
Aku segera melangkah mundur dan pergi meninggalkan tempat ini karena aku takut mereka pasti akan bertanya-tanya lebih dari sekedar bertanya mengenal tentang Marco .
Aku beruntung mereka tidak mengikuti ku , keringat dingin sudah mengucur deras membasahi tubuh ku, kini aku tidak tahu harus kemana lagi di malam ini , karena aku tidak memiliki tujuan lain selain ke tempat Marco .
Malam semakin larut dan aku tidak begitu mengenal daerah Jakarta ini , hati ku terus bertanya-tanya Ada apa dengan Marco , mengapa dia harus berurusan dengan Polisi , ingin rasanya aku kembali ketempat Marco namun aku takut jika nanti aku terlibat di dalam nya . Aku mencoba untuk menunggunya di sofa lobby ini sambil melihat lihat majalah yang ada di kolong meja tamu di ruangan lobby apartemen ini .
Walaupun aku merasa takut tetapi ini semua sudah menjadi keputusan ku , dan aku harus beranikan diri ini untuk menghadapi dunia yang sesungguhnya ini .
Sekitar 1 jam aku sudah menunggu Marco di lobby ini , berharap dia segera turun dan aku bisa bertemu dengan nya , walau itu hanya sekedar melihat nya dari jauh namun hati ku akan merasa tenang , bila melihat nya dalam keadaan baik baik saja .
Tiba tiba keluar dari lift Apartemen ini beberapa orang Polisi dan seorang Polisi yang tidak asing bagiku , Dia adalah Polisi yang tadi bertanya tanya kepada ku di lantai atas tadi . Kuangkat buru buru majalah ini untuk menutupi wajah ku ketika dia melihat kearah ku .
Aku berdoa dalam hati agar dia tidak mengetahui diriku adalah orang yang di temuin oleh nya di atas tadi .
6 orang Polisi pun keluar dari lift selanjutnya dan mereka membawa kantung besar berwarna kuning di tangan mereka , hati ku berdegup kencang dan mata ini pun terbuka lebar karena terkejut melihat nya dan bertanya tanya tentang isi didalam nya itu .
Aku semakin galau , dan tidak tau lagi harus berbuat apa , karena aku juga tidak mau seperti ini jika diri ku hanya berdiam di sini .
Apartemen ini seperti sudah dijaga dengan Polisi karena sangat sepi tidak ada satu orang pun yang keluar masuk di apartemen ini , hanya aku yang bisa masuk dan duduk dengan keringat dingin di sekujur tubuh ini .
Rasanya Polisi itu sepertinya mengetahui diriku dia berjalan ke arah sofa di mana tempat aku duduk , aku menjadi salah tingkah di buatnya , aku merasa bokong ku seperti tertusuk paku sehingga membuat dudukku menjadi gelisah ke sana dan kemari berpindah-pindah gaya .
" Nona kamu tenang saja , saya bisa melindungimu asalkan kamu bisa bekerjasama dengan ku , itu sudah cukup , rileks lah jangan membuat teman-teman ku mencurigai diri mu ".
Aku terkejut namun aku berusaha tenang karena Polisi itu ternyata ingin membantuku , saat ini yang terbaik adalah aku harus mau bekerja sama dengan nya kalau tidak aku pasti akan terbawa bawa oleh kasus Marco ini .
Aku hanya bisa menjawabnya dengan anggukan kepala dan berusaha berpura-pura membaca majalah yang ada di hadapan ku ini , Aku tidak berani melirik kearah dirinya ataupun semua Polisi yang sedang berjaga-jaga di apartemen ini .
Para Polisi berbicara antara satu sama lain , mereka berbicara sangat keras dan lantang di hadapan ku namun rasanya telingaku ini tidak bisa mendengar percakapan mereka , mungkin semua ini karena rasa takut ini lebih besar daripada rasa ingin tahu sehingga aku belum bisa mengendalikan diriku untuk bisa mengetahui informasi yang ada dihadapan ku ini , Mata ku masih tetap berpura-pura melihat majalah yang ada dihadapan ku dan tangan yang sudah gemetaran karena takut disalahkan .
" Kamu tunggu disini nanti saya akan jemput kamu , saya kembali buat laporan dulu ..... !"
Polisi itu pun Meninggalkan pesan untuk ku sebelum dia pergi meninggalkan diri ku .
Aku hanya bisa membisu dan bertanya dalam hatiku ,
" Haruskah aku mempercayainya..??
Tetapi aku tidak punya tujuan jika aku harus pergi dari sini ...
Mata ini terasa berat sekali untuk tetap terbuka , tidak bisa aku menahannya lama lama , mungkin karena aku terlalu lelah dan kulihat jam yang terpajang di dinding menunjukan saat ini waktu sudah dini hari .
Aku tetap bertahan di Apartemen ini , menunggu Polisi itu menjemput ku , karena dia telah berjanji dan aku harus mempercayai janjinya itu .
" Hei...Bangun..! Bangun.... ayo ikut dengan ku !"
Aku merasakan ada tepukan tepukan pelan di tangan ku lalu suara yang tidak asing terasa dekat di wajah ku . Perlahan ku buka mataku dan kulihat siapa orang yang telah mengusik diri ku ini .
" ASTAGA...!! MARCO...!! ka...kamu... kok bisa ada disini...?" Tanya ku kepada Marco .
Aku sangat terkejut , karena orang yang aku lihat dihadapan ku ini adalah Marco ! jika ini adalah Marco lalu siapa yang dibawa oleh para Polisi tadi ?
Aku menjadi takut setengah mati .
" Marco , aku sudah pergi dari rumah ! kini aku tidak tau harus tinggal dimana ? aku ingin menjadi istri mu..!
Aku pun langsung berkata kepada Marco apa maksud dan tujuanku mencarinya hingga sampai di sini .
Marco hanya memandangku dengan Tatapan yang kosong dan hampa , Dia tidak membalas atau merespon kata kata yang telah ku ucapkan kepadanya tadi , aku kini menjadi bertanya tanya dalam hati , apakah Marco masih mencintai ku ? apakah Marco masih menginginkan ku untuk menjadi istri nya ?
karena Marco yang kulihat saat ini , sangat berbeda dengan Marco yang telah ku kenal slama ini .
Apakah ini sesungguhnya sifat asli Marco ?
" Beb... masih kah kamu menginginkanku menjadi istrimu ? jawab aku beb..?"
Diri ku menjadi gundah Gulana melihat Marco yang seperti ini , sedangkan aku sudah mengambil keputusan untuk pergi dari keluarga ku karena ingin menjadi istri dan hidup selamanya bersama dengan dirinya , tapi kenyataannya berbeda dari apa yang aku bayangkan , kini dia seperti hanya mempermainkan cintaku dan menghancurka kepercayaan ku .
" Alin... aku mencintai mu dan akan terus menjaga mu , tapi kamu harus berjanji jangan pernah menangisi diri ku , jangan pernah.... ! aku akan selalu ada didalam hati mu kenanglah aku selamanya di dalam jiwa mu , seperti aku membawa semua kenangan ini pergi bersama ku , Alin percayalah aku akan selalu ada di samping mu..."
Setelah Marco berkata kepada ku , tubuhnya berangsur angsur hilang dari pandanganku , Aku bingung setengah mati apa yang sesungguh nya terjadi dihadapan ku ini .
" Marcooo...! Marcooo...! Marcoooo....!! Aku berteriak teriak memanggilnya aku tidak mau dia meninggalkan diriku seperti ini , aku sungguh tidak mau...
" Marcooooooo !!!!! aku terus berteriak hingga kurasakan suaraku mulai hilang dari tenggorokan ku .
" Hei... Nona...Nona...! bangun...heii.... ayoo bangun..!!
Mataku mendadak terbuka , dan sekujur tubuh ku basah oleh keringat , baju satu satunya yang ku pakai di tubuhku ini menjadi lepek dan bau oleh keringat ku sendiri .
Aku terbangun dan baru ku sadari bahwa ternyata itu adalah mimpi , mimpi yang tidak tau arti nya apa .
" Maaf saya terlalu lama menjemput mu , sehingga kamu tertidur disini , ayo ikutlah pulang bersama ku !"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= >>>>>