MIDNIGHT

MIDNIGHT
Ternyata ...



Aku pun segera terbangun dan mengikuti Polisi itu dari belakang , Dia mengajakku masuk ke dalam mobil nya yang sudah terparkir di depan Apartemen ini .


Biasanya jika aku diajak masuk kedalam mobil seperti ini , aku selalu berani dan selalu ada rasa percaya diri namun kini aku merasakan takut dan pikiran ku melayang jauh karena saat ini tidak ada lagi Marco disamping ku .


" Ayo masuk ..... ! tidak.... tidak akan terjadi apa-apa aku berani jamin akan hal itu ... nanti aku akan ceritakan siapa diriku kepada mu agar kamu tidak akan lagi berprasangka buruk terhadap diri ku , aku tahu siapa kamu oleh karena itu aku harus menjaga mu , jika seandainya saat itu bukan aku yang menemukan , mungkin saat ini kamu sudah di dalam penjara , karena kamu akan di anggap sebagai saksi pertama untuk kejahatan Marco ..."


Aku mendengar keseriusan di didalam kata-kata Polisi itu kepada ku , dia benar-benar ingin segera membawaku pergi dari sini aku berusaha untuk mempercayai nya walaupun aku juga tidak terima Jika dia bilang aku adalah saksi dari kejahatan Marco , Aku tidak tahu apa yang dia maksud tentang Marco , aku segera mengikutinya masuk ke dalam mobil dan duduk di sampingnya .


" Oke , sekarang kamu aman karena kamu sudah berada di dalam mobilku dan pengawasan ku , baiklah sekarang Kamu bisa panggil nama ku Josef , walau pun aku tau kamu lebih muda dari ku , tidak apa apa kamu tetap bisa panggil saja aku Jo ."


Dia memperkenalkan dirinya kepada ku namun aku tidak berani menanggapinya dan tidak berani melihat wajahnya dan aku tidak berani mengeluarkan suara untuk membalas perkenalan dari nya karena aku masih menunggu Apa yang dilakukan selanjutnya kepadaku karena aku mendengar suaranya terdengar gemetar Walaupun dia berusaha tenang untuk berbicara kepada ku .


" Alin...."


Aku terkejut ketika dia bisa menyebut namaku , dan rasanya mata ini tidak bisa berkedip kembali karena aku tidak mengira dia telah mengetahui nama aku , rasanya aku belum memberitahukan kepadanya tentang siapa namaku atau dia mencari tentang identitas ku karena dia adalah seorang Polisi , aku harus terus bersandiwara dihadapannya aku tidak mau nanti dia mengandalkan kelemahan ku jika dia mengetahui rahasia diri ku .


mobil ini sepertinya membawaku ke sebuah wilayah dimana aku merasa tidak asing .


Mataku pun mulai melihat kesana dan kemari mengamati sekeliling jalan ini , ini adalah wilayah yang sangat begitu familiar , dan aku benar-benar mengenal tempat ini dengan baik .


Tanpa kusadari mata ku memandangi wajah polisi itu , kini hati ku bertanya tanya ,siapa polisi ini sebenarnya pasti ini semua ada hubungan nya dengan Marco .


" Saya yakin pasti Kamu akan bertanya-tanya tentang tempat ini , nanti setelah sampai di tujuan saya akan menceritakan kepada kamu semuanya , dan saya akan menunggu keputusan kamu secepatnya karena ini semua untuk keselamatan kamu dan masa depan kamu "


Dia mengetahui bahwa aku telah mencuri curi pandangan ku agar aku bisa memandang ke arahnya sehingga dia bisa menegur ku seperti ini , Aku tidak mengerti apa yang dia maksud dengan kata katanya yang menunggu keputusan dari ku . Awalnya aku hanya ingin menjadi istri Marco , tetapi malah terjebak dalam kasus yang tidak jelas asal-usulnya , mungkin benar apa yang dikatakannya , jika aku berjumpa dengan Polisi yang lain , pasti saat ini aku tidak bisa ke tempat ini lagi .


Mobil berhenti di depan sebuah Villa , yang benar benar tidak asing bagiku , villa di mana aku dan Marco berjanji akan tinggal di sini setelah menikah nanti , Villa ini adalah hasil tabungan uang ku dan uang Marco .


Aku sama sekali tidak terkejut Jika dia Mengantar ku ke Villa ini , karena dari awal aku sudah bisa menebak area tempat ini tidak asing bagiku , kini yang menjadi pertanyaan terbesar ku adalah siapa Jo ini , ada hubungan apa dia dengan Marco , dari awal ternyata dia sudah menunggu kedatangan ku di apartemen Marco .


" Ayo kita masuk.... kamu harus istirahat , kamu bisa mandi , makan lalu kamu bisa tidur dengan nyenyak , Kamu tidak akan takut pada tempat ini karena ini adalah rumah mu , kamu bisa tinggal disini sampai selama-lamanya karena rumah ini sudah sah menjadi atas nama mu "


Aku pun segera turun dan masuk kedalam rumah . Seorang pembantu setengah baya langsung melayani diriku , karena dia sudah bekerja cukup lama dengan ku dan Marco , tanpa dia rumah ini tidak akan bersih dan terawat karena dia lah yang setia menjaga dan tinggal disini .


" Alin , kamu mau makan apa nanti aku buatin aku ingin masak makaroni ayam , kamu suka itu kan ?"


Untuk kesekian kalinya aku dibuat nya terkejut karena dia memasak makanan kesukaan ku , makanan itu aku tau dari Marco karena Marco pernah membuat itu dan aku sangat menyukainya dan semenjak itu Marco selalu membuatkan ku makanan itu setiap aku menginjakan kaki ku di rumah ini .


" Alin , apapun tentang kamu aku sudah mengingat nya dan siap untuk menepati janji ku kepadanya , aku tidak ingin Kamu kecewa untuk yang kedua kalinya "


Kata-kata yang penuh dengan perasaan dan begitu dalam kesedihan yang terpancar di wajahnya semakin membuatku bertanya-tanya kepadanya , siapa Jo sesungguh nya ? dan ada hubungan apa dengan Marco , karena Marco mau berbagi cerita dengannya .


Aku berusaha tidak menggubrisnya dan tetap bersandiwara untuk acuh tak acuh kepadanya . Aku terus berjalan menaiki tangga menuju ruang kamarku . Kamar ku di siapkan oleh Marco di lantai 2 , sedang kan Marco dia suka di kamar tamu yang berada di lantai bawah karena letaknya dekat dengan taman , dan taman di sekeliling rumah ini adalah Marco yang merawat nya .


Dia sangat suka tempat ini karena jauh dari kebisingan kota dan sangat tenang sehingga tempat ini merupakan tempat no 1 bagi ku dan Marco .


" Sangat nyaman sekali rasanya bisa merendamkan badan ini di dalam bathtup dengan air panas rasanya tulang tulang yang pegal dan lelah ini seperti bebas dari kepenatan dan lelah yang telah menghantui tubuh .


Tanpa kusadari aku pun terlelap didalam bathtup ini , karena benar benar lelah dan sangat nyaman rasnya .


" Alin.. Aliiin.... "


Aku mendengar suara panggilan Jo didepan pintu kamar ini , entah apa lagi yang akan dia utarakan kepadak ku .


" Iya ! ada apa." ku jawab panggilan darinya .


Akhirnya aku pun menjawab suara panggilan dari Jo ,


Karena sampai saat ini aku melihat dia telah berbaik hati kepadaku dan aku pun ingin mengucapkan terima kasih ku kepada nya .


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= >>>>>