Love Story In London

Love Story In London
Awal kebahagiaan



Meyra menarik nafasnya dalam dan membuka suara


"Gue udah nikah dan itu juga sama Ryan" Ucap Meyra


"Awalnya gue ga nerima tapi karna ini permintaan daddy jadi gue turutun" Lanjut Meyra


"OMG!!! Lo gak bohong kan!?" Pekik Raya kaget dan membuat semua orang dikelasnya melihat kearah mereka


"Raya!!! Gue kan udah bilang jangan kenceng - kenceng!" Ucap Meyra yang langsung menutup mulut Raya


"Hehe sorry lagian gue gak nyangka kok bisa lo sampe nikah sama Ryan" Jawab Raya cengengesan menyadari kesalahannya


Setelah itu dosen pun masuk kedalam kelas mereka dan memulai mata pelajaran tanpa suara sedikitpun karna memang kelas Meyra terdiri dari anak yang benar - benar fokus dan konsentrasi saat pelajaran.


Pukul 2 siang kelas Meyra pun berakhir dan waktunya pulang, Meyra dan Raya keluar dari kelas mereka dan menuju taman belakang karna Raya mau menceritakan sesuatu pada Meyra.


"Mey gue mau jujur sesuatu ke lo" Ucap Raya membuka suara sambil menundukkan kepalanya


"Hmm apa?" Tanya Meyra yang tengah fokus membaca bukunya


"Gue bakal pindah ke paris 2 hari lagi" Jawab Raya ragu - ragu


"Ehem... Lo gak bercanda kan?" Tanya Meyra lagi yang kini sudah menatap Raya lekat


"Enggak Mey, orang tua gue bakal tinggal disana dan otomatis gue juga harus ikut' Jawab Raya dengan suara berat menahan tangis


"Ya kalo itu emang keputusan lo sekeluarga gue gak bisa ngelarang kan" Ucap Meyra sambil memeluk sahabat satu - satunya


Ryan dan 2 sahabatnya tengah memperhatikan Meyra dan Raya dari kejauhan dan tak sadar Ryan melontarkan kata - kata yang tidak pernah didengar siapapun kecuali Chery.


"Cantik kalau lagi nangis" Ucap Ryan lirih hampir tak terdengar namun kedua sahabatnya mendengarnya


"What!!! Gue gak salah denger kan Ryan?" Pekik Satya kaget sambil menggucang - guncangkan tubuh Ryan


"Emang gue bilang apaan?" Tanya Ryan gugup


"Ah udahlah dia gak bakal ngaku lagi" Jawab Bara cepat


Meyra dan Raya akhirnya pulang masing - masing, Ryan yang juga sudah menyelasaikan juga pulang kerumahnya beriringan dengan mobil Meyra. 2 mobil mewah itu memasuki gerbang rumah Adiguna dan menuju garasi.


Meyra memarkirkan mobilnya disebelah mobil Ryan dan keluar setelah mematikan mesin mobilnya, saat Meyra keluar dan berjalan melalui mobil Ryan tiba - tiba tangannya ditarik oleh Ryan masuk kedalam mobil Ryan.


"Ahh...." Pekik Meyra kaget yang sekarang posisinya ditindih oleh Ryan


"Maafkan aku karna sudah membuatmu menangis" Ucap Ryan dengan mata penuh penyesalan


"Si siapa yang menangis?" Tanya Meyra tergagap


Cup


Ryan mendaratkan ciumannya dibibir mungil milik Meyra, Ryan bukan hanya menciumnya tapi juga ******* habis bibir Meyra. Meyra hanya terdiam tak membalas ciuman Ryan. Tak hanya disitu saja Ryan kemudian menuruni ciumannya ke leher jenjang milik Meyra, Meyra yang merasakan Ryan sudah melewati batas akhirnya Meyra mendorong Ryan dengan sekuat tenaga.


"Ryan Stopp!!!" Teriak Meyra dengan mata berapi - api


"Kenapa aku ini suami kamu!" Teriak Ryan tak kalah tinggi


"Aku tau tapi aku masih belum nerima kamu jadi suami aku!" Pekik Meyra yang langsung bangun dan keluar dari mobil Ryan membanting pintu dibelakangnya


Meyra masuk kedalam kamarnya dan membuang tasnya disembarang tempat, ia langsung masuk kedalam kamar mandi tanpa membawa handuk ataupun baju ganti.


"Mommy maafin Meyra, Meyra masih belum siap buat melayani suami Meyra" gumam Meyra didalam bath tup


15 menit kemudian Meyra menyudahi acara mandinya karna ia sudah kedinginan, setelah selesai Meyra ingat bahwa dirinya tak membawa handuk ataupun baju ganti.


Meyra kemudian berlari kepintu kamar mandi dan mengintip apakah Ryan ada didalam atau tidak, karna Ryan tertidur akhirnya Meyra bertekad keluar tanpa memakai baju.


"Yatuhan bantu aku keluar dari kamar mandi ini" batin Meyra


Ia kemudian berlarian kecil agar tidak membangunkan Ryan yang tertidur diranjangnya. Meyra tak menyadari bahwa Ryan hanya pura - pura tertidur alhasil Ryan dengan jelas melihat kemolekan tubuh Meyra yang seperti gitar spanyol.


"Meyra... Meyra kau ingin menggodaku dengan keluar tanpa pakaian seperti itu" guman Ryan lirih


Meyra kini sudah berada didalam ruang ganti tanpa sepengatuhannya ternyata ada orang yang sedang memeperhatikannya sejak tadi di ambang pintu. Ketika Meyra hendak berbalik ia terkejut melihat Ryan yang sudah bersender dipintu yang tertutup.


"Se sejak kapan kamu disitu?" Tanya Meyra gugup


"Sejak kamu berlari tanpa menggunakan baju, kau ini sedang menggodaku ya?" Tanya balik Ryan dengan tatapan nakalnya


"Si siapa yang menggodamu, a aku tadi hanya lupa membawa handuk dan baju ganti makanya a aku berlari" Jawab Meyra yang tambah gugup dengan pertanyaan Ryan


"Baiklah, aku melepaskanmu sekarang, tapi tidak lain kali" Bisik Ryan ditelinga Meyra yang membuat jantung Meyra kembali berdetak sangat cepat dan pipi yang sudah merah merona


Cup


Ciuman Ryan mendarat dipipi kanan Meyra, membuat Meyra terpundur kebelakang karna kaget dengan kelakuan Ryan


"Cih, seenaknya saja mencium orang!" Umpat Meyra kesal


Ryan keluar dari ruang ganti dan melepaskan bajunya diluar, ketika Meyra keluar ia dengan indahnya melihat tubuh Ryan dari belakang tanpa menggunakan baju.


"Tolong jangan nodai mataku yang suci" Teriak Meyra yang membuat Ryan tertawa terbahak


"Hahaha... Kalau kau menginginkannya sentuh saja" Ucap Ryan tanpa rasa bersalah


Tanpa memperdulikan ucapan Ryan, Meyra keluar dengan kasar dan menuju ruang keluarga disana sudah ada Pram dan Vina.


"Mah pah" Sapa Meyra yang kemudian duduk disofa


"Meyra kebetulan kamu disini, papa sama mama besok mau ke Itali karna kakek lagi sakit jadi mereka nunda pulang ke Indonesia" Ucap Vina tersenyum


"Berapa lama papa sama mama disana?" Tanya Meyra


"Palingan kita cuma 2 minggu disana" Jawab Pram sambil mengesap tehnya


"Hmm baiklah apa besok Meyra harus ikut ke bandara?" Tanya Meyra lagi


"Enggak sayang, mama sama papa berangkat nanti jam 2 dini hari" Jawab Vina


Setelah berbincang - bincang akhirnya mereka memutuskan untuk tidur karna hari sudah larut malam, saat Meyra masuk kedalam kamarnya ternyata kamarnya gelap.


Grebbpp


.


.


.


.


.


Bersambung