
Lelah sudah aku menangis di dalam pelukan Jo , akhirnya Jo memapah ku ke tempat tidur dan menyuruhku agar segera beristirahat , karena besok Jo akan membawaku pergi ke suatu tempat yang sangat membuat ku menjadi takut bila mendengarkan kata tempat yang di maksud oleh Jo , karena pikiranku melayang jauh dan sudah membayangkan yang tidak tidak , ketakutan diri ku akan mendengar kabar tentang Marco .
" Tidurlah , karena aku pun sangat lelah aku ingin istirahat , besok pagi aku akan membangunkan kan mu ." Jo berkata sambil pergi meninggalkan ku agar aku segera tidur malam ini .
Suara jam weker ku telah membangunkan diriku di pagi ini , aku pun segera bergegas untuk mandi dan merapikan diriku , karena Pagi ini aku ingin pergi bersama dengan Jo .
Aku terkejut , mata ku melihat setelan baju baru berwarna hitam putih , telah tergeletak rapi , baju ini sepertinya sudah di persiapkan untuk ku pakai pagi ini .
Namun , siapa yang menyiapkan baju ini dan kapan seseorang masuk ke kamar ku ? ku amati baju ini dengan seksama dan ternyata memang benar , ini adalah baju baru , dan aku merasa tidak pernah membeli baju ini , Marco pun tidak pernah membelikan ku baju seperti ini , satu satu nya tinggallah Jo , pasti Jo yang memberikan ku baju ini .
tetapi kenapa musti baju yang berwarna hitam putih ini Apa maksud dari baju ini baju ini , Jo membuat ketakutan ku semakin besar dan ingin rasanya aku berlari dari tempat ini .
" Alin... tok..tok..tok..!"
Suara ketukan pintu dan suara panggilan Jo Sudah ku dengar di pagi ini , itu tandanya Jo sudah siap untuk mengajak ku pergi , sedangkan diriku saat ini masih terpana melihat baju yang ada di atas kasur ku ini .
Aku pun segera masuk ke dalam kamar mandi dan mandi secepatnya , aku tidak memperdulikan Jo yang masih saja mengetuk ngetuk pintu kamarku dan memanggil-manggil namaku .
" AAAAAHH.....! " aku berteriak karena terkejut , untung saja aku keluar dari kamar mandi ini tidak telanjang , karena ternyata Jo sudah duduk manis di atas kasur ku .
" Siapa yang suruh kamu masuk kedalam kamar ini !"
Aku pun membentak Jo , karena aku tidak senang melihat seseorang masuk ke kamarku begitu saja tanpa permisi .
" Aku masuk kedalam kamar ini , karena aku sudah memanggilmu berkali-kali dan mengetuk-ngetuk pintu kamar ini namun tidak ada suara balasan darimu ketika Aku memanggilmu , jadi aku merasa was-was dan khawatir , aku pun masuk ke dalam kamar mu , dan aku menunggu mu di sini tapi jika dalam 10 menit lagi kamu tidak muncul atau keluar dari kamar mandi itu , aku mungkin juga akan masuk kedalam kamar mandi mu , karena aku berpikir kamu pingsan di dalam sana ."
Jo memberikan alasannya kepadaku kenapa dia masuk ke dalam kamarku , namun aku tetap saja tidak begitu mudah mempercayainya , bagiku selain Marco , Aku tidak bisa percaya kepada lelaki lain , apalagi aku baru mengenalnya 2 hari yang lalu .
" Ya sudah , aku akan keluar dari kamar ini , Cepatlah pakai baju nya karena waktu sudah semakin siang , aku masih ada banyak tugas yang harus ku selesaikan hari ini , Aku harap kamu bisa bekerja sama denganku jangan gegabah dan jangan membuat tingkah yang membuat orang lain bertanya tanya atau menunjukkan sikap yang membuat orang lain curiga karena ini adalah untuk kepentingan kita bersama ."
Jo memberikan pesan itu kepadaku lagi , pesan yang sama yang dia ucapkan kepadaku semalam , aku sendiri tidak tahu dia akan membawaku pergi ke mana Dia benar-benar mengajakku seperti mengajak partner kerjanya , karena dia selalu berkata aku harus bisa bekerja sama dengannya .
" Jo...' Sebenarnya kemana kamu akan membawaku pergi , hingga kamu mempersiapkan baju seperti ini untukku , Apakah kamu masih menutupinya dariku ?"
Jujur aku semakin geram dibuat oleh Jo , karena dia masih saja tidak mau berterus terang kepadaku , kemana dia akan mengajak ku pergi , aku takut jika ternyata dia mengajakku untuk melihat Marco , aku masih belum bisa terima jika mendapatkan kabar tentang Marco yang tidak sesuai seperti yang kuharap kan dalam pikiranku .
Walaupun kata-kata itu manis didengar , aku tetap tidak bisa menerimanya sebelum aku mengetahui kabar tentang Marco dengan jelas .
Aku pun segera turun dan menghampiri Jo yang sudah menungguku dari tadi di ruang tamu .
Jo , memandang ku tanpa berkedip ketika dia melihatku mengenakan baju yang dibelikan olehnya .
" Alin , kamu cantik sekali dan terlihat sangat Anggun dengan baju itu , penilaian ku ternyata tidak salah ."
Jo menyanjung dirinya sendiri , karena dia merasa sudah hebat telah memberikan baju ini kepadaku .
Sesungguhnya aku tidak bangga menakai baju ini ataupun mengucapkan rasa terima kasih ku kepada Jo , aku hanya ingin tahu kemana Jo akan membawa ku pergi hari ini .
Jo segera menuntunku untuk masuk dalam mobil , kali ini Jo tidak memakai supir , mobil ini Jo yang menyetir nya sendiri , pantas saja dia membuka kan pintu depan untuk ku , ternyata agar aku duduk di sebelah menemaninya menyetir mobil ini .
Jo membawa mobil ini dengan laju kecepatan yang santai , setidaknya membuat ku mencuri kesempatan untuk memperhatikan dirinya , dan memang harus aku akui gaya dia menyetir mempunyai kesamaan dengan Marco .
Tanpa kusadari Jo membuat mataku berkaca-kaca , karena aku jadi sangat merindukan Marco , Aku ingin tahu dimana Marco berada saat ini , aku ingin berjumpa dengan dia , Aku ingin bersama dengan Marco .
" Alin... kamu mengapa menangis ? kamu ada bersama diriku , jangan kamu bersedih , Aku berharap kamu bahagia bersama ku , berjanji lah kepadaku , kamu Jangan Menangis Lagi...." ucap Jo kepada ku .
Jo menyeka air mataku , karena dia melihat diriku menangis , dari kata-kata yang Jo ucapkan kepada ku , mengisyaratkan sesuatu agar aku harus melupakan Marco dari pikiranku dan kini aku harus belajar melihat kenyataan bahwa aku akan hidup bersama dengan Jo .
Jo , ternyata dia membawaku pergi ke salah satu rumah sakit yang berada di kawasan Jakarta Pusat , Saat ini aku tidak mau bertanya kepadanya , untuk apa dia membawa ku kesini , Apakah dia akan menjenguk teman nya , atau dia akan memeriksa dirinya yang sedang sakit aku tidak perduli , karena pikiranku saat ini hanya teringat tentang Marco .
Ternyata dugaanku salah , Jo terus mengajakku berjalan ke bagian belakang area rumah sakit ini , aku terpana ketika Jo membawa ku menuju kamar mayat yang ada di rumah sakit ini , Di depan pintu kamar mayat itu ada 3 orang Polisi yang siaga menjaga nya ,
Kaki ini terasa kaku dan tubuh ini gemetar tidak karuan
pikiran ku telah membayangkan hal hal yang tidak bisa aku ungkap kan ....
Jo terus menuntunku , tangan nya tidak pernah melepaskan ku , dan ketika dia merasa tangan ku sudah basah oleh keringat dingin dia pun merangkul ku , memberi kekuatan untuk ku , untuk dapat melihat kenyataan yang ada di depan ku .
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= >>>>>