Love Story In London

Love Story In London
Kedatangan Meyra kekantor



Meyra dan Ryan sarapan bersama dimeja makan, setelah menyelesaikan makanannya Meyra pergi kekampus sedangkan Ryan berangkat kekantornya bersama Niko,


Universitas Negri Jakarta


Meyra keluar dari mobilnya dan berjalan bak model masuk kedalam kampusnya, banyak yang melihat dengan tatapan kagum tapi ada juga yang iri seperti halnya Stella dan kawan - kawannya saat ini,


"Eh lo ngapain kekelas Ryan? kan gue pernah bilang kalo disini tuh daerah kekuasaan gue!!" Bentak Stella dengan senyum menyeringainya


"Bentar itu bekas ciuman ya?" Tanya Dara sambil menunjukkan kissmark dileher Meyra yang sedikit terlihat


"Atau lo jadi cewe simpanan om - om ya hahaha..." Imbuh Shiren dan tawanya pun menggerlegar


"Bukan - bukan dia pasti jadi wanita malam yang melayani para hidung belang" Lanjut harsa dan tawa mereka kembali terdengar bersamaan


"Jaga omongan kalian!!! gue selama ini udah sabar ngadepin tingkah laku rendahan kalian!!" Hardik Meyra dengan suara meninggi


"Lo mau apa? mau mukul gue? pukul aja gue ga takut sama lo" Tantang Stella dengan memajukan wajahnya kedepan wajah Meyra


"Udah kita mending pergi sini" Ajak Raya yang menghentikan pertengkarannya dengan Stella


Raya menarik tangan Meyra menjauh dari Stella dan teman - temannya, Raya mengajak Meyra kekantin kemudian memesan minuman untuk menenangkan Meyra,


"Mey lagian lo ngapain kekelas Ryan?" Tanya Raya pada Meyra


"Gue cuma mau ngasih buku ini ke Satya disuruh sama Ryan tadi pagi, eh tau taunya ketemu sama cewek centil itu" Jawab Meyra berdecak kesal


"Mending lo gak usah ketemu sama Stella lagi jangan diladenin kalo ketemu" Ucap Raya sambil meminum jusnya yang sudah datang


"Oh iya lo kenapa sampe gak ikut kelas pertama?" Tanya Raya dengan tatapan menyelidik


"Gue...."


"Bentar - bentar itu bekas apaan dileher lo?" Tanya Raya yang memegang tali kerah dileher Meyra dan mengangkatnya keatas sehingga dengan jelas kissmark itu terlihat


"OMG!!! Meyra did you really do that with ryan?" Pekik Raya dengan mata terbelalak


"Hmm sepertinya aku sudah mencintainya jadi aku merelakan saja semuanya" Jawab Meyra santai sambil menyandarkan punggungnya dikusi karna merasa lelah


"Meyra lakukan itu setiap hari, biar gue cepet - cepet punya ponakan" Ucap Raya tanpa rasa malu


Meyra tak menanggapi perkataan Raya, ia hanya menganggapnya sebagai candaan,


"Eh Ray habis ini udah gak ada kelas kan?" Tanya Meyra


"Ada sih tapi katanya dosennya gak mau ngisi jadwal" Jawab Raya cepat


"Yasudah aku pergi dulu mau kekantor Ryan" Ucap Meyra yang kemudian berdiri


"Bukunya mana biar gue aja yang ngasih ke Satya"


"Nih" Lanjut Meyra sambil menyerahkan bukunya


Meyra kemudian pergi dari kantin dan menuju parkiran, iapun melajukan mobilnya ke perusahaan Adiguna. Meyra berhenti di restoran jepang dan membeli beberapa makanan untuk dibawanya kekantor Ryan.


Setelah beberapa menit mengemudi akhirnya Meyra sampai dan memakirkan mobilnya tak jauh dari pintu masuk, ia kemudian masuk kedalam dan berjalan menuju resepsionis,


"Ada yang perlu saya bantu nona" Tanya resepsionis itu sambil tersenyum


"Dimana ruangan tuan Ryan Adiguna?" Tanya balik Meyra


"Apakah nona mempunyai janji dengan Pak Ryan?"


"Bilang saja Meyra yang datang nanti juga dia tau"


"Baiklah nona tunggu sebentar"


Meyra pun duduk diruang tunggu dan kemudian resepsionis tadi menyuruh Meyra untuk menuju kelantai 7 dimana ruangan Ryan berada,


Meyra berjalan dengan sangat anggun dan elegan semua mata karyawan baik pria ataupun wanita melihatnya dengan tatapan kagum karna Meyra terlihat sangat cantik bak model,


"Keliatannya dia wanitanya Pak Ryan" Ucap salah satu karyawan wanita


"Cantik tapi sayang dia bakal jadi sainganku" Jawab karyawan lainnya


"Lo bakal kalah kalo nyaingin dia" Timpal yang lain


Tok... Tok... Tok...


Ceklek


"Hai sayang" Sapa Meyra tak lupa senyum manisnya ia perlihatkan dibibir sexynya


"Tumben kesini ada angin apa?" Tanya Ryan yang menghampiri Meyra


"Aku hanya merindukanmu" Jawab Meyra yang kemudian meletakkan makanannya di meja dan mengalungkan tangannya dileher Ryan


Cup


"Apa aku tak boleh mengunjungi suamiku ini?" Tanya Meyra manja


"Sangat boleh" Jawab Ryan cepat


Ryan menarik pinggang Meyra mendekat pada tubuhnya dan mulai ******* bibir Meyra yang terlihat menggoda, Meyra menikmati setiap ******* Ryan iapun membalas ciuman Ryan dengan bergairah,


Tring... Tring...


Suara telfon menghentikan aktivitas Meyra dan Ryan, dengan wajah kesal Ryan mengangkat telfon itu,


"Ada apa?" Tanya Ryan dingin


"Maaf pak dibawah ada nona Cery yang ingin masuk kedalam ruangan pak Ryan, kami sudah berusaha menghalanginya tapi nona Cery tetap memaksa" Jawab sekertaris itu sedikit takut


"Biarkan dia keatas" Perintah Ryan yang kemudian menutup Telfonnya


"Siapa sayang?" Tanya Meyra sambil memeluk Ryan dari belakang


"Aku punya rencana dan ini dadakan jadi aku tidak mau menjelaskannya sekarang" Ucap Ryan yang kini sudah menghadap kearah Meyra


"Rencana? Apa maksudmu?" Tanya Meyra bingung


"Ikuti saja perintahku nanti kamu akan tau sayang" Jawab Ryan sambil mencium kening Meyra


3


2


1


Rencana Meyra dan Ryan dimulai di kamar istirahat Ryan yang ada didalam ruangan Ryan, Ryan merencanakan pengusiran Cery dari kantornya sekaligus kehidupannya dengan cara yang akan menyakitkan hati Cery pastinya,


Di kamar istirahat terdengar 2 insan yang memadu cinta dengan penuh gairah, desahan demi desahan terdengar sangat keras didalam ruangan itu


Cery masuk kedalam ruangan Ryan tanpa mengetuk pintu karna itu menjadi kebiasaan Cery selama bersama Ryan, Cery mencari sosok Ryan tapi saat berada didepan pintu kamar Cery mendengar suara desahan wanita yang sangat keras,


"Akhh sayang... Aku mau keluar" Desah Meyra yang sengaja ia keraskan karna mengetahui Cery sudah berada didalam ruangan Ryan


"Sebentar sayang aku juga akan keluar" Teriak Ryan dengan suara terbata


Cery yang mendengar semua itu langsung menangis karna merasa Ryan sudah benar - benar mempunyai pengganti, Cery akhirnya keluar dari ruangan Ryan dan berlari tanpa menghiraukan tatapan para karyawan,


Sementara didalam kamar, Meyra dan Ryan merasa lelah karna sudah bertempur cukup lama.


"Sayang kau berutang penjelasan padaku" Bisik Meyra dengan nafas memburu


"Kita bersihkan dulu tubuh kita baru aku akan menjelaskan semuanya" Jawab Ryan


.


.


.


.


.


Bersambung