
Pagi - pagi sekali Meyra terbangun karna mendengar suara ketukan pintu dari luar kamarnya yang tak henti - hentinya.
“Bentar” Ucap Meyra yang kemudian membuka pintu kamarnya.
“Ahhh!!! Sayang itu kenapa lehermu? Apa kalian bertengkar kenapa lehermu sampai babak belur seperti itu!!!” Pekik Vina panik.
“Emm anu ma , ini...“ Meyra langsung menutup pintu kamarnya dengan cepat ia melilitkan handuk kelehernya dan membuka pintu kembali.
“Sudah - sudah sayang , mama tau kok itu bekas apaan” Ucap Vina pelan sambil mengulur senyum yang menampakkan deretan giginya.
Meyra hanya tersipu malu , karna ulah suaminya yang menggila semalam ia harus menanggung malu didepan mama mertuanya.
“Sayang cepet - cepet bikinin mama cucu ya , biar mama gak kesepian dirumah ini” Ucap Vina mengecutkan bibirnya seperti anak kecil yang meminta mainan pada ibunya.
“Ryan sama Meyra sudah berusaha ma, mama tenang aja” Teriak Ryan dari dalam kamarnya.
“Meyra ada kelas pagi kan? lebih baik Meyra mandi dulu”
“Oh iya ma , Meyra boleh kan nginep dirumah mommy?“
“Boleh sayang”
Meyra hanya mengangguk dan menutup pintu kamarnya kembali , ia lalu bergegas mandi karna tidak mau ketinggalan kelas pertamanya. Sedangkan Ryan yang sedari tadi sudah bangun hanya tersenyum kecil melihat istrinya yang malu karna bekas kenakalannya semalam.
“Istriku memang kekanak - kanakkan”gumam Ryan lirih.
15 menit kemudian Meyra sudah selesai mandi dan sudah berpakaian untuk segera pergi kekampusnya karna 10 menit lagi kelasnya akan dimulai.
“Sayang , apa kamu tidak mau berangkat bersamaku?” Tanya Ryan yang baru keluar dari kamar mandi.
“Aku buru - buru Ryan” Jawab Meyra singkat.
“Baiklah - baiklah tapi lain kali kamu harus mau”
“Kita tidak mungkin bisa berangkat bersama Ryan , kamu bahkan yang menyuruhku dulu untuk tidak mempublikasikan pernikahan kita”
“Itu dulu sayang , tapi sekarang aku mau semua orang tau kalau kau adalah istriku”
“Humm belum waktunya Ryan aku tidak mau terjadi kesalah pahaman nantinya , yasudah aku berangkat”
Cup
Meyra mengecup pipi Ryan lembut dan berlarian kecil keluar dari kamarnya , sementara Ryan hanya menggeleng pelan dengan tangannya masih memegang pipi bekas ciuman Meyra.
Ketika Meyra hendak menuruni anak tangga yang terakhir , ia terkejut karna melihat Cery sedang duduk bersama Vina dengan akrab mereka berbincang layaknya anak dan ibu.
“Meyra sini dulu , kenalin ini Cery anak sahabat mama sama papa” Ucap Vina ketika melihat Meyra yang diam mematung.
“Maaf ma lain kali aja , Meyra buru - buru kekampus” Jawab Meyra singkat dan berlalu pergi.
“Dia siapa tante?” Tanya Cery pura - pura tidak mengenal Meyra.
“Apa tante sudah mengenal bibit bobot keluarganya?”
“Tentu tante sudah tau , dia adalah anak rekan bisnis papanya Ryan dulu”
Cery tidak lagi bertanya apapun , karna niatnya kerumah itu adalah memanas - manasi Vina dengan kebohongan tentang Meyra tapi ternyata sudah gagal sebelum melakukan tahap apapun.
Disisi lain.
“Kaisar , bagaimana perkembangan perusahaan ALX Group?” Tanya Meyra saat telfon mereka terhubung.
“Bagaimana apanya , perusahaan itu penjagaannya sangat ketat tapi kakak tenanglah aku akan menggunakan cara lain untuk menyusup keperusahaan itu” Jelas Kaisar disertai lenguhannya.
“Jangan banyak mengeluh atau aku akan menghukummu Kai” Meyra kemudian menutup telfonnya dan menyalakan mesin mobilnya untuk segera pergi kekampus.
Beberapa menit kemudian Meyra sudah sampai dikampus , seperti biasa para mahasiswa pria sudah menanti kedatangan sang idola yang sangat cantik itu , karna sudah 3 hari Meyra tidak masuk kekampus.
“Meyra dateng tuh , gue udah rindu banget pengen ngeliat mukanya” Ucap salah satu mahasiswa pria.
“Tambah cantik aja sih”.
“Gue yang bakalan dapetin dia , lo lo pada jangan ngarep deh!”.
“Mimpi lo ketinggian bro yang ada Meyra bakal ilfil sama lo”.
Para mahasiswa itupun tertawa terbahak - bahak karna saling bergurau satu sama lain , sementara disisi lain para mahasiswa wanita banyak yang iri pada kecantikan Meyra bagaimana tidak? Wajah blasteran Indonesia - Inggris itu membuat siapapun yang melihatnya seperti terhipnotis meskipun begitu Meyra tidak pernah menyombongkan diri akan tetapi sifat dinginnya itu membuat para pria tertantang ingin mendekatinya dan memenangkan hatinya.
“Yaampun Meyra lo kemana aja sih? gue udah nunggu lo 3 hari gak ada kabar sama sekali! lo pikir gue gak kepikiran apa!” Celoteh Raya saat melihat Meyra yang sudah keluar dari mobilnya.
“Gue ada urusan sama mommy , jadi maaf gue gak ngabarin lo” Ucap Meyra tenang sambil ternyum lebar yang menampakkan deretan giginya yang rapi.
“Lo gak usah deh senyum - senyum kayak gitu , sebagai ganti rugi karna lo udah buat gue kepikiran gimana kalo lo traktir gue dikantin” Raya bernegosiasi dengan Meyra secara tidak langsung ia mengungkapkan rindunya pada sahabat yang sangat disayanginya itu.
“Humm baiklah , tapi nanti karna sekarang kita ada kelas pagi dan gue gak mau ketinggalan satu kelas pun hari ini” Meyra kemudian langsung menarik tangan Raya dan berlari karna kelas mereka akan dimulai dalam hitungan detik kedepan.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung