
Aku merasa perjalanan ku pagi ini seperti ada yang membuntuti diri ku , ku percepat langkah kaki ku agar bisa segera sampai di sekolah .
" Alin.... Alinda... ".
Aku mendengar seseorang memanggil manggil nama ku , ku tengok kan kepala ku ke kanan dan ke kiri , mencari cari asal suara panggilan itu .
" Siapa itu ! keluar lah kalo berani.. !".
Tanpa menghilangkan rasa takut yang ada dalam diri ku , aku mencoba memberani kan diri ini untuk bertanya kepada orang yang memanggil manggil namaku .
" Alin... WAAA .. !!". l
Aku terkejut seorang laki-laki ada di hadapanku .
" AAAAAA.... !!".
Lalu aku pun berteriak karena diri ku , kaget Setengah Mati .
" Ha ha ha ha ha.... Jangan kaget laah... Ini aku... Mantan pacar mu.. !".
Ternyata dia adalah si Roy mantan pacarku waktu sekolah di SMP dulu
" Kamu itu ya Roy.. ! hampir copot jantung ini gara gara kamu ... ".
Roy adalah seorang anak laki-laki yang dulu suka membantu ku di waktu SMP , wajah nya seperti orang India , dia tinggi dan warna kulit nya hitam manis .
Aku tidak mengerti rencana apa yang ingin di lakukan nya , hingga dia bisa berjalan melalui jalan setapak ini .
" Kamu ngapain lewat jalan ini ? apakah kamu ada rencana di jalan ini ? apa sebenarnya yang kamu inginkan ? ". Tanya ku .
Aku tidak menyangka bisa ketemu lagi di sini , melihat wajah nya sekilas ingatan ku kembali ke masa SMP dulu di mana dia sangat baik terhadap ku .
" Apa yang kamu lakukan di sini sehingga kamu bisa jalan lewat jalan ini ?". Tanya ku kembali kepadanya .
" Aku sudah pindah sekolah ' jadi mulai sekarang aku bisa tiap pagi jalan bareng dengan dirimu ".
jawab nya kepada ku .
Aku merasakan ini semua bagaikan seperti mimpi , tidak menyangka bahwa kini aku bisa memiliki seorang teman untuk berjalan kaki pergi ke sekolah .
" Tapi mulai besok aku tidak mau berjalan kaki boleh ya aku akan jemput kamu naik motor ?".
Mendengar apa yang dikatakan nya aku benar benar merasakan seperti masih bermimpi , tiba-tiba saja aku punya teman yang mau membonceng ku tiap hari untuk pergi bareng ke sekolah .
Aku berpikir dia pasti belum tahu siapa diriku , jika Seandainya dia tahu dia tidak mungkin melakukan hal ini untuk ku , yang ada dia akan membenci ku dan menganggap ku sebagai sampah yang harus di buang .
" Jangan memandang ku seperti itu tenang saja , aku sudah jinak kok ha ha ha ha.... !".
Roy berkata berusaha untuk menghibur ku karena aku benar-benar kaget dibuat nya , dan mata ini tidak sedetik pun berkedip melihat wajahnya karena diriku masih belum percaya apa yang dia katakan barusan kepadaku .
" Alin... Kamu sudah punya cowok ya... Soal nya kamu sekarang makin cantik dari pada yang dulu , kalo belum punya cowok ... Boleh donk aku jadi jadi pacar kamu ?".
Ini adalah Pertanyaan gila yang ku dengar di pagi hari ini . Aku hanya bisa tertunduk dan tersenyum geli mendengar pertanyaan dari nya .
Aku tidak bisa menjawab nya karena aku takut nanti dia sakit hati Jika aku berkata jujur kepada nya .
" Kamu di kelas berapa sekarang ?"
Tanya ku .
Dia menjawab ku dengan kepala nya celingak-celinguk kesana kemari Seperti nya memang benar dia tidak tahu dengan keadaan sekolahan disini .
Gerbang sekolah sudah mulai kami masuki , kini semakin terlihat banyak sekali mata yang fokus melihat ke arah diri ku dan Roy .
Hati ku mulai khawatir , aku takut jika Roy merasa risih untuk kembali berjalan bersama ku jika pengalaman berangkat sekolah di Hari pertama saja sudah seperti ini.
" Roy... Di sana itu adalah ruang kantor guru jadi kamu harus ke sana dulu , aku jalan ke arah sana karena aku mau ke kelas kita berpisah di sini saja ya terima kasih
Roy sudah mau menemani ku ".
Tidak lupa Aku mengucap kan rasa terima kasih ku kepada nya karena di pagi ini aku tidak sendirian pergi ke sekolah .
Roy pun tersenyum dan Melambai kan tangan nya kepadaku , melihat Roy yang seperti ini aku merasakan seperti kembali ke masa sekolah di SMP dulu .
" Alin... Jangan lupain ya pertanyaan ku tadi kepada kamu ,
besok aku mau mendapat kan jawaban nya.. !".
Roy berteriak kepada ku .
Teriakan Roy kepada ku membuat semua mata fokus ke arah ku semakin membuat diri ini menjasi risih nya
Seperti biasa ketika aku mulai memasuki kelas ku , bangku dan meja ku sudah penuh dengan sampah dan tulisan-tulisan cacian di atasnya , dengan sabar aku pun langsung membersih kan nya tidak Sedikit pun aku menggerutu atau pun marah kepada mereka semua .
Aku tahu mereka seperti ini kepada ku karena mereka telah melihat siapa diri ku sebenar nya .
" Plok ... Plok.. Plok... ! Ayo anak anak dengarkan Ibu dulu... Ini ada anak pindahan yang akan menjadi teman baru buat kalian yaa.. ".
Pengumuman dari Ibu Imelda membuat aku sedikit curiga jangan-jangan anak baru yang dimaksud adalah si Roy .
" waaah... Ganteng kuuy... !"
" Iyaa ganteng hitam manis lagi ".
" Cowok.. Duduk nya sama aku aja yaa.. ?!".
Satu persatu aku mendengar teriakan teriakan para teman ku yang cewek cewek mengajak dan memuji muji Roy .
Aku hanya bisa terdiam dan melihat si Roy saja , sedikitpun aku tidak mengeluar kan suara dari mulutku ,
karena aku hanya ingin tahu , si Roy akan duduk di sebelah mana .
" Hai teman teman semua , Saya Roy pindahan dari Jakarta , jika saya boleh memilih tempat duduk Saya ingin duduk di sebelah mantan pacar saya Alinda ".
Pengenalan diri yang dilakukan oleh si Roy , sempat membuat aku merasa mati saat ini juga , karena kata demi kata yang di ucap kan Roy adalah silet yang menyayat bagi tubuh ku .
Belum ada 5 menit dari si Roy selesai memberikan pengumumannya cacian dan hinaan mulai bermunculan dari para cewek teman sekelas ku .
Roy pun berjalan santai menghampiri ku , dia ingin duduk disebelah ku , bangku ini memang kosong dan tidak ada seorang teman pun yang mau duduk denganku kecuali Roy yang mulai saat ini menjadi teman sebangku ku .
" Hai mantan pacar kita ketemu lagi Sekarang tiap hari aku akan berharap besok status ku bukan lagi menjadi mantan pacar oke !".
Roy berkata kepada ku dengan genit Ia mengedip kan mata nya kepada ku , semuanya menoleh ke arah Roy dengan bersungut-sungut melihat kepadaku .
\=\=\=\=\=\=\=\=\= >>>>>