
Malam ini aku pulang diantar Marco dengan penuh harapan agar bapak dan ibu tidak marah melihat Keadaan ku , karena saat ini aku sudah tidak bisa berkata kata dengan keadaan ku , bajuku sudah tidak bisa ku pakai dengan normal , make up di wajah ku pun sudah pudar karena air mata , rambut ku sudah berantakan tidak lagi bisa dirapikan . Aku hanya bisa menangis tersedu sedu , karena aku benar benar merasa takut untuk pulang kali ini .
" Beb... Aku takut pulang ' aku takut Jika Bapak dan ibu nanti memarahi ku , karena kejadian hari ini benar benar parah membuat hancur semua nya ".
Rengek ku kepada Marco .
Rasa ketakutan ini begitu besar dan tidak bisa ku bayangkan jika nanti Bapak dan Ibu melihat keadaan ku yang seperti ini , hati mereka pasti akan hancur dan mereka akan mempercayai apa yang dikatakan orang-orang selama ini tentang ku adalah benar adanya .
ku tutup muka ku dengan kedua tangan ini aku terus menangis dan menangis tidak bisa aku berpikir apa yang harus aku lakukan setelah ini .
" Tenang sayang , jangan menangis terus , aku akan menemui Bapak dan Ibu mu , aku ingin melihat apa yang akan Bapak dan Ibu mu lakukan , jika mereka tidak bisa menerima mu lagi , aku akan membawa mu pergi dari mereka dan aku akan menikahi mu ".
Kata kata Marco cukup membuat ku senang dan bahagia , namun aku tidak bisa menerimanya . karena aku masih sayang kepada kedua Orang tua ku dan juga Adik adik ku .
" Beb... Jangan dulu , bukan nya aku tidak mau tetapi aku masih harus menyelesai kan sekolah ku dulu , perjanjian kita kan setelah aku Tamat sekolah baru aku akan menikah dengan mu dan juga aku masih mau membantu Bapak dan Ibu , aku juga masih mau menjaga adik-adik ku , Apapun yang akan terjadi nanti Aku akan berusaha untuk tetap tinggal bersama mereka hingga aku tamat sekolah dan adik adik ku sudah bisa saling menjaga antara satu sama lain nya " . Kata ku .
Aku berusaha berbicara dengan Marco dan memberi penjelasan kepada nya , walaupun aku sangat ingin menjadi istri nya dan mengabdi kan diri ku kepada nya , tetapi saat ini tugas utama ku adalah aku harus menyelesaikan sekolahku dulu , agar bapak dan ibu tidak terlalu kecewa kepada ku .
" Sudah sampai , kamu mau saya antar sampai depan rumah ?". Tanya Marco kepada ku .
" Tidak usah Beb , biar saya pulang sendiri ".
Jawab ku .
" Pakai Jas ini , dan hapus air mata mu ".
Marco memberikan Jas nya untuk menutupi tubuh ku dan pakaian yang ku pakai ini .
Lalu aku pun segera turun dan berjalan masuk kedalam gang menuju arah rumah ku .
Jangankan untuk mengetuk pintu rumah , jarak 15 langkah menuju pagar rumah aku sudah melihat Bapak telah berdiri menunggu ku di luar pagar , aku menjadi was was sudah tidak tahu lagi alasan apa yang harus ku buat , jika bapak bertanya tentang keadaanku ini , Aku hanya bisa berjalan sambil menundukan kepalaku , pasrah dengan apa yang akan terjadi .
Aku membalikkan badan ku , aku masih melihat ke arah ujung Gang disana Marco Masih Berdiri melihatku dia masih menunggu Apa yang akan terjadi dengan diriku , ini karena aku melarang nya untuk mengantar ku hingga depan rumah , karena aku masih belum mau Bapak melihat nya .
" Bu.. Ibu... ! sini.. Alin sudah pulang bu.... !". Panggil Ayah kepada Ibu .
Di luar dugaan ku ternyata Ayah menyambut ku dengan perasaan haru dan bahagia , aku tidak mampu untuk berkata kata rasanya ingin hati ini menjerit dan bersimpuh di kaki Bapak dan Ibu , perasaan dosa yang ada di jiwa ini tidak bisa terbayar oleh apapun juga .
Lalu kulihat Ibu keluar dari dalam rumah..
suara lirih Ibu terdengar seperti silet yang menyayat hatiku .
Aku mencoba menggerak gerakkan bibir ku , aku ingin berkata kepada Bapak dan Ibu . Tapi , lidah dan mulut ini terasa kaku , pita suara pun terasa hilang ...
" Tidak usah banyak bercerita dulu , Ayo masuk lah dulu , di sini udara sudah terasa sangat dingin , Apapun yang terjadi ke pada mu , kami percaya kamu telah dewasa , kamu pasti tahu apa yang telah kamu lakukan pada dirimu , baik atau buruk itu semua kami serahkan kepada mu ".
Air mata ini kembali dengan deras nya membasahi pipi ku , tidak sanggup rasanya memandang ke dua wajah Orang tua ku . Aku pun bersujud mencium kaki Ibu .
" Bu... maafin Alin bu... maafin Alin...!".
hanya ini yang bisa aku lakukan , untuk mengahadapi Ibu dan Bapak ku .
Kulihat bayangan Marco yang menunggu diriku di ujung Gang sudah mengilang , mungkin dia melihat bahwa ibu dan bapak tidak melakukan apapun kepada diriku , mereka malah menerima ku dengan baik dan dengan rasa syukur bahwa aku telah kembali dengan selamat .
" Ibu .... Bapak , Maaf kan Alin .... Maafkan atas dosa-dosa yang telah Alin perbuat , ampunilah Alin... ".
Aku berkata dengan menciumi tangan Ibu dan Bapak , karena aku tidak bisa mengatakan apa pun selain kata meminta maaf , walaupun itu harus ku ucapkan ribuan kali .
Ibu pun mengusap ngusap kepalaku dan menciumi pipi ku lalu berkata ....
" Ayo sana lekas Mandi dan pergi tidur , besok kamu harus bangun pagi untuk pergi ke sekolah , ibu dan bapak berharap agar hidup mu lebih enak dan lebih bahagia dari pada kami ".
aku hanya bisa menangis mendengar setiap kalimat yang di ucapkan oleh Ibu kepada ku .
Tidak ada orang tua di dunia ini yang berharap anaknya lebih sengsara dari pada diri nya .
Dan tidak ada orang tua di dunia ini yang ingin punya anak hidup nya hancur seperti diri ku .
Aku pun segera pergi ke kamar mandi berharap aku bisa membersih kan semua yang telah aku lakukan , terdiam aku bagaikan patung ketika aku memandangi wajah ku di cermin didinding kamar mandi ini , ku buka satu persatu baju ya sudah terkoyak koyak dan berlumur darah Marco ini .
Ibu dan Ayah benar benar memberikan hak kedewasaan untuk ku , mereka sama sekali tidak menghujat ku ataupun memarahi ku , mereka memberikan ku waktu untuk bisa menerangkan semua bila aku sudah siap dan berkata jujur kepada mereka .
Seandainya Bapak dan Ibu tau Entah berapa banyak sudah tangan - tangan lelaki mesum yang menjamah diriku , berapa banyak bibir bibir mesum mereka yang membuat badan ini menjadi merah kebiruan , dan seandainya Ibu dan Bapak tau , hampir semua hotel mengenali wajah ku . Seandainya Ibu dan Bapak tau....
Aku hanya bisa menangis dan menyesali semua ini , namun aku tidak bisa kembali dan melupakan semua ini . Hanya cermin ini yang tahu bagai mana diriku yang sebenar nya ...
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= >>>>