ME? OBSESSED WITH YOU?

ME? OBSESSED WITH YOU?
Bab 33



Blaze glow


TING


Pintu lift terbuka dan Blaze langsung melihat ke arah lift. Pria itu beranjak berdiri dan menghampiri Glow yang masih tak melihat ke arahnya.


Blaze memegang tangan wanita itu ketika sudah berada di sampingnya. Glow menoleh ke arahnya dan melihat senyum tampan pria dingin itu.


"Kita makan malam?" tanya Blaze.


Glow mengangguk dan tersenyum lalu mereka berjalan ke arah mobil yang diparkir Blaze di area parkir luar.


"Kita makan di mana?" tanya Blaze.


"Mercado De San Miguel. Aku suka snack di sana," jawab Glow.


"Oke," jawab Blaze yang terlihat lumayan ceria malam ini.


"Kau terlihat semangat. Apakah ada hal menyenangkan di perusahaan?" tanya Glow.


"Di perusahaan? Tidak, di sana biasa saja dan aku hanya mengerjakan tumpukan dokumen yang tak ada habisnya," jawab Blaze.


"Hanya kau yang membuatku bersemangat," lanjut Blaze dan menyalakan mesin mobilnya.


Glow tertawa pelan dan ia melihat cinta di mata Blaze. Cinta itu begitu tulus dan membuat Glow yang cukup susah jatuh cinta itu tampak salah tingkah dibuatnya.


Sebelum melajukan mobilnya, Blaze mengecup bibir Glow dan memagutnya sebentar.


Glow dan Blaze saling menatap lalu bibir mereka kembali saling bertautan. Hal itu membuat dada Glow berdebar karena di ciuman kali ini mereka saling memagut mesra tak seperti sebelumnya.


"I love you," bisik Blaze di depan bibir Glow.


Glow mengerjapkan mata indahnya dan mata Blaze masih menatapnya lekat.


"Thank you," sahut Glow dan seakan memberi jawaban yang tak begitu jelas bagi Blaze.


"When you are near, my heart begins to beat more often and the soul is filled with the feeling of joy," ucap Blaze.


Lalu Glow memeluk Blaze dan mengusap-usap punggung Blaze. Ia tahu bahwa Blaze membutuhkannya dan bersamanya saat ini bukanlah sebagai bentuk rasa kasihan pada Blaze. Tapi Glow merasakan perasaannya semakin hari semakin berkembang bersama Blaze.


Tapi Glow masih belum mau mengakui perasaan cinta itu karena ia butuh keyakinan lebih dari dalam dirinya bahwa Blaze adalah pria yang tepat baginya.


"Aku sudah membuka hatiku. Bersabarlah," bisik Glow akhirnya.


Blaze membalas pelukan itu dan memeluknya dengan erat.


"Aku akan menunggumu. Selama apa pun itu," ucap Blaze.


"Aku tak akan membuatmu menunggu terlalu lama," jawab Glow dan membuat Blaze tersenyum lalu melepaskan pelukannya.


Pria itu menangkup wajah imut Glow dan mengecupi bibirnya hingga wanita itu membelalakkan matanya.


"Blaze, kita masih di depan rumah sakit," ucap Glow menahan kepala Blaze.


"Bukankah kita baru saja berciuman tadi?" sahut Blaze dan melepas wajah Glow lalu tersenyum.


"Aku sudah lapar. Ayo, cepatlah," kata Glow.


"Oke," jawab Blaze dan melajukan mobilnya ke arah tempat yang diinginkan oleh Glow.


*


*


Setibanya di Mercado, mereka langsung masuk ke area tempat berbagai macam makanan itu. Mercado De San Miguel adalah sebuah food market di tengah kota Madrid yang sudah berdiri sejak tahun 1916.


Glow langsung menuju ke sebuah stan makanan bernama La Casa Del Bacalao yang menjual banyak snack lezat yang menjadi langganan Glow selama berada di Madrid.


"Kau suka kemari?" tanya Blaze.


Glow mengangguk sembari memakan snack yang ia pesan tadi. Lalu mereka mencoba banyak makanan lain juga di sana dan ini adalah pertama kalinya Blaze berkencan di sebuah pusat makanan rakyat karena biasanya Blaze hanya mengunjungi restoran mewah dan jamuan kerajaan saja.