MIDNIGHT

MIDNIGHT
Aku yang Pergi atau Kamu ...!! ( 2 )



" Alin sabar lah.. ok.. ok.. aku senang kamu tidak apa apa ... tapi ku mohon jangan marah marah lagi , aku akan keluar dari sini ..."


Seandainya ada pisau di dalam ruangan ini , mungkin aku sudah menusukan ke dalam matanya , Karena aku sangat marah sekali kepadanya dan membencinya karena ini adalah untuk kedua kalinya dia tanpa permisi masuk kedalam kamar ku , aku benar benar menjadi takut untuk kejadian seperti ini . Akhirnya Jo meninggalkanku , setelah sedikit pun aku tidak memberi peluang baginya untuk menyentuh tubuhku , aku takut jika dia tahu kelemahan ku maka diri ku akan habis menjadi makanan empuk baginya .


Setelah Jo meninggalkan kamarku aku langsung mengunci semua pintu kamar ku dengan semua kunci yang ada di balik pintu kamar ku ini , hingga aku pun berpikir aku akan mengganti semua kunci yang ada di pintu ini hingga si Jo tidak akan bisa masuk kedalam kamar ku lagi .


Aku Pun segera memakai pakaian ku dan seperti biasa


aku terduduk di depan cermin ini , Ku pandangi wajah ku di meja rias yang di beli oleh Marco . Tanpa sadar air mata ku menetes dengan sangat deras , teringat kembali di kamar ini Marco dan diriku selalu bercanda dan bermimpi untuk selalu bersama sama membina rumah tangga di rumah kita ini .


Namun semua telah sirna mimpi dan angan angan itu semua raib bersama kepergian Marco yang entah bagaimana terjadi nya ...


" MARCOOO.....!! MARCOOO.....!!! MAARCOOOO...!!!


aku berteriak sekencang kencang nya memanggil Marco .


" Praaaang...!"


Ku lempar botol parfum ku ke cermin yang sedari tadi ada di hadapan ku . karena diri ini sangat merindukan


Marco , dan sampai saat ini aku belum tahu apa sebab kematian Marco . Penyesalan ku mulai tidak bisa kukendalikan .


Mengingat semua tentang Marco , aku kembali dengan cepat untuk melanjutkan niat ku , ku rapikan diriku lalu Aku segera keluar dari kamar ku dan turun kebawah , aku menghampiri Jo yang sudah menungguku di meja makan , aku ingin semua informasi tentang Marco bisa kudapatkan dari Jo malam ini juga , karena dia telah berjanji akan memberikan semua apa yang ku minta .


Sesaat aku terpukau melihat makan malam hari ini sangat berbeda dengan hari-hari sebelumnya , Dia membuat makan malam kali ini begitu spesial dan sangat romantis , ada apa dibalik semua ini karena aku tidak tahu , tetapi...yang aku tahu , aku harus bisa menjaga hatiku jangan sampai terjatuh dalam pelukan nya karena aku merasa dia hanya menginginkan tubuh ku bukan benar-benar mencintaiku .


" Ada apa ini ? apa yang ingin kamu lakukan dengan membuat acara ini ?"


Dengan muka yang sinis aku bertanya kepada Jo , karena aku sejujurnya tidak suka dengan perbuatannya seperti ini . Diatas meja ini penuh dengan bunga bunga seperti aku hendak makan bunga bunga ini dari pada makan makanan yang di suguhi diatas meja , semua makanan ini pun bergaya ala ala Italia lalu ada sepasang lilin yang sangat indah dinyalakan di atas meja ini .


Entah semua ini dia beli dari mana hingga bisa secepat ini tersedia , dan kini aku bisa melihat semua siap disaat ini .


Jo berdiri menyambut ku dan menyediakan kursi untukku lalu dia berkata kepada ku ...


" Aku ingin meminta maaf kepada mu , hanya ini yang bisa aku lakukan untuk mu semoga kamu tidak marah dan membenci diriku ."


Aku tidak memperdulikan semua alasan yang di utarakan oleh Jo , niat ku saat ini adalah aku hanya ingin mengetahui semua informasi tentang Marco .


Aku segera duduk di bangku yang sudah disiapkan oleh Jo , tanpa menunggu aba aba dari Jo atau kata kata gombalan yang akan diutarakan oleh Jo untukku , aku menyantap semua makanan yang ada di hadapanku lebih dulu , Aku berusaha dengan tenang untuk bisa menghabiskan semua makanan yang telah di sajikan di atas meja ini , karena aku butuh tenaga untuk bisa berdebat dengan Jo , atau menghajarnya dirinya lagi .


" Alin , jangan marah lagi ... aku tidak ingin kamu membenci diriku karena aku sangat menyayangi mu ."


Jo berkata sambil ingin memegang tangan ku dan dengan cepat aku pun menepis tangannya . Aku merasa tidak sudi dipegang oleh dirinya .


" Katakan pada ku , apa yang membuat Marco meninggalkan diri ku ..."


Dengan melahap makanan yang ada di piring ku , aku mulai bertanya kepada Jo , ku usahakan agar tubuh dan jiwaku ini bisa setenang mungkin jika mendengar apapun kabar tentang Marco .


Jo pun menjawab pertanyaan ku dengan Tenang , namun jawaban pertama dari Jo tentang Marco ini sudah membuat diriku merasa sesak untuk bernapas .


" Pesan ...! pesan apa ? dan apa pesan itu ?"


Ku hentikan makan ku , dan kupandangi wajah Jo ,


Rasa penasaran ku semakin dalam dan ingin segera mengetahui , siapa yang merencanakan semua ini .


" Belum saat nya aku memberitahukan ini semua kepadamu karena saat ini bawahan ku sedang menyelidikinya ."


Mendengar apa yang dikatakan oleh Jo , dan juga dengan gayanya Jo yang santai menjawab ku , membuat emosiku semakin tinggi .


" Kamu..!! enak sekali kamu suruh bawahan mu untuk menyelidikinya ! lalu gunanya kamu sebagai atasannya hanya untuk menyuruh nyuruh saja ...! apakah kamu tidak sadar ! bahwa yang sekarang menjadi mayat itu adalah seseorang yang kamu bilang saudara kembar mu ... !!


Aku pun berdiri dari duduk ku dan berkata kepada Jo dengan menunjuk nunjuk kan tangan ku ke wajahnya , karena rasa amarah ku kepadanya sudah melebihi batas kekuatan ku untuk bersabar menghadapinya .


Aku benar benar tidak habis berpikir untuk bisa menilai semua tindakan Jo sebagai Polisi , aku benar benar marah kepadanya karena sikapnya ini seakan akan tidak memperdulikan Marco . Ingin rasanya aku nusukan pisau steak ini di kepalanya biar otak dikepala nya itu mencair dan dia bisa berpikir dengan benar .


" Alin kamu tau aku ini siapa ... !!! bentak Jo kepadaku.


Untuk pertama kalinya Jo membentak ku , dan ini membuat ku tersadar bahwa yang aku bicarakan kepadanya barusan sudah menyentuh jiwanya sehingga dia pun bisa membalas perkataan ku .


Namun bentakan dari Jo tidak membuat nyaliku menjadi kecil untuk melawan dirinya , karena dialah yang membuat hidupku menjadi seperti ini .


Akupun tersenyum melihat Jo yang menjawabku seperti ini , lalu aku pun membalasnya ...


" Justru karena aku tau siapa kamu , lalu aku kini melihat dirimu menjadi lucu ... lucu karena kamu bilang kamu seorang Polisi berpangkat tinggi tetapi kamu tidak mampu berbuat apa apa untuk saudara mu sendiri ... lalu apa yang bisa aku andalkan dari mu ...!"


Aku pun tak kalah untuk bernada keras dan sinis terhadap Jo . Aku tau dia seperti ini karena dia malu mempunyai saudara seperti Jo .


Sakit rasanya hatiku melihat Jo memperlakukan Marco seperti itu .


" Alin , ku mohon percayalah kepada ku , aku akan memberikan tempat dan nama yang layak untuk Marco , beri aku waktu untuk menyelesaikan kasus ini."


Kini Jo berkata pelan dan memohon kepadaku .


" Berapa lama , kamu butuh waktu itu ? satu tahun , 2 tahun atau hilang dan lenyap bersama waktu ?"


kunaikan alisku ketika berkata kepada Jo , itu adalah tanda aku sudah meremehkan nya terlebih dahulu sebelum dia ingin memberikan diriku bukti .


" Aku butuh 3 hari sebelum Marco dikebumikan , tetaplah disamping ku dan dukunglah aku , karena aku sangat membutuhkan dirimu , ku mohon bekerja samalah dengan ku ."


Aku kembali terduduk lemas mendengarnya , karena kini aku menyesali diriku sendiri , seandainya aku tidak pergi dari rumah , dan tidak menuruti ego ku , pasti aku tidak mungkin terlibat masalah ini , tetapi jika ini memang tentang Marco bagaimana pun dan dimanapun aku berada sudah pasti ini semua akan terus menjadi masalah bagi ku .


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= >>>>>>