Love Story In London

Love Story In London
Cemburu



Malam hari mereka sudah ada dimeja makan, sesuai tradisi tidak ada yang bicara sampai makan malam selesai. 15 menit kemudian mereka sudah menyelesaikan makan malam dan pindah duduk diruang keluarga,


"Meyra mimggu depan Raisa sudah berangkat ke London dan semua aset perusahaan akan menjadi milik kamu, apa kamu siap?" Tanya Pram yang sontak membuat Meyra kaget


"Kenapa semuanya dialihkan atas namaku apa mommy akan tinggal di London selamanya?" Tanya balik Meyra


"Meyra, Raisa hanya tinggal di London untuk sementara waktu jadi perusahaan disini akan dikelola kamu" imbuh Vina menenangkan Meyra


"Iya Meyra Raisa akan mengelola perusahaan di London yang sedang kacau akibat penyerangan dari pihak lawan" Lanjut Pram menjelaskan


"Tapi pah Meyra masih belum siap mengelola perusahaan sebesar itu, apalagi Meyra akan menjalankan ujian akhir" Jawab Meyra


"Baiklah kalau begitu biar papa yang mengelola" Ucap Pram sambil tersenyum


"Lalu perusahaan papa gimana?, Meyra gak mau gara - gara perusahaan mommy papa jadi kewalahan" Tanya Meyra


"Tenanglah Meyra selama ini mama sama papa hanya duduk manis dirumah sementara perusahaan kita dikelola oleh Ryan, dia yang mengurus semuanya selama ini" Jawab Vina


"Suamimu ini hebat bukan?" Bisik Ryan ditelinga Meyra yang membuat pipi Meyra merah


"Mah pah, Meyra pamit keatas dulu ya mau istirahat" Ucap Meyra sambil menundukkan kepalanya karna ia tau pipinya sekarang pasti sudah merah.


"Ryan sialan! Suka sekali dia mengerjaiku, tunggu pembalasanku, batin Meyra yang sudah sampai dikamarnya


_


_


Keesokan harinya Meyra bangun dan merasakan ada tangan yang sedang memeluknya dari belakang, Meyra pun membalikkan tubuhnya dan dengan sangat jelas terlihat wajah Ryan yang begitu tampannya meskipun saat ia tidur.


"Ternyata tampan juga ya meskipun suka nyebelin" Ucap Meyra pelan namun terdengar oleh Ryan


"Udah puas kan liatin wajahku" Ucap Ryan dengan diiringi senyum nakalnya


"Ehem si siapa yang mandang kamu gr banget jadi orang" Jawab Meyra gugup


Meyra bangun dari tidurnga hendak pergi tapi ditarik oleh Ryan kedalam pelukannya, kini posisi mereka adalah Meyra diatas sedangkan Ryan dibawah.


Deg deg...


Jantung Meyra berdetak sangat kencang seperti sudah mengikuti lari maraton, karna Meyra takut Ryan mendengarnya akhirnya Meyra mencoba melepaskan diri tapi sia - sia.


"Tetaplah begini aku hanya membutuhkannya 5 menit saja" Ucap Ryan terbata karna Ryan adalah pria normal ia hanya menyalurkan hasratnya lewat pelukannya itu


Meyra terdiam tidak menjawab ucapan Ryan sampai akhirnya Ryan melepaskan pelukannya dan membiarkan Meyra untuk mandi, setelah 10 menit berada dikamar mandi akhirnya Meyra keluar dan sudah berganti pakaian dengan sweter putih dan celana pendek sepaha.


Tanpa menghiraukan Ryan yang duduk menatap Meyra, Meyra langsung keluar kamar dan menuju meja makan karna sudah ditunggu oleh Pram dan Vina


"Ryan belum bangun sayang?" Tanya Vina lembut


"Udah mah tapi masih mandi tadi" Jawab Meyra cepat dan langsung melahap sandwich dihadapannya


Ryan pun turun dan ikut bergabung dimeja makan, karna Ryan tidak begitu suka dengan sandwich alhasil Ryan hanya meminum susu saja.


"Kenapa menu makanannya sekarang berubah mah, biasanya gak pernah tuh ada sandwich


"Mama sengaja ganti karna inu kesukaan Meyra dan kamu juga harus terbiasa dengan kesukaan istri kamu" Jelas Vina


"Kamu bareng aku aja kekampus" Ucap Ryan


"Gak perlu aku bisa naik mobil sendiri!" Jawab Meyra ketus


"Baiklah terserah kamu aja" Lanjut Ryan dan melajukan mobilnya kekampus karna hanya butuh 20 menit untuk sampai akhirnya mobil Ryan dan Meyra sampai diparkiran kampus.


"Wah lihat tuh pangeran kita udah dateng" Ucap si A


"Tambah tampan banget sih suami aku" Timpal si B


"Ngaco, emang dia mau sama kamu!" Imbuh di C


Sedangkan Meyra yang mendengarnya dari dalam mobil hanya tertawa karna dengan PDnya mereka nenyebut Ryan suaminya.


"Kasian ya mereka kalau tau pangerannya udah nikah bisa gila mereka saking kagetnya, gumam Meyra sambil terus tertawa


Meyra pun keluar dari mobilnya dan menjadi pusat perhatian semua mahasiswa karna pesona Meyra makin terpancar dengan menggunakan pakaian seperti itu.


Ryan yang melihatnya dari jauh mulai terpancing emosi karna melihat Meyra digoda oleh mahasiswa pria. Tanpa pikir panjang Ryan menghanpiri Meyra dan menariknya menjauh dari para pria genit itu


"Kamu ngapain masih diem aja tadi? Mau genit sama mereka? Oh atau kamu emang cewek murahan karna kecantikan kamu, kamu malah menjual diri!" Bentak Ryan dengan suara meninggi dan tatapan tajam


Meyra hanya terdiam tidak percaya dengan apa yang dilontarkan Ryan padanya, Meyra tidak menyangka bahwa Ryan bisa sekasar itu. Meyra hanya meneteskan air matanya karna selama ini ia tidak pernah dibentak oleh siapapun termasuk daddynya, akhirnya Meyra berlari dan menuju kelasnya.


"Arrgghhh! Bodoh kenapa sampai kelepasan sih!" Gerutu Ryan pada dirinya sendiri karna sudah membentak Meyra


Raya yang sudah masuk kedalam kelasnya melihat Meyra yang duduk sambil terus meneteskan air matanya membuat Raya khawatir setengah mati karna melihat sahabatnya mengeluarkan air matanya didepan umum.


"Mey lo kenapa nangis, apa ada masalah serius" Tanya Raya yang sudah duduk disebelah Meyra


"Ehm gue... gue gak papa kok, gue cuma lagi rindu daddy" Jawab Meyra dan mengusap air matanya


"Yang bener lo, biasanya lo gak pernah nangis apalagi sampe didepan umum kaya gini pasti ada sesuatu yang lo sembunyiin dari gue!" Lanjut Raya sambil mendongakkan kepala Meyra


Meyra tak kuat menahan tangisnya akhirnya ia menumpahkan air matajya dipelukan Raya, Raya yang tak mengerti dengan sikap Meyra hanya membalas pelukan Meyra sambil sesekali mengusap kepala Meyra lembut.


"Ada sesuatu yang harus gue jelasin ke lo tapi lo jangan kaget dan ingat ini jadi rahasia kita" Ucap Meyra terbata yang hanya diangguki oleh Raya


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung