Love Story In London

Love Story In London
Kembalinya masalalu (part I)



Meyra dan Ryan berjalan beriringan, karna tidak mau membuat mommynya kecewa akhirnya Meyra mengalah untuk bersikap manis pada Ryan disaat bersama dengan kedua orang tua mereka.


"Meyra kenapa pulang apa kalian bertengkar?" Tanya Raisa yang sedang menuruni tangga


"Enggak mom, Meyra hanya rindu sama mommy" Jawab Meyra yang sudah berhambur kepelukan Raisa


Ryan berdiri dan menghampiri kedua wanita yang sedang melepas rindu itu meskipun baru beberapa hari mereka tidak bersama, Ryan kemudian menyalami tangan Raisa.


"Mommy baik - baik saja kan?" Tanya Ryan yang kini sudah duduk diruang keluarga bersama Meyra dan Raisa


"Iya nak mommy baik kok, oh iya 2 hari lagi peringatan kematian daddy lho" Ucap Raisa tanpa melepas pelukan Meyra


"Mom apa mommy akan benar - benar tinggal di London?" Tanya Meyra tiba - tiba mengalihkan pembicaraan


"Kenapa sayang?"


"Meyra hanya takut kejadian 3 tahun lalu terulang kembali dan mommy bakal ninggalin Meyra selamanya seperti daddy"


Raisa semakin mengeratkan pelukannya ia merasa takut dengan apa yang dikatakan Meyra,


"Meyra gak boleh berfikiran seperti itu, tetap saja meskipun mommy meninggalkan Meyra mommy akan selalu ada dihati Meyra" Ucap Raisa lembut


Tanpa sadar Meyra pun mulai menangis, isak tangisnya terdengar sangat pilu membuat siapapun yang mendengarnya akan ikut menangis seperti halnya Ryan yang juga menangis tak tega melihat istrinya seperti itu.


"Mommy Ryan pamit ya, Ryan harus pergi kekantor" Pamit Ryan seraya berdiri dari duduknya


"Iya nak kalau sudah pulang jemput Meyra lagi ya" Ucap Raisa yang hanya diangguki oleh Ryan.


Meyra dan Raisa berbincang - bincang sebelum Raisa pergi ke London ia menasehati bagaimana menjadi istri yang baik dan melayani suaminya dengan baik dan Meyrapun hanya mengangguki semua perintah Raisa meskipun hatinya masih belum siap.


"Berjanjilah pada mommy bahwa mulai sekarang kau akan melayani suamimu" Ucap Raisa sambil memegang tangan Meyra


"Yatuhan, kalau mommy yang memintaku seperti itu aku tidak bisa menolaknya apalagi aku harus berjanji" batin Meyra


"Berjanjilah sayang" Ucap Raisa mengulangi kata - katanya


"Meyra janji mom" Sahut Meyra cepat


Sementara Ryan yang sudah sampai dikantornya langsung menuju lift yang memang itu adalah lift khusus presdir dan hanya orang - orang tertentu saja yang boleh menaikinya.


"Maaf nona, nona Cery dilarang masuk keruangan ini!" Ucap Niko pada Cery perempuan dimasa lalu Ryan


"Apa hakmu melarangku masuk kedalam Niko!!" Bentak Cery pada Niko


"Apa yang terjadi Nik?" Tanya Ryan dengan suara wibawanya


"Maaf tuan, nona Cery memaksa untuk masuk keruangan anda" Jawab Niko sambil menundukkan kepalanya


"Biarkan dia masuk!" Ucap Ryan tegas


Ryan, Niko dan Cery pun masuk kedalam ruangan presdir karna diluar sudah banyak karyawan yang melihat drama itu.


"Apa maksud kedatangan anda nona Cery Johanson yang terhormat?" Tanya Ryan dingin


"Ryan apa kamu tidak merindukanku? aku sangat - sangat merindukanmu sayang" Ucap Cery yang langsung memeluk Ryan


"Lepaskan pelukan anda nona!" Titah Ryan dingin


"Ryan apa maksud kamu? kenapa kamu kasar sekali" Sahut Cery dengan nada memelasnya


"Apa yang membuat anda datang kesini, saya tidak suka mengulang pertanyaan!" Tanya Ryan lagi


"Aku hanya merindukanmu Ryan, aku kembali untukmu untuk cinta kita" Jawab Cery tanpa rasa bersalah


"Cih! Murahan!" Batin Niko


"Setelah 2 tahun pergi kamu ingin kembali lagi?" Tanya Ryan yang tanpa menggunakan bahasa formal


"Maafkan aku yang dulu Ryan, aku hanya ingin mengejar karirku dan sekarang aku sudah mendapatkannya Ryan, aku ingin kita kembali mengawali semuanya dari nol"


"Aku sudah mempunyai istri"


"Kamu berbohong Ryan!! aku tidak percaya bagaimana mungkin kamu bisa menikah sedangkan jelas - jelas kamu masih sangat mencintaiku Ryan"


.


.


.


.


.


bersambung