ME? OBSESSED WITH YOU?

ME? OBSESSED WITH YOU?
Bab 36



Glow 36


Glow pulang dari rumah sakit ketika jam masih menunjukkan pukul empat pagi dan ia berkendara sendirian ke apartemennya. Glow tak mengabari Blaze karena semalam mereka sudah berbicara di telepon hingga satu jam lamanya.


Wanita itu menjalankan mobilnya dan menuju ke apartemennya. Mobilnya melaju dengan kecepatan sedang dan ia juga membuka jendela mobilnya karena udara masih sangat segar karena jalanan masih sepi dan tak terlalu ramai meskipun ada kendaraan yang melintas di jalan.


Di tengah perjalanan, ada dua sepeda motor dan satu mobil di belakangnya yang tampak mengikutinya. Glow yang menyadari hal itu langsung menutup jendela mobilnya dan mengambil ponselnya dengan cepat.


Glow menginjak pedal gas lebih dalam lagi dan mobilnya melaju lebih kencang.


"Halo," sahut Blaze yang suaranya terdengar lewat speaker ponsel.


"Blaze, ada yang mengikutiku!!" sahut Glow.


"Di mana kau sekarang?" tanya Blaze.


Lalu Glow memberitahu posisinya sekarang pada Blaze.


"Jangan matikan ponselmu dan arahkan mobilmu ke kantor polisi," ucap Blaze.


"Ya, aku sudah menyalakan GPS mobilku," jawab Glow.


Blaze tampaknya langsung menuju tempat Glow di mana tadi ia menyebutkan lokasinya saat ini. Dan Blaze bisa mengira-ngira di mana ia akan bertemu dengan Glow nanti jika Glow berhasil lolos dari gerombolan penyerangnya.


Glow masih melajukan mobilnya dengan kencang dan ia mencari jalan tercepat menuju pos polisi. Tapi sayang, sebuah peluru ditembakkan ke arah ban mobil Glow hingga Glow kehilangan kendali setirnya.


Kepalanya terbentur kaca hingga berdarah tapi ia berusaha mengendalikan laju mobilnya lagi meskipun satu ban nya kempes akibat tembakan tadi.


Glow mencari tempat agak ramai tapi percuma karena ini masih sangat pagi. Glow masih berusaha tenang meskipun sebenarnya ia cukup khawatir jika para penyerangnya melakukan sesuatu yang buruk padanya.


Glow mengambil sesuatu di bawah kursinya lalu meletakkannya di saku jaketnya dan tiba-tiba berhenti hingga membuat dua sepeda motor itu menabrak mobilnya. Pengendara motor itu terpental dan jatuh di tengah jalan. Glow kembali menginjak pedal gas mobilnya dan melaju kembali meskipun laju mobil semakin pelan dan tak karuan akibat ban mobilnya sudah pecah.


Mobil yang mengikutinya tadi berhasil menyalipnya dan menghalangi jalannya. Apakah Glow berhenti? Jawabannya tidak karena Glow tetap melajukan mobilnya bahka kini menginjak pedal gas nya dalam-dalam.


BRAKKK!!!


Terjadilah tabrakan itu dan kepala Glow kembali terbentur keras ke kemudi setir. Dua pria di dalam mobil itu keluar dan menghampiri mobil Glow. Glow mengambil pistol yang tadi dikantonginya dan menembak dengan cepat ke arah salah satu pria melalui kaca jendelanya yang pecah.


"Siapa kalian? Yang jelas bukan perampok dan aku sangat tahu hal itu. Kau musuh kakakku?" tanya Glow yang dulu pernah mengalami seperti ini akibat ulah musuh bisnis sang kakak.


Dari belakang terdengar suara sepeda motor yang ia pikir adalah dua pria yang tadi mengejarnya. Glow menoleh ke belakang dan ia melihat Blaze datang dengan motornya. Melihat kedatangan Blaze dua pria tadi langsung masuk ke dalam mobil dan segera pergi dari sana meskipun kap mobil mereka telah rusak.


Blaze turun dari motornya dan menghapiri Glow lalu memeluknya.


"Are you oke?" tanya Blaze masih memeluk erat Glow.


"Hmm, aku baik-baik saja," jawab Glow yang masih bisa tenang.


Lalu Blaze melepaskan pelukannya dan melihat kening serta kepala Glow yang terluka.


"Mereka tak akan lolos dariku," ucap Blaze geram.


"Mereka musuhmu?" tanya Glow.


Blaze mengangguk karena ia mengenal mobil dan pria yang menyerang Glow tadi.


"Libatkan polisi karena aku tak ingin kau terluka," ucap Glow dengan tatapan memohon karena ia tahu bahwa Blaze pasti akan bertidak lebih kejam lagi pada orang yang mencari masalah dengannya.


"Please," mohon Glow lagi ketika Blaze tak kunjung menjawab.


Blaze hanya mengangguk dan kemudian menarik tangan Glow menuju motornya. Blaze kemudian menelepon Aron untuk mengatasi masalah ini karena ia akan mengantarkan Glow ke rumah sakit.


"Jangan di rumah sakit tempatku bekerja," ucap Glow ketika Blaze mengatakan akan membawanya ke rumah sakit.


"Ya, aku mengerti," jawab Blaze dan mengecup bibir Glow.


"Sorry," ucap Blaze lirih.


"Tidak, ini bukan salahmu. Jangan berpikir ini salahmu. Aku tak suka jika kau berpikir seperti itu," jawab Glow.


"I love you," kata Blaze dan kemudian mereka naik ke atas sepeda motor dan Blaze segera melajukan motornya menuju rumah sakit terdekat.