ME? OBSESSED WITH YOU?

ME? OBSESSED WITH YOU?
Bab 34



Blaze


"Dia jarang bersama kelompoknya saat ini. Ini kesempatan kita membalas semua perbuatannya pada kita," kata salah seorang pria pada kelompok gengnya.


"Bos besar mengatakan kita tak boleh mencari masalah lagi dengan Ruiz. Kau tahu kan backingan apa yang dimilikinya," sahut pria lainnya yang merupakan ketua geng itu.


"Kita bisa melakukannya diam-diam dan berpencar. Mereka tak akan tahu bahwa kita yang menyerangnya," jawab pria tadi.


"Dia punya pacar seorang Dokter. Kurasa itu kelemahannya. Lagi pula musuhnya di mana mana dan akan susah melacak kita jika ia diserang. Benar, bukan?" sahut yang lainnya.


"Dia sudah merusak bisnis club ku dan aku benar-benar ingin membalasnya. Dia membakarnya dan aku tak bisa membalasnya karena polisi tak boleh tahu tentang bisnis narkoba di dalam club ku," ucap pria bernama Nano.


"Jika ingin membalas perbuatannya pada kita, kita harus benar-benar harus bermain bersih," kata Miguel -- pemimpin dari geng itu.


"Mengambil umpan adalah cara yang terbaik. Awasi Dokter itu dan itu akan benar-benar membuat Ruiz menggila dan lemah," sahut Vincen.


"Hmm, kita lakukan dua hari lagi dan awasi keseharian dokter itu," ucap Miguel.


Dan semua anggota geng inti yang berjumlah 10 orang itu tampak menggangguk setuju. Miguel tak mengerahkan semua anak buahnya dan hanya membawa 10 anak buahnya yang inti saja.


*


*


Saat ini Blaze tampak baru kembali ke mansionnya bersama Glow. Mereka keluar dari mobil dan di sayap kiri mansion sudah terlihat teman-teman Blaze yang biasa berkumpul di sana.


"Aku akan menemui mereka dulu," ucap Blaze pada Glow.


"Hmm, kau sudah lama tak berkumpul dengan mereka. Nikmatilah waktumu, Blaze. Aku akan istirahat. Aku akan menyediakan obatmu di meja nakas dan kau harus meminumnya nanti ketika tidur," jawab Glow panjang lebar.


Blaze hanya tersenyum mendengarnya lalu mengecup bibirnya.


Terdengar suara siulan menggoda dari teman-teman Blaze. Dan sepertinya Blaze serta Glow tak terlalu terpengaruh dengan hal itu.


"Oke, Bu Dokter. Aku akan mengikuti perintahmu," ucap Blaze.


"Jangan terlalu malam karena kau juga masih harus banyak istirahat," kata Glow dan mengusap pipi Blaze lalu berbalik pergi.


Glow masuk ke dalam mansion dan Blaze menuju ke arah teman-temannya.


*


*


"Kami semua baik dan belum ada pertarungan lagi. Sepertinya polisi sedang memberantas geng liar di Madrid, jadi tak ada yang akan membuat ulah dalam waktu dekat ini," jawab Aron.


Blaze hanya mengangguk dan meminum minuman yang ada di meja panjang di depannya.


"Blaze, besok ada acara keluarga besar kerajaan. Datanglah," ucap Aron.


"Tidak," jawab Blaze seperti biasanya.


"Setidaknya kau sekarang memiliki teman untuk kau bawa ke sana tanpa banyak lagi yang bertanya padamu," kata Aron.


"Aku tak akan membawa Glow ke sana. Lingkungan itu terlalu beracun dan aku tak mau Glow tersiksa di sana," jawab Blaze.


"Kau mencintainya?" tanya Adam.


"Ya, dan aku sedang merayunya untuk menikah denganku. Sulit sekali meyakinkannya. Ada ide?" tanya Blaze.


Dan tentu saja itu disambut tawa keras oleh teman-teman Blaze karena seorang Blaze meminta saran untuk mendapatkan hati seorang wanita.


Blaze yang biasanya tak melakukan usaha apa pun untuk mendekati seorang wanita, kini harus berpikir keras untuk mendapat hati Glow.


"Tak ada yang perlu ditertawakan dan aku memang butuh saran dari kalian," kata Blaze.


"Buat dia hamil," celetuk Fuergo.


"Aku akan digantung oleh keluarganya. Dia bukan dari keluarga sembarangan jadi jangan bicara sembarangan, Fuergo," sahut Blaze serius.


"Ups, sorry," jawab Fuergo.


"Kalau begitu tunggulah sampai dia menerimamu. Aku yakin dia tak akan menolak pesonamu jika kau benar-benar serius dengannya," kata Aron.


"Ya, kau benar. Dan kesabaranku yang setipis tisu ini benar-benar diuji olehnya," jawab Blaze.


"Lebih menanang, bukan?" sahut Aron.


Blaze mengangguk dan tersenyum sambil menyesap minumannya.