ME? OBSESSED WITH YOU?

ME? OBSESSED WITH YOU?
Bab 35



Blaze


Keesokan paginya Blaze sudah ada di tempat sarapan pagi seperti biasanya di taman. Semua yang ada di sana hanya menunggu sosok Glow saja. Tampak dari dalam, Glow keluar dari beranda belakang dan segera bergabung dengan yang lainnya.


Ternyata semua teman Blaze menginap di sana semalam dan kini semuanya tampak ikut makan pagi ramai-ramai di mansion Blaze.


"Morning," sapa Glow tersenyum dan merupakan tokoh utama yang ditunggu kedatangannya.


"Morning, Princess," sahut Adam dan yang lain tampak tertawa lirih.


Blaze memegang tangan Glow dan mengecup punggung tangannya.


"Morning, Honey," ucap Blaze.


"King Blaze, kami menunggu perintahmu untuk makan," celetuk salah satu teman Blaze.


Glow tersenyum dan Blaze pun mempersilahkan yang lainnya untuk makan.


Glow duduk di sebelah Blaze dan Blaze senang Glow begitu membaur dengan teman-temannya. Ya, meskipun Blaze kini lebih fokus pada Glow akhir-akhir ini, tapi Blaze tak pernah melupakan teman-temannya yang masih sering berkumpul di mansionnya yang merupakan base camp mereka.


Dan Blaze akan seterusnya menjadikan rumahnya menjadi base camp mereka meskipun mereka semua nanti akan berkeluarga.


*


"Oh ya, aku tak pulang malam ini karena aku harus shift malam," ucap Glow setelah makan pagi mereka selesai dan kini mereka berjalan menuju halaman depan karena Glow akan pulang ke apartemennya.


"Oke, aku akan membawakanmu makan malam ke sana nanti," jawab Blaze.


Glow tersenyum.


"Tak perlu, aku akan makan malam bersama teman-temanku yang lain saja," jawab Glow.


"Ares maksudmu?" tanya Blaze.


"Tidak, dia tak masuk malam," jawab Glow.


"Oke, jangan lupa meneleponku," sahut Blaze.


Glow mengangguk sembari berjalan.


"Ya, ada yang ingin kuambil," jawab Glow.


"Aku akan mengantarmu," ucap Blaze.


"Kau tak bekerja?" tanya Glow.


"Nanti setelah mengantarmu," jawab Blaze dan menggandeng tangan Glow.


Lalu mereka pun pergi ke apartemen Glow.


Blaze sangat me-ratu-kan Glow dan ia memang tipe pria seperti itu. Ia akan melayani sepenuh hati siapa pun yang dicintainya. Dan Glow pun terkadang membandingkan Blaze dengan ayahnya yang juga sangat menyayanginya dan mereka memiliki karakter yang hampir sama.


Secara tidak langsung, tipe pria yang disukai Glow adalah yang seperti ayah dan kakaknya. Dan Blaze adalah perpaduan dari mereka berdua.


Tak berapa lama kemudian, mereka tiba di apartemen Glow.


"Aku akan membawa mobil sendiri, jadi kau tak perlu menjemputku besok," ucap Glow sebelum turun dari mobil.


"Aku akan tetap menjemputmu," jawab Blaze seperti biasanya.


Lalu Glow mendekatkan wajahnya pada wajah Blaze dan mencium bibirnya.


"Tak perlu, oke? Aku akan pulang sendiri besok pagi," ucap Glow seakan membungkam mulut Blaze hanya dengan ciuman mendadak itu dan Glow lah yang memulainya karena biasanya Blaze lah yang menciumnya terlebih dulu.


"Oke," sahut Blaze tanpa bisa membantah lagi.


Lalu Blaze memagut bibir Glow kembali sebelum wanita itu keluar dari mobilnya.


"Hati-hati dan kirim pesan padaku. Dan telepon aku juga jika waktumu senggang," kata Blaze.


"Oke," sahut Glow tersenyum teduh dan keluar dari mobil Blaze.


"Bye," ucap Glow,


"Bye, Honey. I love you," jawab Blaze dan pria itu menunggu Glow masuk ke dalam apartemennya sebelum dirinya pergi dari sana.


Meskipun Glow tak menjawab pernyataan cinta Blaze itu, tapi Blaze tak mempermasalahkannya karena sikap Glow padanya sudah menyatakan bahwa wanita itu sudah tertarik padanya.