dulu , aku ingin menunggu penilaian dari mu , berapa kira-kira nilai yang kamu berikan untuk masakan ku ini , karena jika jelek aku mendapatkan nilai darimu aku akan berusaha untuk memperbaiki lagi Hingga aku bisa mendapat nilai 10 dari mu..."


Aku tertegun mendengar di berkata seperti itu padaku , mengingatkan diri ku kepada Marco , karena kata-kata itu biasa di ucapkan oleh Marco kepadaku .


Mataku tajam menatap matanya Jo , Aku mencari suatu pandangan yang di mana aku bisa menemukan nya , karena isi kepalaku ini berpikir , Apakah jo adalah reinkarnasi dari Marco , karena bertemu dengan Jo di saat aku kehilangan Marco , Jo mengenal semua tentang Marco dan juga mengenalku , Jo mengetahui semua rahasia tentang diriku padahal Sedikitpun aku belum pernah bercerita kepadanya , tetapi apakah di dunia modern seperti ini aku masih harus percaya hal hal yang berbau mistis seperti ini , beribu ribu pertanyaan yang ada di dalam diriku ini , seakan akan membuat ku menjadi gila ... aku mencintai Marco , aku merindukan Marco , tetapi aku tidak mau menjadi gila karena Marco .


" Alin.... ' kok kamu malah memandangiku ? bukannya ke makanan ini... heeiii.... aku dari tadi sudah setia nih , menunggu penilaian dari kamu , kalau terlalu lama kamu menatap diriku seperti itu , Aku tidak akan melarang mu , jika kamu nanti jatuh cinta kepadaku karena Jujur aku pun sudah jatuh cinta kepadamu dari awal aku bertemu denganmu ...."


Jo berkata kepadaku tanpa basa-basi dan seakan-akan dia memang telah lama mengamati diriku .


Apakah aku harus tersanjung dengan kata-kata Jo itu , atau kah aku harus marah kepadanya , aku mencoba untuk tetap tenang di hadapannya , sama sekali aku ingin menunjukkan bahwa Sedikitpun aku tidak tertarik dengan kata-katanya .


" Makanlah....' Aku bersumpah dalam makanan ini tidak ada racun sedikitpun , Jika kamu tidak percaya kepadaku , ambilkan semangkuk sup itu buat ku , aku akan memakan nya lebih dulu , kamu akan lihat diriku nanti , Apakah aku mati atau tidak ."


Jo mulai menampakkan mimik wajah kesalnya kepadaku , karena dari tadi aku belum menyenggol masakan yang telah dibuat nya , matanya mulai menatap tajam ke arah ku , akhirnya aku pun mengalah dan mau mengikuti permintaan nya yaitu mengambilkan semangkuk sup untuknya , walaupun aku tahu sesungguhnya dia memang ingin memakan sup yang telah disajikan dari tangan ku ini untuk nya .


" Kamu bisa lihat kan' aku tidak kenapa-napa aku tidak akan membunuh orang yang aku cintai dan aku telah berjanji akan melindunginya sampai kapanpun...."


Jo berkata kepadaku , dan tangan nya mencoba menggenggam tanganku . Dia ingin membuatku agar percaya kepadanya .


" Biarkan aku makan dulu , baru nanti kita menyelesai kan masalah selanjutnya...."


Aku terus berusaha memperlihatkan ekspresi yang datar kepadanya , karena aku tidak ingin sama sekali dia mengetahui bahwa aku telah jatuh hati kepadanya dari awal aku berjumpa dengan nya ...


" Alin .... kamu tau.... Aku siapa..?"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=>>>>>