MIDNIGHT

MIDNIGHT
Segampang Itukah aku Jatuh Cinta



Jo terus memandangi wajah ku dengan tatapan matanya yang tajam juga senyum nya yang manis seakan ingin menggoda diriku .


" Mengapa kamu 180° berbeda dengan Marco , wajahmu , kulitmu , dan cara berpikir kalian itu sangat bertolak belakang , kalian itu bagaikan langit dan bumi yang tidak akan bisa menjadi satu , oleh karena itu aku tidak akan pernah percaya jika kamu adalah saudara kembarnya Marco ."


Aku berkata dengan nada dan tatapan yang sinis kepada Jo , Aku tidak ingin dia mencoba mengambil kelemahan dari ku dan mengandalkan kebaikanku , Jika dia selalu berkata tentang Marco di hadapan ku .


Namun aneh , dia tidak bergeming sedikitpun dengan pertanyaan ku yang sangat memojokkan dirinya , dia menatapku tetap dengan senyum yang manis dan menawan kepada ku , lalu dia memperbaiki posisi duduk nya agar terlihat rileks berbicara kepadaku .


" Perbedaan pada wajah dan kulit itu karena aku pernah mengalami suatu kecelakaan , lalu hasilnya adalah mengharuskan ku menjadi seperti ini ."


Dia pun berdiri dan bergaya di depanku memamerkan tubuhnya , wajahnya yang semua ternyata hasil operasi " Huh..ganteng-ganteng tapi hasil permak !" gumam ku.


" Lalu mengapa pekerjaanmu berbeda dengan Marco , Marco menjadi penjahat sedangkan kamu bisa menjadi orang baik ada yang salah kah dengan otak kalian berdua !"


Mendengar pertanyaan dari ku , Jo pun berdiri dari bangku yang dia duduki lalu dia pindah duduk di pinggiran kasur , duduk tepat di sampingku .


Dia menatap ku tajam seakan-akan dia ingin berkata dan aku harus memperhatikannya .


" Alin , Aku ini bukan orang yang baik seperti yang ada dalam pikiran mu dan juga aku ini bukan orang jahat seperti yang sering kamu pertanyakan.....


aku seperti ini semua karena Marco . Marco yang membiayai diriku sekolah hingga diriku bisa menjadi seperti ini , Marco lah yang menginginkan diriku menjadi seperti ini , namun lambat laun aku percaya dan harus mempersiapkan segalanya , jika suatu hari nanti dan suatu saat nanti semua akan tiba pada waktunya ."


Jo berkata kepada ku seperti mengharuskan diriku untuk percaya kepadanya . Namun kata-kata yang dia ucapkan mengundang banyak pertanyaan di dalam pikiranku .


Jo pun berdiri dari duduknya lalu dia membereskan mangkuk sup yang telah habis diberikan kepada ku .


" Jika kamu sudah tidak ada pertanyaan lagi maka istirahatlah , karena besok aku akan mengajakmu pergi ke suatu tempat dan aku berharap agar kamu tidak melakukan suatu tindakan yang sangat mencurigakan karena Jika kamu gegabah dalam bertindak maka kita akan Menjadi santapan empuk , bagi mereka yang lapar dan haus di sana ."


Aku tidak paham dengan kata-kata yang di ucapkan oleh Jo kepadaku , Jo berkata kepada ku akan membawa ku ke suatu tempat , yang aku sendiri tidak mengerti tempat seperti apa yang akan Jo datangi , dia seakan akan berbicara kepada ku , seperti berbicara dengan rekan kerjanya saja , jadi aku harus mengetahui dan paham akan maksud dari kata katanya .


" Tunggu dulu .....!"


Ku Panggil Jo yang akan pergi meninggalkan kan diriku , karena masih ada pertanyaan yang mengganjal dihati ku , aku ingin bertanya tentang Marco karena sampai detik ini Jo sama sekali tidak bercerita tentang dimana Marco berada .


Jo menghentikan langkahnya dan membalikan badannya berjalan kembali kearah ku , dia melihat ku dengan penuh tanda tanya ...


" Ada apa ? apa kamu merasakan sakit...?"


Jo bertanya kepadaku , kulihat raut wajahnya tampak gusar dia benar benar takut jika diriku kenapa kenapa..


" Tidak... aku tidak apa apa , aku hanya ingin bertanya


bagaimana dengan Marco , dimana Marco saat ini karena kamu sedikit pun tidak bercerita tentang Marco , dan kejadian kemarin waktu di apartemen itu kenapa ? tolong jawab... ?"


Aku memegangi tangan Jo memohon dan berharap agar dia mau menjawab pertanyaan ku ... Apapun akan aku lakukan asalakan dia mau memberitahu kepadaku kabar tentang Marco .


Melihat diriku yang memohon kepadanya , Jo pun duduk kembali di samping ku , lalu dia menciumi tangan ku , kulihat dimatanya mulai berkaca kaca .


Aku semakin bingung ada apa dengan Marco , karena sebelum nya Jo sangat Antusias .


Kini hatinya melemah hingga mengeluarkan air mata...


Akupun segera bangkit dari tidur ku hendak melakukan sujud dihadapannya .


" Tidaak... tidak usah sampai seperti ini !"


Jo dengan cepat memegang kedua bahuku dan menahan diriku .


" Aku akan berkata kepadamu semuanya , tetapi saat ini aku belum bisa , tolong kasih aku waktu , biar semua kasus ini selesai maka aku akan bercerita kepadamu , aku berjanji ..."


Jo berkata sambil matanya tajam memandangku , walaupun mata Jo berkaca kaca , namun dia berusaha tegar di hadapan ku . Dia menciumi kedua tangan ku , membuat diriku semakin pusing dibuatnya .


" Plaak...!!"


Sebuah tamparan refleks mendarat di pipi Jo , karena aku benar benar tidak tau kenapa hati ku semakin sakit jika Jo semakin bertele-tele tentang Marco .


Mendapat tamparan keras dariku , Jo hanya mengusap ngusap pipinya , dia tidak marah dan tetap tersenyum kepadaku .


" Jika kamu ingin melampiaskan amarah mu kepada ku , lakukan lah , aku bersedia menerima semua , karena aku tau kamu menjadi seperti ini karena kamu sangat mencintai Marco ."


Kini bukan diriku yang bersujud pada Jo , tapi malah Jo yang bersimpuh di hadapan ku . Entah apa yang dia sembunyikan dari ku tentang Marco .


" Jawab diriku Jo atau aku akan menampar mu sekali lagi...!!!!


Amarah ku mulai memuncak dan akupun mengancam Jo untuk kedua kalinya .


Tetapi Jo malah menyerahkan pipinya kepada ku .


" Jo...!!! jawab aku... dimana Marco !!! hidup atau mati aku ingin melihat keadaan nya...!!!


Aku pun berteriak kepada Jo karena aku sudah muak dengan sikapnya kepada ku .


Namun Jo malah memeluk tubuh ku , dia tidak perduli aku memukulinya , menendangnya , menjambaknya segala arah dan segala cara tangan dan kaki ini mendarat di tubuhnya namun tidak sedikit pun dia menjauhi ku atau merasa kesakitan oleh perlakuan kasar ku .


Akhirnya akupun menangis begitu pula dengan Jo ,


Melihat Jo yang ikut menangis bersamaku , kini aku yakin bahwa Marco sudah tidak bisa kuharap kan lagi .


" Jo... antar aku melihat nya... hidup ataupun mati , aku ingin melihat nyaaaaa....!!!


Aku memberontak dalam pelukan Jo dan ingin menghempaskan nya jauh dari pandangan ku , karena aku merasa dia sungguh tidak berguna bagiku .


"Sabar Aliin...sabaar... aku besok akan mengantarkan dirimu melihat keadaan Marco ! aku janji ...! aku janji asal kamu saat ini tenang dan kembali beristirahat ."


Jo memegangi kedua pipiku , di fokuskannya pandangan ku kearahnya lalu dia berkata dan berjanji kepada ku .


Dengan air mata yang masih terus saja keluar dan hati yang sakit serta ketakutan , rasanya aku belum siap untuk mendengar kabar Marco jika tidak sesuai dengan harapan ku .


Akupun menangis dalam pelukan Jo .


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= >>>>>