
Jo pun mendapat kan gilirannya , dia masuk kedalam ruangan kamar untuk pasien umum .
Aku terkejut ketika Jo menarik tangan ku juga untuk ikut masuk kedalam bersamanya .
" Kamu...!! Aaacck..!! untuk apa kamu tarik aku untuk ikut bersamamu...! aku berkata kepada Jo sambil ku tepis tangan nya . Karena aku tidak mau dia seenaknya saja menarik tangan ku .
" Ya... aku hanya ingin kamu mengetahui apa yang akan dikatakan oleh Dokter tentang badan ku ini , jika Dia mengetahui bahwa luka luka ini semua akibat dari perbuatan mu ..." Jo menjawab ku dengan mimik muka yang seakan akan ingin mengatakan bahwa ini semua adalah kesalahan ku dan aku harus bertanggung jawab padanya . Jika aku boleh membalas nya aku pun akan berkata kepadanya bahwa aku mengajaknya kesini itu karena aku telah bertanggung jawab kepada nya .
Namun aku tidak mau membuat masalah dengan nya .
" Ya.. sudah lah , kamu masuk sana biar aku menunggu mu disini saja , percayalah aku tidak akan meninggalkan mu , aku akan pulang bersama mu ."
Aku berusaha untuk memberikan Jo kepercayaan , agar dia cepat masuk kedalam ruangan dan segera di obati luka lukanya .
Akhirnya Jo sepakat dengan ku , diapun masuk untuk segera di obati sedangkan diriku menunggunya dengan setia duduk didepan pintu kamar ruangan Dokter Umum ini .
Hampir 20 menit aku menunggu Jo di luar , pintu pun terbuka dan aku melihat Jo seluruh badannya di tempelkan perban luka seperti Hansaplast besar dan kecil , semua ini cukup membuat aku tertawa dan tidak tega melihat nya , karena aku sendiri pun tidak menyangka akan membuat tubuhnya menjadi seperti ini .
" Ooh.. Nona ini yang membuat Letnan Jo , menjadi seperti ini .... he he he he ... memang cinta itu bisa melemahkan segalanya ..."
Dokter itu berkata sambil tertawa renyah di hadapan ku , rasanya aku menyesal telah berjabat tangan dengan nya jika ternyata dia berkata seperti melecehkan diri ku dan membanggakan Jo yang mengalah kepadaku .
" Baiklah Dok , saya balik dulu , terima kasih atas pengobatan nya ..." Jo , berpamitan lalu dia dengan percaya dirinya dia merangkul tubuhku , dan mengajak ku untuk keluar dari klinik ini bersama sama dengan nya . Dia ingin memperlihatkan bahwa diriku adalah memang kekasihnya di mata sang Dokter itu .
Aku tidak bisa menepis tangan nya dari bahuku , karena dia mencengkram bahuku dengan sangat keras ya kali ini aku bener-bener tidak berkutik menghadapinya , walaupun seluruh tubuh dan tangannya sedang terluka namun kekuatannya masih bisa untuk membuat diriku tidak bisa bergerak sama sekali bersamanya kini aku harus mengikutinya berjalan disampingnya .
Setelah dia membawaku masuk kedalam mobil , dan dia pun telah masuk kedalam mobil Aku pun memukul bahunya dengan sekencang kencangnya .
" Aduuch ...! Alin ...! kenapa sih kamu engga bisa romantis sebentar bersama ku !"
Dengan meringis kesakitan Jo berkata kepada ku , Dia menatap ku dengan tatapan yang memelas kepadaku .
Aku terdiam setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Jo kepadaku , Karena aku tahu apa yang diinginkan kan oleh Joy yang sesungguhnya .
" Buat apa aku harus romantis dengan mu ! memangnya kamu itu siapa ...!! aku berkata kepada Jo dengan mata yang melotot kepadanya dan kebencian ku Yang begitu besar terhadap dirinya .
" Ingat ya... aku masih mau bersama dengan mu saat ini karena aku masih ingin mengetahui tentang Marco !" Aku tidak perduli ketus atau tidak diri ini jika berkata kepada Jo , karena aku bukan tipe wanita yang bisa bersandiwara . aku tidak akan tergoda dengan apapun yang ada didalam dirinya .
" Ok... Ok... aku akan berikan semua apa yang kamu inginkan tetapi kamu pun harus berjanji kepada ku dan tepati janjimu padaku seperti aku berjanji kepadamu Dan menepati Janjiku kepadamu ."
Jo menyuruhku untuk menepati janjiku kepadanya yang aku sendiri tidak mengerti apa yang aku janjikan kepadanya , karena aku merasa sama sekali aku tidak pernah bicara apapun kepadanya dan tidak memberikan iming-iming apapun untuknya .
" Kamu lupa , kamu pernah berkata kepadaku , apapun akan kamu lakukan dan berikan asalkan kamu mengetahui semua tentang Marco ..."
Dengan wajah yang santai Jo berkata , seakan-akan dia memang sedang menuntut untuk sebuah janjiku kepadanya .
" Tidak usah berbasa-basi ! apa yang kamu inginkan dari ku ... ! tetapi berjanjilah jangan kamu ganggu kehidupan diri ku lagi ."
" Aku ingin kamu menjadi istriku , Jadi ... bagaimana aku ingin mengganggu kehidupanmu , yang aku ingin kan adalah selalu menjagamu sampai akhir Hayat ku ."
Kata-kata Jo Cukup membuatku tercengang dan benar-benar membuatku tidak habis berfikir , Jo sudah semakin gila saat ini , karena dia pun telah kehilangan Marco .
" Kenapa kau memandangku seperti itu ? apakah kamu pikir aku tidak bersungguh-sungguh berkata seperti ini kepada mu . Kamu tau ... Marco menitipkan dirimu kepadaku karena dia tahu bahwa aku juga Menyayangi mu dan jatuh cinta kepadamu ."
" Gila...!! aku bisa semakin gila jika hidup bersama mu !
Aku menjawab perkataan Jo dengan nada yang sinis dan merendahkan dirinya , karena kepalaku ini sudah pusing dengan semua kegilaan yang di ingin kan oleh Marco dan Jo . Kini aku berfikir antara Marco dan Jo , mereka sama sama menginginkan aku masuk dalam perangkapnya dan hidup dalam genggamannya .
Mobil pun telah sampai dan memasuki area pekarangan rumah , aku segera turun dari mobil dan berlari masuk ke dalam rumah , aku ingin segera membersihkan tubuh dan kepala ku , karena aku ingin jernih Berpikir sebelum aku berdebat kembali dengan Jo . Aku ingin menyelesaikan semua masalah ku dengan Marco dan Jo , lalu aku bisa hidup dengan tenang , aku ingin segera berkerja dan memenuhi semua kebutuhan ku .
" Alin... Alin... ijinkan aku masuk , aku ingin bicara sesuatu kepadamu ... "
aku mendengar suara Jo , berteriak teriak di depan pintu kamar ku , suara nya terdengar jelas hingga kedalam kamar mandi ku ini .
Aku malas untuk menjawabnya , Jadi aku membiarkan dia terus saja berteriak teriak di depan pintu kamar ini , karena aku masih membutuhkan waktu untuk menenangkan diriku ini .
" Alin ... Alin... bangun , kamu bisa masuk angin berlama lama didalam sini ..."
" Aaaaaackk....Keluar kamu !! ********...!! KELUAR !!
Sontak aku terkejut setengah mati melihat Jo sudah duduk dengan tenang di pinggiran bathtup ini , dan secara jelas , dia telah melihat tubuh ku seutuhnya .
" Alin ... tenang dulu... tenanglah , aku masuk kedalam kamar ini , karena aku khawatir dengan mu , aku berfikir kamu pingsan di dalam sini ."
" *******...!! jangan buat alasan kamu ...!!
aku memaki maki diri Jo namun aku tidak bisa bergerak sedikit pun , karena tubuh ku hanya ku lilitkan pada tirai kamar mandi ini .
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= >>>>>