
Flashback on
2 tahun yang lalu Ryan dan Cery adalah teman dekat di Itali karna orang tua mereka yang menjalin hubungan bisnis akhirnya mereka juga menjalin hubungan cinta,
Awalnya mereka sama - sama saling mencintai tapi karna Cery yang terobsesi dengan dunia model akhirnya Cery bertekad untuk memutuskan hubungan secara sepihak, Ryan yang sangat mencintai Cery merasa frustasi karna ditinggalkan begitu saja oleh orang yang dicintainya.
Pagi itu mereka sama - sama pergi kekampus di Itali karna memang dulu Ryan dan keluarga berada di Itali, Setiap harinya Ryan menjemput Cery dan pulang bersama.
"Ryan sepertinya aku tak bisa lagi berhubungan denganmu" Ucap Cery dengan nada memelas
"Apa maksudmu? aku sangat mencintaimu" Tanya Ryan yang langsung menghentikan mobilnya dan menatap Cery
"Aku mau menjadi model Ryan!! kau tak pernah setuju akan hal itu" Jawab Cery sambil menangis
"Kalau kamu jadi model, apa kamu akan selalu ada didekatku? selalu menemaniku? itu tidak mungkin Cery!!"
"Karna itulah aku memutuskan hubungan kita Ryan"
"Aku tidak setuju akan hal itu Cery, diamlah jangan berbicara seperti itu lagi!!"
Ryan kemudian melajukan mobilnya ke kampus dimana dia dan Cery belajar. Setelah itu Cery diam tanpa suara ia memikirkan bagaimana harus mencapai cita - citanya sejak kecil itu, sampai akhirnya ia memikirkan ide gila.
Saat malam hari Cery bersekongkol dengan Adit sahabat dekat Ryan, ia merencanakan akan kabur dari hidup Ryan tanpa memberitahukan keberadaannya sampai akhirnya ia mencapai cita - citanya.
Ryan gelisah karna Cery tak mengangkat telfonnya malam itu, ia juga menghubungi Adit tapi hasilnya sama tak ada yang mengangkatnya, sampai akhirnya Ryan bertekad ingin melacak keberadaan Cery lewat mobil yang sudah ia pasang GPS tanpa sepengatuhan Cery alhasil Ryan menemukan Cery yang ada dibandara, ia segera bergegas menuju bandara.
Setelah beberapa menit mengemudi akhirnya Ryan sampai dibandara dan melihat Cery bersama Adit diruang tunggu, ia berjalan dengan mata memerah menandakan ia sangat marah terhadap kedua orang dekatnya itu.
Ryan berhenti tak jauh dari tempat duduk Cery dan Adit karna mendengar percakapan antara Cery dan Adit,
"Terimakasih sudah mau membantuku untuk pergi dari Ryan, aku tidak tau harus minta tolong pada siapa untuk rencana ini karna aku sangat ingin menjadi model" Ucap Cery pada Adit
"Tidak masalah Cery, kalau aku boleh jujur aku..." Adit menggantung ucapannya
"Apa?" Tanya Cery sambil menatap Adit
"Aku sebenarnya sangat mencintaimu Cery tapi Ryanlah yang mendapatkanmu terlebih dulu" Jawab Adit dan menggenggam tangan Cery
"Kau bisa menungguku sampai aku jadi model, baru aku akan menerimamu sebagai ganti Ryan" Ucap Cery yang membalas genggaman tangan Adit
"Aku siap menunggumu sampai kapanpun itu Cery" Lanjut Adit dan langsung memeluk Cery
Ryan yang mendengar percakapan Cery dan Adit ia pun pergi dari bandara dengan hati yang sangat hancur, bagaimana tidak seorang sahabat dan orang yang dicintainya berhianat dibelakangnya,
Dan setelah kepergian Cery, Ryan tak lagi berhubungan dengan Cery ataupun Adit, ia memutuskan untuk pindah ke Indonesia selama - lamanya.
Flashback of
Ryan yang sedang berpelukan dengan Meyra perlahan menceritakan siapa Cery dimasa lalu Ryan yang membuat Ryan terluka sampai saat ini,
"Apa kau masih mencintainya?" Tanya Meyra dan melonggarkan pelukannya
"Aku hanya mencintaimu saat ini, kau tidak perlu khawatir" Jawab Ryan sambil mengecup kening Meyra
"Humm, aku mandi dulu baru kita makan siang setelah ini aku mau kebandara karna mommy akan berangkat hari ini" Ucap Meyra sambil berdiri
Tiba - tiba Ryan mengangkat tubuh Meyra kedalam kamar mandi dan memasukkannya ke dalam bath up, merekapun mandi bersama.
Setelah makan siang Ryan kembali bekerja sedangkan Meyra pergi kerumah mommynya, 40 menit kemudia Meyra sampai dikediaman Iskandar.
"Mommy belum berangkat kebandara kan?" Tanya Meyra pada Oji bodyguard Raisa
"Belum nona, nyonya Raisa masih menunggu anda" Jawab Oji sambil membungkukkan badannya memberi hormat
"Oh baiklah terimakasih" Meyra kemudian masuk kedalam rumahnya,
"Mommy Meyra pulang" Teriak Meyra yang masih terus berjalan mencari sosok mommynya
"Mas maafkan aku, aku harus meninggalkan anak kita aku terpaksa karna ini adalah yang terbaik untuk anak kita, aku akan membalas setiap orang yang berani menyakiti anak kita" Ucap Raisa sambil memeluk bingkai foto keluarga mereka
"Apa maksud mommy? apa ada yang mau menyakiti keluarga kita?" Tanya Meyra pelan
.
.
.
.
.
.
Bersambung