ME? OBSESSED WITH YOU?

ME? OBSESSED WITH YOU?
Bab 32



32 blaze


Siang itu, ponsel Glow berbunyi dan itu adalah panggilan dari rumah sakit.


Glow mengangkat teleponnya dan pihak rumah sakit mengatakan bahwa ia dibutuhkan dalam tindakan operasi satu jam lagi.


Dan Glow menyetujuinya karena ia sudah merasa tubuhnya sudah cukup sehat.


Glow keluar dari kamar dan menemui salah satu pelayan.


"Bibi, aku akan pergi ke rumah sakit karena ada operasi yang harus kulakukan dan katakan hal ini pada Blaze nanti. Tapi aku akan meneleponnya nanti jika waktuku senggang," ucap Glow.


"Baik, Nona Dokter," jawab sang pelayan.


Lalu Glow keluar dari mansion dan meminta supir untuk mengantarnya ke rumah sakit karena mobilnya masih ada di rumah sakit.


*


*


Blaze tiba ketika baru menjelang malam. Meskipun begitu, langit masih tampak terang dan belum terlalu gelap.


Blaze langsung pulang ke mansion karena ingin segera menemui Glow. Tapi sesampainya di dalam, Blaze tak menemukan keberadaan Glow.


Kemudian pelayan memberi tahu padanya tentang kepergian Glow ke rumah sakit.


"Nona pergi ke rumah sakit karena ada operasi yang harus dilakukannya, Tuan," ucap Pelayan.


"Hmm," sahut Blaze singkat.


Meskipun pria itu sedikit kesal karena Glow tak mengabarinya, tapi Blaze berusaha tak mengeluarkan kemarahannya.


Blaze kemudian masuk kembali ke kamarnya dan berganti pakaian. Ia akan pergi ke rumah sakit dan menunggu Glow di sana sampai wanita itu menyelesaikan pekerjaannya.


*


*


"Seharusnya kau menolak untuk datang kemari, Glow. Kau masih pucat," ucap Ares.


"Tidak, aku akan meminta perawat untuk memberiku vitamin sebentar lagi," sahut Glow berjalan menyusuri koridor rumah sakit yang cukup panjang itu.


"Biar aku saja, ayo," ucap Ares.


"No, Ares. Aku dengan perawatku saja. Aku tahu kau sangat lelah karena sejak pagi jadwalmu sangat padat. Bye," sahut Glow dan berbelok ke koridor kanan.


"Apakah karena pria itu?" tanya Ares.


Glow menghentikan langkahnya dan berbalik pada Ares.


"Ini tak ada hubungannya dengan dia," jawab Glow.


"Kau semakin menghindariku, Glow. Tak seperti dulu. Kau membatasi jarakmu denganku. Apakah karena dia?" tanya Ares yang masih begitu mengharapkan Glow.


"Dia punya nama, Ares. Dan ya, karena dia. Jadi aku tak mau kita membahas hal ini lagi di rumah sakit. Bersikap lah profesional," jawab Glow dan berbalik kembali.


"Kau menyukainya?" tanya Ares lagi yang seakan tak puas dengan jawaban Glow yang menurutnya masih tak terlalu jelas.


Glow menghela nafasnya dan sebenarnya ia tak suka jika ada orang lain yang ikut campur dalam kehidupan pribadinya.


"Ya, aku menyukainya," jawab Glow pada akhirnya dan kemudian wanita itu kembali berjalan.


Ares tak menanyakan apa pun lagi dan masih terpaku di tempatnya berdiri.


Blaze yang ternyata berada di balik dinding di dekat lift mendengarkan percakapan itu.


Ya, Blaze tadi ingin langsung menemui Glow di ruangannya. Tapi ia melihat Glow dan Ares berjalana bersama dan memilih untuk mengikutinya dari belakang.


Meskipun begitu Blaze sama sekali tak menaruh rasa curiga pada Glow karena ia tahu bahwa Glow bukanlah wanita sembarangan yang suka tebar pesona pada banyak pria.


Dan pada akhirnya, Blaze mendengar ucapan Glow bahwa wanita itu menyukainya.


Senyumnya mengembang dan ia kembali masuk ke dalam lift. Dia memutuskan untuk kembali ke lobby dan menunggu Glow di sana.