
Glow mencium bibir Blaze kemudian menyusuri leher kokoh pria yang kini sudah menjadi suaminya itu dengan gigitan -gigitan kecil sembari menjilatnya hingga membuat Blaze terpancing gairahnya.
Tangan Blaze meraba punggung halus Glow yang kini pakaiannya sudah terbuka. Lalu Blaze membuka kancing kait bra putih yang dipakai oleh Glow.
Kini terlihat dada padat Glow dengan sangat jelas yang terlihat menggoda di depan wajah Blaze.
Blaze mencium gundukan bula dan padat itu lalu memainkannya dengan lidahnya dengan sangat lihai. Hal itu membuat Glow melenguh panjang karena merasakan kenikmatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Glow mengusap rambut cepak Blaze dengan tangan dan jari jemari lentiknya. Blaze membuka baju dan celananya dengan bantuan Glow yang masih berada di atasnya.
Lalu Blaze membalik posisinya di atas tubuh sintal Glow dan wanita cantik itu berada di bawah tubuh kekar Blaze.
Tangan Blaze mulai bergerilya di pangkal paha Glow. Dan itu membuat Glow semakin ingin meminta lebih pada Blaze.
Glow semakin bergairah, begitu juga dengan Blaze. Blaze menyesap dan mencium leher serta dada Glow hingga menggigitnya dengan gigitan-gigitan kecil yang menggoda.
Blaze membuka penutup terakhir dari tubuh Glow. Lalu ia mulai masuk ke permainan inti dari malam pertama mereka.
Setelah beberapa detik akhirnya Blaze berhasil menyatukan tubuh mereka dan membuat Glow terpekik kecil ketika merasakan percintaan perdananya bersama sang suami.
Tangan Glow mencengkeram bahu kokoh Blaze dan bibirnya kembali bertautan dengan bibir Glow.
Blaze mulai menggerakkan tubuhnya dengan perlahan karena ingin membuat Glow merasa nyaman dengan penyatuan tubuh mereka yang pertama Glow rasakan.
Mata mereka saling berpandangan dan menikmati gerakan tubuh mereka yang seirama.
"Do you like it?" tanya Blaze.
Glow hanya mengangguk dan menggigit bibirnya merasakan kenikmatan yang diberikan oleh Blaze. Ia tak bisa berkata-kata karena Blaze memberikan moment pertama ini dengan begitu indah dan lembut.
Blaze tersenyum dan semakin mempercepat gerakannya.
Glow mendesah keras ketika mereka akan mencapai puncaknya setelah cukup lama melakukan percintaan panas pertama mereka.
Hingga akhirnya Blaze mengeluarkan benihnya di dalam rahim Glow. Tubuh mereka sudah berpeluh dan Blaze mencium kening Glow.
Glow dan Blaze sudah memutuskan untuk menunda memiliki bayi, jadi Glow menggunakan pil kontrasepsi untuk mencegah hal itu.
Rasa cintanya yang besar pada Glow, membuat Blaze mengikuti apapun semua keputusan Glow demi kebahagiaan Glow.
Blaze tak ingin egois dan ia menempatkan kepentingan Glow di atas kepentingannya karena terlalu besar cintanya pada sang istri.
“Besok aku akan bermain lebih lama lagi,” bisik Blaze menggoda.
Glow tertawa pelan dan mengigit cuping telinga Blaze lalu mengecupi wajah tampan itu.
“Oke, kurasa aku sudah cukup mengerti alur permainan panas ini. Apakah aku perlu menonton video panas?" tanya Glow.
Blaze tertawa dan masih saja menciumi bibir Glow karena ia sama sekali tak bosan melakukannya.
"Tak perlu, aku akan mengajarimu secara langsung karena itu lebih efektif hasilnya. Kau akan mahir dalam beberapa hari saja," jawab Blaze.
Glow tertawa kembali dan memeluk pria manis itu.
"The first time I laid eyes on you, I knew I had to have you," ucap Blaze dengan kalimat cintanya.
(Pertama kali aku melihatmu, aku tahu aku harus memilikimu)
"Really? Kau justru mengusirku ketika pertama kali kita bertemu. Kau lupa?" sahut Glow menyindir.
"Sepertinya aku sedikit gegar otak karena terjatuh dari motor kala itu. Jadi aku tak menyadari apa yang kulakukan waktu itu," kilah Blaze.
Glow lagi-lagi tertawa mendengar ucapan Blaze.
"I wanna spend every single day, for the rest of my life with you," sahut Glow tak kalah indahnya.
(Aku ingin menghabiskan setiap hari, selama sisa hidupku bersamamu)
Blaze mengusap pipi Glow lalu menangkup rahangnya kemudian memagut mesra bibir merah yang selalu terlihat menggoda itu.
TAMAT
(Ga usah protes ya.. ciri khasnya author ga akan dibuat rumit sebuah hubungan yang udah sempurna dengan akhir yang indah... Setelah ini akan ada cerita Arvy tapi masih bulan depan..masih nyelesaikan cerita Julian Lea dulu sampe tamat juga ... tungguin ya..)