ME? OBSESSED WITH YOU?

ME? OBSESSED WITH YOU?
Bab 45



"Cheeerrrssss ..." Suara keras itu dikumandangkan oleh Arvy sembari mengangkat gelasnya ke atas untuk merayakan pernikahan sang adik tersayangnya.


Blaze dan Glow tertawa bersama dan ikut mengangkat gelasnya ke atas beserta tamunya yang lain.


Blaze dan Glow kini sudah resmi menjadi suami istri dan mereka mengadakan acaranya di Swiss di kediaman keluarga besar Glow. Acara yang awalnya akan diadakan di Amerika tak jadi dilakukan karena Glow lebih memilih Swiss -- tempat kakek dan neneknya tinggal.


Blaze tak membawa keluarganya dan ayahnya pun tak diundang dalam acara pentingnya itu. Ia hanya mengundang sahabatnya saja yang selalu ada di sampingnya. Keluarga Glow pun tak keberatan dengan hal itu karena ia menghargai keputusan Blaze.


"I love you," ucap Blaze yang kemudian memagut bibir Glow.


Glow membalas ciuman itu dan beberapa tamu terdengar bersiul karena adegan kemesraan itu.


"Aku sudah menyiapkan helikoptermu, Blaze," teriak Arvy dan arah meja kiri.


Glow melepaskan tautan bibirnya dari bibir Blaze.


"Ayo kita pergi," ucap Blaze mengusap pipi Glow.


Glow tersenyum lalu mengangguk. Kemudian Blaze melihat ke arah Arvy.


"Thank you," ucap Blaze yang tampaknya kini sudah berdamai dengan sang kakak ipar.


"Be careful, Blaze," ucap Aron -- sahabat sekaligus kerabat Blaze.


Blaze mengangguk saja dan melambaikan tangannya pada teman-temannya serta kerabat Glow yang lain, begitu juga dengan Glow.


Arvy sudah menyiapkan sebuah villa di dekat daerah pegunungan untuk bulan madu Blaze dan Glow. Dan kini mereka menuju ke Villa itu langsung meskipun pesta pernikahan mereka masih berlangsung.


*


*


Hanya sekitar setengah jam saja, mereka tiba di sebuah villa yang tak terlalu besar itu. Dan Glow lebih suka yang seperti itu karena tak membuatnya bingung untuk menyusuri semua ruangannya.


Blaze menarik tangan Glow dan membuat wanita itu mendekat ke arahnya. Kini mereka berhadapan dan Glow tersenyum pada pria yang sudah menjadi suaminya itu.


"Do it now," ucap Glow lirih karena ia tahu Blaze pasti ingin segera melakukan hal itu.


Blaze tersenyum dan menggendong tubuh Glow menuju kamar utama di villa itu.


Bibir mereka kembali bertautan ketika Blaze berjalan menuju ranjang hingga akhirnya pria itu memasuki kamar utama dan mendudukkan Glow di tepi ranjang.


Blaze berlutut di depan Glow dan menatap wajah Dokter cantik itu.


"Kau bahagia menikah denganku?" tanya Blaze menatap lekat netra indah Glow yang sudah membuatnya jatuh cinta itu.


"Hmm," sahut Glow tersenyum dan mengecup hidung mancung Blaze.


"Kita mulai sekarang?" ucap Glow lagi dan tentu saja itu membuat Blaze tertawa tersenyum senang.


Blaze kemudian beranjak berdiri dan membuka jas nya.


Lalu Glow menarik tangan Blaze dan merebahkan tubuh pria itu ke atas ranjang dengan posisi Glow duduk di atas perutnya.


"Bolehkan aku memimpin untuk pembukaannya? Aku ingin mempraktekkan pelajaran biologi yang selama ini hanya aku pelajari saja tanpa bisa mempraktekkannya," ucap Glow dan membuat Blaze tertawa.


"Kau se-tengil Arvy rupanya," sahut Blaze sembari menyusupkan tangannya ke dalam gaun putih Glow.


Glow ikut tertawa dan kemudian membuka resleting gaunnya yang ada di samping lalu Blaze membantu membukanya ke atas.


"Let's do it," ucap Glow dan mulai memagut liar bibir Blaze.


(Sabaarrrr ... pasti unboxing kok ... Wkwkwk)